Sukses

Lifestyle

Tahukah, Jika Sampah Organik Lebih Banyak Dibandingkan Nonorganik

Fimela.com, Jakarta Pandemi Covid-19 memaksa kita untuk beradaptasi dan mulai menerapkan pola-pola hidup yang baru. Salah satu perubahan besar yang dirasa ialah belanja online semakin meningkat, dan akan berdampak pada penumpakan sampah.

Melihat sampah terus meningkat, Re.juve sebagai brand asli Indonesia, meluncurkan kampanye Re.juve Cares. Kampanye ini adalah kepedulian terhadap sampah. Gerakan menuju nol sampah (towards zero-waste) memang menjadi motor utama kampanye ini.

Richard Anthony, CEO dan Presiden Direktur Re.juve mengatakan kampanye ini berangkat dari kekhawatiran akan semakin mendesaknya persoalan sampah, khususnya di Jakarta. Ajakan-ajakan untuk diet plastik sudah sering kita dengar, namun kesadaran akantingginya produksi sampah organik harian di Jakarta kadang masih terabaikan.

Padahal produksi harian sampah organik di Jakarta bahkan bisa mencapai 60 persen atau lebih tinggi dari sampah nonorganik.

Sebagai produk yang menggunakan buah dan sayuran segar, Re.juve juga tidak menampik, bahwa dalam produksi hariannya ada volume sampah organik yang cukup besar yang dihasilkan.

"Untuk itulah sejak Februari 2020 yang lalu, Re.juve bekerja sama dengan KOMPIS, untuk mengolah sampah buah dan sayuran sisa produksi menjadi maggot pakan ternak bernilai tinggi. Meski setelah diolah sampah organikini menjadi bernilai ekonomi, Re.juve memberikan sisa produksi tersebut secara cuma-cuma sebagai bentuk kontribusi perusahaan kepada masyarakat," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Fimela.com.

Tidak berhenti di hulu

Emil Kaburuan, pendiri KOMPIS menyampaikan dengan mengirimkan secara langsung sampah organik dari Central Production Facility (CPF) di Cikupa ke fasilitas pengolahan maggot di Ciater, Tangerang Selatan.

Re.juve telah membantu meniadakan proses pemilahan sampah yang memakan biaya tinggi, serta turut memberdayakan hingga tujuh warga sekitar untuk mengolah materi organik menjadi 50 kilogram maggot per hari dan mampu memberikan keuntungan kepada warga hingga Rp10.500.000,00/bulan

Tidak berhenti di hulu saja, atau memastikan proses produksi menuju bebas sampah, juga berkomitmen untuk tidak menambah sampah plastik baru. Sejak Januari 2020 lalu, Re.juve telah mengubah seluruh kemasan botol plastik minuman Re.juve dengan 100% plastik Recycled-PET yang aman untuk makanan dan minuman.

Selain itu, per April 2019, Re.juve telah melibatkan partisipasi konsumen untuk mengoptimalkan program Bring Back Your Empty Bottle. Re.juve bekerja sama dengan Bank Sampah untuk mengolah kemasan botol plastik yang dikirim ke pabrik daur ulang menjadi produk dakron yang dipakai sebagai bahan tekstil dan perkakas rumah tangga yang bernilai tinggi. Program menuju bebas sampah dari hulu hingga ke hilir ini menjadi basis dari pilar kedua Re.juve Cares, yaitu #GoodforEarth.

Re.Juve Care pun peduli terhadap Kesehatan #Goodforyou dan #GoodforSociety.

#changemaker

Loading
Artikel Selanjutnya
Perubahan Kecil Demi Kelestarian Bumi Bisa Dimulai dari Bijak Kelola Sampah Plastik
Artikel Selanjutnya
Berpartisipasti dalam Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Uni-Charm Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Kemasan Plastik