Sukses

Lifestyle

Kolaborasi WHO dan TikTok Kampanyekan Hari Kesehatan Mental Dunia

Fimela.com, Jakarta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Federasi Dunia Untuk Kesehatan Mental (WFMH) dan United forGlobal Mental Health (UnitedGMH) bekerjasama dengan TikTok untuk meningkatkan kesadaran secara global mengenai tantangan kesehatan mental. Kerjasama tersebut meluncurkan program Move for Mental Health: Let's Invest.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran di tingkat global akan perlunya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di tengah masa pandemi COVID-19. Kampanye ini mengajak pengguna TikTok untuk membuat video tantangan dengan menggunakan tagar #MoveforMentalHealth.

Dengan banyaknya jumlah orang yang tidak memiliki akses terhadap dukungan kesehatan mental yang tepat dan sesuai, WHO, WFMH, dan UnitedGMH berkolaborasi untuk menciptakan suatu gerakan di tingkat global guna menekankan pentingnya memperhatikan kesehatan mental. Komunitas TikTok di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, diajak untuk ikut serta dalamkegiatan gerak tubuh di Hari Kesehatan Mental Sedunia ini, dengan mengunggah video kegiatan mereka menggerakan tubuh, misalnya berolahraga, menari, jalan keliling lingkungan rumah, atau kegiatan gerak tubuh apa pun yang membuat mereka nyaman.

"Di dunia, belum ada cukup banyak gerakan mengenai kesehatan mental. Faktanya, hampir 1miliar orang di seluruh dunia memiliki gangguan kesehatan mental," ujar Elisha London, CEOdan Pendiri United for Global Mental Health.

Komitmen TikTok dalam Kesehatan Mental

Arjun Narayan, TikTok Director of Trust and Safety,Asia Pacific mengatakan tahun 2020 telah banyak mengubah hidup kita, memaksa untuk menghadapi pembatasan dan perubahan kegiatan normal.

"Pada Hari Kesehatan Mental Dunia ini, sangat penting bagi kami meningkatkan kesadaran mengenai tantangan kesehatan mental dan menyediakan sebuah platform dimana kami dapat mendukung keamanan dan kesehatan mental pengguna kami," ujar Arjun

TikTok telah lama berkomitmen untuk membangun lingkungan yang mendukung kesehatan mental. Selain fitur seperti Screen Time Management dan Restricted Mode, pengguna diberdayakan untuk fokus terhadap keselamatan mereka di dunia digital. Selain itu, pengaturan Privasi dan Keamanan TikTok yang komprehensif memungkinkan pengguna untuk memutuskan siapa yang dapat mengikuti mereka, mengirimkan mereka pesan atau reaksi, dan mengatur akun mereka menjadi privat untuk menghindari permintaan yang tidak diinginkan.

#changemaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
FIMELA FEST 2020: 5 Efek Teman Toxic bagi Kesehatan Mental
Artikel Selanjutnya
Fimela Fest 2020: 4 Cara Mudah Mengubah Kebiasaan Buruk Menjadi Lebih Baik