Sukses

Lifestyle

Gaya adalah Pengetahuan Dasar dalam Fisika, Pahami Pengertian, Jenis dan Rumusnya

Fimela.com, Jakarta Untuk kamu yang menyukai ilmu pengetahuan alam, pasti sudah tidak asing dengan fisika dan kimia. Salah satu materi ataupun pengetahuan dasar yang ada dalam fisika ialah gaya. Gaya adalah salah satu bagian dari ilmu fisika dasar. Satuan, simbol, dan rumus gaya sudah ditentukan dalam hukum fisika. Mempelajari gaya sangat penting dalam ilmu fisika karena penerapannya ada dalam kehidupan sehari-hari.

Gaya adalah pelajaran yang biasanya ditemukan dalam fisika di sekolah. Gaya juga bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari menggerakkan tubuh, memindahkan barang, dan melakukan pekerjaan, gaya adalah sesuatu yang selalu mengiringi manusia.

Gaya dapat berupa tarikan dan dorongan yang membuat benda berubah posisi atau bentuk. Konsep gaya harus dipahami betul dalam fisika. Di sekolah, gaya adalah bahasan penting dalam pelajaran fisika.

Nah, untuk kamu yang ingin tahu lebih banyak tentang konsep gaya dalam ilmu fisika, bisa melihat ulasan berikut ini. Dilansir dari Liputan6.com, Fimela.com akan mengulas pengertian gaya, lengkap beserta jenis dan rumusnya. Simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Gaya

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, gaya adalah tarikan dan dorongan yang terjadi pada suatu benda. Dalam ilmu fisika gaya adalah interaksi apapun yang dapat menyebabkan sebuah benda bermassa mengalami perubahan gerak, baik dalam bentuk arah, maupun konstruksi geometris.

Gaya disimbolkan dengan huruf F (Force). Dalam Satuan Internasional (SI), satuan yang digunakan untuk mengukur gaya adalah Newton yang dilambangkan dengan N. Alat pengukur gaya adalah dinamometer, atau neraca pegas.

Jenis Gaya

Setelah memahami definisi atau pengertiannya, kamu juga perlu tahu bahwa dalam memahami konsep gaya, ada beberapa jenis gaya yang harus kamu kenal. Berikut beberapa jenis gaya yang ada dalam kehidupan sehari-hari:

Gaya Otot

Gaya otot adalah jenis gaya yang dilakukan oleh makhluk hidup yang mempunyai otot. Gaya ini timbul dari adanya koordinasi antara struktur otot dengan rangka tubuh. Gaya otot termasuk ke dalam kelompok Gaya Sentuh.

Contoh gaya otot adalah ketika seseorang mengangkat beban. Untuk mengangkat beban, otot di dalam tubuhnya berkoordinasi sehingga mampu menggerakkan tangan untuk mengangkat beban yang ada.

Gaya Pegas

Gaya pegas adalah jenis gaya yang dihasilkan oleh sebuah pegas. Gaya pegas memiliki sifat elastis. Gaya pegas muncul karena pegas bisa merapat dan merenggang sehingga bentuknya bisa kembali seperti semula setelah terjadi gaya tersebut. Contoh gaya pegas adalah ketika seseorang pemanah menarik anak panah.

Gaya Gesek

Gaya gesek adalah jenis gaya yang muncul akibat adanya sentuhan langsung antara dua permukaan benda. Gaya gesek memiliki arah yang selalu berlawanan dengan arah gerak benda.

Besar kecilnya gaya gesekan ditentukan oleh halus atau kasarnya permukaan benda. Semakin halus permukaan, maka semakin kecil gaya gesekan yang muncul. Gaya gesek dibagi menjadi dua, yaitu gaya gesek statis dan gaya gesek kinetik.

Gaya Mesin

Gaya mesin adalah gaya yang dihasilkan dari kerja mesin. Contoh gaya mesin terdapat pada mobil, motor, atau peralatan elektronik. Gaya mesin dinilai sangat efektif dalam membantu meringankan aktivitas manusia.

Gaya Gravitasi

Gaya gravitasi adalah gaya tarik terhadap seluruh benda bermassa yang terdapat pada permukaannya. Salah satu contoh paling dekat adalah gaya gravitasi bumi. Jika tidak terdapat gaya gravitasi di bumi, maka setiap benda yang ada akan melayang seperti di luar angkasa.

Gaya Listrik

Gaya listrik yaitu jenis gaya yang dihasilkan oleh benda-benda bermuatan listrik dalam medan listrik. Contohnya kipas angin yang bekerja dengan mengubah energi listrik menjadi energi gerak.

Rumus Konsep Gaya

Dalam konsep gaya, terdapat tiga rumus yang biasa digunakan. Rumus gaya adalah rumus yang terdapat pada Hukum Newton. Berikut ketiga rumus gaya sesuai Hukum Newton:

Hukum Newton 1

Dalam hukum Newton 1 dijelaskan bahwa:

Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya.

∑F = 0

Keterangan: ∑F = resultan gaya (kilogram m/s2)

Hukum Newton 2

Dalam hukum Newton 2 dijelaskan bahwa:

Benda bermassa M mengalami gaya resultan sebesar F akan mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M.

∑F = m.a

Keterangan:

∑F = resultan gaya (kilogram m/s2) m = massa benda (kilogram)

a = percepatan (m/s2)

Hukum Newton 3

Dalam hukum Newton 3 dijelaskan bahwa:

Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah atau gaya dari dua benda pada satu sama lain selalu sama besar dan berlawanan arah.

∑F aksi = -∑F reaksi

 

;
Loading