Sukses

Lifestyle

3 Jenis Diet yang Lebih Berbahaya dari Merokok Menurut Studi

Fimela.com, Jakarta Diet atau pola makan buruk tak hanya membahayakan kesehatan tubuh tapi bisa menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia. Penelitian menemukan jika mengonsumsi makanan tidak sehat secara teratur dan kekurangan asupan makanan sehat mendatangkan lebih banyak bahaya daripada merokok.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis internasional The Lancet, mengamati dan menilai konsumsi makanan utama dan nutrisi di 195 negara di antara orang dewasa di atas usia 25 tahun. Lebih dari 130 scientist dari sekitar 40 negara mengambil bagian dalam analisis yang hasilnya cukup mengejutkan dan memperingati kita semua untuk menjalani diet atau pola makan sehat.

 

Melansir dari food.ndtv, studi tersebut mengungkapkan jika pola makan buruk menyebabkan 10,9 juta kematian (22 persen dari semua kematian) di antara orang dewasa pada tahun 2017. Sementara merokok bertanggung jawab atas 8,0 juta kematian.

Lebih lanjut dijabarkan jika 50 persen kematian terkait diet disebabkan karena rendahnya asupan makanan sehat. Secara khusus, tiga jenis kebiasaan makan dianggap bertanggung jawab atas dampak buruk tersebut bagi kesehatan masyarakat.

Tiga jenis diet buruk dengan tingkat kematian tinggi adalah; asupan rendah biji-bijian, asupan rendah buah, dan konsumsi natrium yang tinggi.

Makanan yang terkait dengan tingkat kematian tinggi

Dan makanan yang terkait dengan tingkat kematian yang tinggi (1 dari setiap 5 kematian secara global) adalah; daging merah, daging olahan, minuman yang dimaniskan dengan gula, dan asam lemak trans.

Selama survei, ditemukan juga jika kesenjangan terbesar antara diet yang optimal dengan buruk disebabkan oleh kekurangan susu, gandum utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Para peneliti juga menunjukkan kesalahan utama dalam persepsi masyarakat umum tentang makanan. Mereka terlalu menekankan pada pembatasan konsumsi makanan tidak sehat dan melupakan strategi diet makanan sehat bernutrisi dalam jumlah cukup.

Selain memacu orang mengisi lebih banyak makanan sehat di piringnya, tak kalah penting mengarahkan industri makanan dan minuman untuk mengatur manufaktur mereka dalam menghasilkan makanan yang lebih bersih dengan lebih sedikit lemak trans, bahan kimia, zat aditif, dan gula. Dengan usaha kolektif dari produsen dan konsumen tersebut dapat mewujudkan kehidupan yang sehat dan berkelanjutan.

Simak video berikut ini

#ChangeMaker 

;
Loading
Artikel Selanjutnya
5 Tips Memulai Bisnis Online di Tengah Pandemi Corona
Artikel Selanjutnya
Terlalu Baik dan Berpikiran Positif, 4 Zodiak Ini Jadi Gampang Dibohongi