Sukses

Lifestyle

Anugerah Terindah, Kisah Cinta Pasangan dengan Disabilitas yang Menyentuh Hati

Fimela.com, Jakarta "Dia adalah anugerah terbesar dalam hidup saya," kata Bhairappa usai menikahi Roopa. 

Hari Disabilitas Internasional kali ini dipenuhi begitu banyak harapan dan berita menggembirakan. Salah satunya, kisah cinta Bharappa dan Roopa yang menikah usai bertemu di sebuah kafe. Bhairappa bekerja di Mitti Cafe, di kawasan Bengaluru, India. Keduanya bertemu setahun lalu, saat mereka bekerja di sebuah even catering luar ruangan. 

Bagi Bhairappa, Roopa adalah cinta pandangan pertama. Baik Bharappa dan Roopa keduanya memiliki disabilitas, dimana mereka tidak bisa tumbuh tinggi seperti orang lain. Namanya, dwarfism. Meski mereka terlihat kecil, namun mereka tetap gesit dan bekerja dengan keras di kafe. 

Meski bagi Bhairappa Roopa adalah cinta pada pandangan pertama, namun Alina Alam adalah kunci keberhasilan kisah cinta mereka. Dilansir dari thebetterindia.com, Alina merupakan pemilik Mitti Cafe dimana kisah cinta kedua sejoli ini bermula. 

Menurut Alina, Bhairappa sudah lama mendambakan kehidupan rumah tangga dan menemukan seorang perempuan dambaannya. Namun, hubungan tersebut tidak pernah berjalan dengan baik. Bhairappa selalu diolok-olok karena ukuran tubuhnya dan disabilitasnya. Bahkan, menurut Alina, sebagian orang mengatakan tidak akan ada perempuan yang ingin dinikahkannya. 

Anugerah Terbesar dalam Hidup Bhairappa

"Meski keduanya bekerja di kafe yang berbeda, namun sebuah acara catering menyatukan mereka. Sejak bertemu pertama kali, Bhairappa dan Roopa tidak pernah terpisahkan. 

"Saya tahu saya ingin menikah dan saya sudah bilang juga kepada Bu Alina beberapa kali. Orang-orang selalu meremehkan dan mengejek saya tapi saya tidak menyerah," ungkap Bhairappa. Namun, setelah menemukan Roopa, Bhairappa mengatakan istrinya merupakan anugerah yang paling besar dalam hidupnya. 

Sementara, bagi Roopa pernikahan justru tidak pernah terpikirkan olehnya. Pasalnya, untuk bisa mendapatkan pekerjaan layak saja sangat sulit. Besar di sebuah desa bernama Koppal, orang-orang di skitar menganggap Roopa tidak bisa melakukan apa pun. 

"Untuk mengubah realita ini, saya meninggalkan desa dan pindah ke kota untuk menemukan jati diri saya," katanya. "Ketika Bhairappa datang ke kafe untuk mencari pekerjaan, dia bahkan tidak tahu apa pun. Bahkan, mengenakan alas kaki dan menggosok gigi saja sangat tidak familiar dalam kehidupannya." 

Sebelum bekerja di kafe, Roopa ditolak 7 bursa kerja karena disabilitasnya. Dia bahkan sudah menjalani 80 proses wawancara yang semuanya gagal. Namun, kini Roopa dan Bhairappa hidup bahagia bersama, dan merasa dimanusiakan sejak bekerja di kafe tersebut. 

#ChangeMaker

Simak Video Berikut

Loading