Sukses

Lifestyle

5 Cara agar Usahamu Tak Rugi di Masa Pandemi

Fimela.com, Jakarta Siapa sih yang tak ingin usahanya sukses dijalankan, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini? Namun, menjalankan usaha kadang tak semulus rencana yang diharapkan. Kadang ada saja hambatan, yang membuat usaha yang digeluti harus menerima kegagalan.

Nah, agar hal tersebut tak sampai terjadi berulang kali, Komunitas BukaLapak bekerja sama dengan Zurich Group mengadakan kelas online. Mengangkat tema 'Strategi agar Usaha Tidak Rugi? Di Sini Jawabannya!', acara yang masih bagian dari rangkaian Festival Kreatif Lokal 2020 ini menghadirkan solusinya buat teman-teman pengusaha.

Derry Avianto, selaku ADMF Business Development Head Adira Insurance pun membagikan beberapa kiatnya. Seperti apa?

 

Pastikan Kondisi Keuangan Aman

Selalu lakukan pemeriksaan mendalam terhadap kondisi keuangan bisnis, lebih-lebih di masa seperti sekarang ini. Sebab, tak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Hal terpenting yang perlu dipastikan terlebih dulu adalah posisi likuiditas bisnis. Pastikan seberapa besar likuiditas yang dimiliki dan seberapa lama likuiditas tersebut bisa menjamin keberlangsungan bisnis yang dimiliki.

Cek Status Aset dan Utang

Selain kondisi keuangan, cek juga status aset dan jumlah utang. Jika sudah, kurangi jumlah aset dengan jumlah utang. Dari situ, Derry menjelaskan jika pemilik usaha bisa memproyeksikan keberlangsungan bisnis yang dijalankan.

Bikin Rencana Bisnis Baru

Menurut Derry, pelaku usaha harus jeli mengantisipasi dan beradaptasi dengan beragam perubahan maupun risiko yang akan terjadi pada bisnis yang dimiliki. Setelah mampu memproyeksikan dengan tepat, lanjutkan dengan membuat rencana bisnis baru.

Rencana tersebut dapat diimplementasikan dengan membuat strategi pemasaran, distribusi, sistem pemodalan, hingga pola pengeluaran. Tujuannya agar bisa meningkatkan kemampuan usaha, terutama dalam bertahan saat kondisi keuangan sulit.

"Salah satunya bisa dengan coba menerapkan strategi digital marketing. Selain bisa menghemat budget promosi, juga bisa menjadi strategi distribusi untuk memperluas jangkauan bisnis," ungkapnya.

 

Jangan Lupa Mencatat Pola Pengeluaran

Secara umum pengeluaran dikelompokkan ke dalam 4 pos, yaitu primer yang berkaitan dengan biaya operasional, kewajiban berkaitan dengan upah atau gaji pekerja, sekunder dan investasi. Menurut Derry, tandai beberapa pengeluaran sekunder, kemudian alihkan untuk modal tambahan maupun investasi.

Terapkan Manajemen Risiko

Tak kalah penting, terapkan manajemen risiko. Hal ini penting dilakukan untuk menghadapi potensi kerugian yang mungkin bakal terjadi akibat beragam risiko bisnis. Nah, untuk mengetahuinya, pemilik usaha perlu menganalisa risiko apa saja yang bakal terjadi. Bagaimanapun sang pemiliklah yang lebih paham kondisi bisnisnya.

"Selain itu, beberapa strategi manajemen risiko yang bisa diterapkan adalah menanggung sendiri kerugian yang mungkin disebabkan oleh sebuah risiko, menghindari risiko, mengurangi potensi risiko, serta mengalihkan pengelolaan riisko dan kerugian yang mungkin terjadi," imbuhnya.

Di sinilah pentingnya menggunakan perlindungan asuransi, terutama agar aset-aset berharga termasuk tempat usaha bisa terjamin keamanannya. Bahkan, potensi kerugian dapat diminimalkan dengan mengasuransikan aset-aset berharga akibat hal-hal yang mungkin terjadi, seperti bencana alam, kebakaran dan semacamnya.

Adira Insurance yang merupakan bagian dari Zurich Group hadir untuk memberikan perlindungan tempat usaha beserta isinya, dari beragam risiko, seperti kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, asap, kerusuhan, pembongkaran maupun tanah longsor. Melalui asuransi ini pula, pemilik usaha juga akan mendapatkan jaminan akibat kecelakaan yang menyebabkan kematian dan cacat tetap bagi tertanggung maupun anggota keluarga.

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Pelit atau Irit? Simak Perbedaan yang Harus Kamu Ketahui
Artikel Selanjutnya
Kadang, Bagian Terbaik dari Sebuah Impian adalah Perjalanan dalam Mewujudkannya