Sukses

Lifestyle

VUCA dan ERIC, Dua Istilah Keren yang Bantu Wujudkan Kesuksesan UMKM

Fimela.com, Jakarta Pandemi membawa banyak keresahan, termasuk para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mulai dari tersendatnya penjualan, kehabisan modal, hingga terpaksa mengurangi tenaga kerja. Imbasnya begitu besar, tak sedikit usaha yang menyerah dan gulung tikar.

Beruntungnya, para finalis Festival Kreatif Lokal 2020 didampiringi oleh para trainer berpengalaman, yang berbagai ilmu dalam mengelola bisnisnya. Di hari ketiga, Business Coach kali ini dibawakan oleh Ruben Saragih dari Prasetiya Mulya dan akan mengulas Agile Business Planning.

Mengenal dan Memahami VUCA

UMKM diprediksi akan kembali melewati krisis, yang kali ini dipicu oleh pandemi COVID-19. Kelebihannya untuk bergerak gesit dan tanggap pada perubahan ini juga ditentukan oleh respon yang diberikan saat menghadapi VUCA.

Merupakan akronim dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity, istilah ini sendiri berasal dari United States Army War College yang dipakai untuk menggambarkan dampak Perang Dingin. Konsep VUCA ini pun diadopsi ke dunia bisnis dan dipercaya mampu mengurangi kerugian yang bisa terjadi.

Ruben mengingatkan untuk mengasah kemampuan beradaptasi dengan cepat, terutama di momen terburuk. Selain itu, hindari terjebak oleh rutinitas tanpa tahu apa yang sedang terjadi di luar kesibukanmu dan buat keputusan dengan cepat dan tepat, meskipun informasi yang didapat belum begitu jelas.

Menang Tanpa Pertempuran dengan ERIC

Agar bisnis lebih mudah beradaptasi dan bertahan, kunci suksesnya adalah ketika sanggup mengubah problem yang muncul menjadi peluang. Miliki pola pikir yang berbeda, salah satunya memenangkan persaingan dengan ERIC.

Istilah ini merupakan akronim dari Eliminate yang artinya menghilangkan fungsi atau aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Dilanjutkan dengan Reduce atau kurangi tahap yang dianggap berlebihan, Increase dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, hingga Create sesuatu yang positif dan baru bagi bisnismu.

Tentukan Business Model yang Tepat

Bisnis itu penuh dengan persaingan, tapi kali ini bukan pada produk melainkan business model-nya. Ruben menyebutkan Business Model Canvas sebagai yang termudah untuk diaplikasikan pada bisnis yang baru dirintis.

Pertimbangkan langkah-langkahnya seperti Value Proposition, Customer Segment, Channels, Customer Relationship, Key Activities, Key Resources, Key Partners, Cost Structure, hingga Revenue Stream. Selain itu, Ruben juga mengingatkan jika bisnismu akan besar jika mampu merespon feedback dari pelanggannya dan mau menvalidasi pasar.

Jika merasa business model yang digunakan mulai ketinggalan, perbaharui dengan business model redesign yang lebih sesuai dengan bisnismu. Lengkapi dengan Corporate strategy yang terdiri dari Product Penetration, Market Development, Product Development, atau Business Diversification.

Meskipun hanya berjalan kurang lebih 2 jam, nyatanya sesi Business Coach yang dipandu oleh Ruben Saragih ini memberikan banyak ilmu baru. Semoga bukan hanya para finalis FKL 2020 saja yang bisa makin baik mengelola usahanya, tapi juga menjadi inspirasi bagi pelaku bisnis kecil lainnya. (*/eth)

Atta Halilintar dan Aurel Dikritik Gara-gara Bunga Edelweis
Loading