Sukses

Lifestyle

Ramadan Selalu Menjadi Bulan yang Kurindukan

Fimela.com, Jakarta Selalu ada cerita, pengalaman, dan kesan tersendiri yang dirasakan tiap kali bulan Ramadan datang. Bahkan ada kisah-kisah yang tak pernah terlupakan karena terjadi pada bulan suci ini. Tiap orang pun punya cara sendiri dalam memaknai bulan Ramadan. Tulisan kiriman Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Berbagi Cerita tentang Indahnya Ramadan di Share Your Stories Bulan April ini pun menghadirkan makna dan pelajaran tersendiri.

***

Oleh: Risqy Putri

Seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan Ramadan selalu menjadi bulan yang selalu dirindukan bagi setiap umat Islam di penjuru dunia. Tentunya, di mana menjadi bulan yang penuh akan rahmat dan berkah-Nya.

Bulan Ramadan selalu menjadi ciri khas adanya petasan sebagai penanda merayakan bulan suci ini, adanya pengeras suara masjid yang selalu membangunkan sahur setiap dini hari dan orang-orang berlomba-lomba menanam kebaikan, memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, serta berkumpul bersama keluarga dan menjalin silaturahmi bagi setiap manusia.

Kerinduan dalam bulan puasa Ramadan bagiku adalah masakan ibu yang selalu menjadi bagian terpenting dalam setiap momen berbuka dan sahur. Masakan ibu yang selalu memiliki cita rasa yang khas bagi setiap anggota keluarga, makanya kenapa banyak orang yang merantau yang ingin sekali pulang hanya karena merindukan masakan ibu di rumah.

Momen kegiatan yang biasa aku lakukan bersama ibu adalah memasak bersama dan menghidangkan makan berbuka dan sahur adalah salah satu momen yang tidak bisa terlupakan dalam ingatanku. Kebersamaan bersama keluarga juga merupakan poin penting dalam menyambut bulan Ramadan, karena di bulan itulah merasakan adanya kehangatan dan keseruan untuk berbagi kebaikan, menyatukan perbedaan dan mengisi hari-hari dengan hal yang positif selama bulan Ramadan.

Kebersamaan dan Kehangatan selama Bulan Ramadan

Sebenarnya banyak cerita yang benar-benar aku rindukan pada bulan Ramadan ini, terutama pada saat sahur. Sahur merupakan bagian yang terkadang malas sekali untuk bangun hanya untuk makan sahur, tapi bukankah sahur merupakan kebutuhan bagi setiap orang muslim untuk menjalankan puasa wajib?

Kadang-kadang ibu suka marah ketika ada anggota keluarga yang sulit sekali untuk bangun sahur, terutama diriku. Ibu pernah marah padaku karena aku tidak bangun-bangun sampai terkadang ibu menyipratkan sedikit air ke wajahku atau kadang meraih tanganku agar bangun dari tidurku. Memang ibu adalah alarm sahurku yang ketika sudah berbunyi, aku harus segera bangun dari mimpiku. Eh, bukan bangun lagi melainkan harus segera melaksanakan tugas.

Bulan Ramadan selalu menjadi bulan yang penuh berkah bagi setiap orang muslim yang merayakannya. Oleh karena itu, masjid selalu ramai dikunjungi bagi setiap warga sekitar atau musafir yang sedang melakukan perjalanannya. Tak heran jika pintu masjid selalu terbuka lebar bagi siapapun karena pengurus masjid selalu menyebarkan kebaikan untuk berbagi makanan dan minuman bagi mereka yang datang ke masjid.

Setiap bulan Ramadan, aku dan teman-temanku selalu berencana untuk saling jemput-menjemput dari rumah ke rumah kami masing-masing, karena memang rumah kami ada yang dekat dan ada yang jauh. Selalu begitu rencana kami selama Ramadan datang ke masjid untuk mengaji, berbuka puasa bersama dan sholat tarawih bersama. Meskipun sesekali kami lebih banyak bercanda atau mengobrol saat sholat tarawih.

Saat-saat kebersamaan itulah yang selalu aku rindukan di bulan Ramadan ini. Adanya kehangatan dan kebersamaan dalam berbagi di setiap harinya di bulan yang penuh berkah ini, kerinduan akan momen-momen penting yang selalu menjadikan diri kita bermakna dan menjadi pribadi yang lebih baik untuk ke depannya.

#ElevateWomen

Loading
Artikel Selanjutnya
Padu Padan Outfit Berbahan Satin untuk Tampil Cantik di Hari Lebaran
Artikel Selanjutnya
Kreasi Menu Ramadan Ala Chef Arnold dari Bahan Makanan Sehari-hari