Sukses

Lifestyle

Ambigu adalah Ketaksaan dalam Kata dengan Beragam Makna, Kenali Jenis-Jenisnya

Fimela.com, Jakarta Ambigu adalah jenis kata yang kerap kali membingungkan. Ambigu adalah salah satu penyebab kesalahan atau kekeliruan tafsir suatu kata atau kalimat. Kata atau pernyataan yang ambigu menyebabkan ketidakjelasan dan kebingungan.

Ambigu adalah konsep yang dimungkinkan ditemukan dalam sastra, ide, pernyataan, seni, musik, bahkan matematika. Terkadang, ambigu adalah salah satu cara memberikan kedalaman dan kompleksitas dalam satu karya. Ambigu adalah bagian dari ketatabahasaan yang penting dipelajari. 

Ambigu adalah istilah yang kerap dikaitkan dengan dua atau lebih makna dalam satu kata atau kalimat. Meskipun ambiguitas dianggap sebagai kekurangan dalam menulis, banyak penulis menggunakan teknik ini untuk memungkinkan pembaca memahami karya mereka dalam berbagai cara.

Untuk lebih jelasnya, Fimela.com kali ini akan mengulas makna ambigu beserta jenis-jensinya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

 

Pengertian Ambigu

Menurut KBBI, ambigu adalah sesuatu yang bermakna lebih dari satu. Ini membuat kadang-kadang sebuah kata atau kalimat menimbulkan keraguan, kekaburan, ketidakjelasan, dan sebagainya. Ambigu adalah konstruksi ketatabahasaan yang memiliki lebih dari satu penafsiran.

Ambiguitas berasal dari bahasa Inggris yaitu ambiguity yang berarti suatu konstruksi yang dapat ditafsirkan lebih dari satu arti. Ambiguitas sering juga disebutketaksaan. Ambigu adalah ide atau situasi yang dapat dipahami dengan lebih dari satu cara. Ini meluas dari kalimat yang ambigu (yang bisa berarti satu atau lain hal) hingga alur cerita yang ambigu dan argumen yang ambigu.

Sebuah kata, frase, atau kalimat bersifat ambigu jika memiliki lebih dari satu arti. Adanya kalimat ambigu dapat menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan isi atau maksud dari bacaan. Ambigu dapat ditemukan baik dalam bahasa yang disampaikan secara lisan maupun tertulis. Terkadang ambiguitas bisa menjadi hal yang baik, terutama dalam puisi dan mendongeng.

Kata atau kalimat ambigu dapat timbul dalam berbagai variasi tulisan atau tuturan. Jenis-Jenis ambiguitas di antaranya adalah ambiguitas fonetik, ambiguitas gramatikal, dan ambiguitas leksikal.

Ambiguitas Fonetik

Ambiguitas fonetik muncul akibat berbaurnya bunyi - bunyi bahasa yang dilafalkan. Jenis ambigu fonetik terbentuk saat kata atau kalimat jika dilafalkan terlalu cepat dapat mengakibatkan keraguan maknanya. Ambiguitas fonetik terjadi ketika adanya persamaan bunyi kata saat diucapkan.

Contoh dari ambiguitas fonetik adalah:

Beruang: Beruang bisa berarti mempunyai uang atau nama binatang.

Jarak: Jarak bisa berarti rentang wilayah atau nama sejenis tumbuhan.

Hak: Hak mempunyai dua arti, yakni yang menyatakan milik dan bagian sepatu wanita.

Salam: Kata salam bisa berarti sapaan dan nama bumbu dapur.

Gelar: Gelar bisa bermakna pangkat atau membuka gulungan tikar.

Batu: Kata batu bisa bermakna nama benda padat yang sangat keras atau nama kota di Jawa Timur.

Bunga: bunga bisa bermakna tanaman atau imbalan yang digunakan pada penggunaan uang atau modal di bank.

Ambiguitas Gramatikal

Ambiguitas atau ketaksaan pada tingkat gramatikal terjadi pada proses pembentukan pada tingkat kebahasaan, yaitu morfologi (morfem dan kata) dan sintaksis (frasa, klausa, dan kalimat).

Pada tataran morfologi, ambiguitas mengakibatkanperubahan makna. Misalnya pada kata ‘pemukul’ dapat bermakna ganda ‘orang yang memukul’ atau alat untukmemukul.

Pada tataran sintaksis, ambiguitas muncul pada frasa, klausa, dan kalimat. Tiap kata yang membentuk frasa atau kalimat itu telah jelas, tetapi dalam pengombinasiannya dapat memiliki tafsiran lebih dari satu pengertian. Frasa orang tua dapat bermakna ‘orang yang tua’ atau ‘ibu-bapak’.

Ambiguitas Leksikal

Ambiguitas pada tingkat leksikal meliputi polivalensi, ketidakjelasan batas makna suatukata, dan penggunaan gaya bahasa. Setiap kata atau frasa dalam bahasa kadang memiliki makna lebih dari satu, sehingga pendengar atau pembaca sering melakukan kesalahan dalam menafsirkan makna tersebut.

Ambiguitas seperti ini yang menyebabkan makna suatu kata dapat saja berbeda tergantung pada konteks kalimatnya. Ambiguitas leksikal terkadang digunakan dengan sengaja untuk membuat permainan kata dan jenis permainan kata lainnya.

Dalam tataran leksikal, ambiguitas dapat dilihat dari dua sisi. Sisi pertama adanya gejala polisemi. Misalnya kataharam dalam bahasa Indonesia dapat bermakna:

  1. Terlarang, tidak halal
  2. Suci, tidak boleh dibuat sembarangan
  3. Sama sekali tidak, sungguh-sunguh tidak
  4. Terlarang oleh undang-undang, tidak sah.

Sisi kedua adalah homonim yaitu kata - kata yang sama bunyinya. Dalam bahasa Indonesia, bisa berarti dapat atau racun. Pukul berarti jam atau ketuk. Sisi kedua ini tidak menimbulkan ambiguitas apabila dilihat penggunaannya dalam konteks.

Loading
Artikel Selanjutnya
6 Manfaat Minyak Wijen untuk Kesehatan dan Kecantikan Tubuh
Artikel Selanjutnya
5 Cara Membuat Cireng yang Mudah dan Enak