Sukses

Lifestyle

Meredam Sedih karena Gagal Menikah di Pantai Batukaras

Fimela.com, Jakarta Setiap kali kita melakukan perjalanan, selalu ada cerita yang berkesan. Bepergian atau mengunjungi sebuah tempat memberi kenangan tersendiri di dalam hati. Tiap orang pastinya punya pengalaman atau kisah tak terlupakan tentang sebuah perjalanan, seperti tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My Trip Story: Setiap Perjalanan Selalu Memiliki Cerita berikut ini.

***

Oleh: Ayu Diah Nur'azizah

Gagal menikah mungkin menjadi salah satu pukulan yang keras untuk seorang perempuan. Hasrat untuk menyalahkan diri sendiri, rasa malu, dan merasa kurang akan menghantui selama luka dari pukulan itu belum sembuh. Aku kehilangan diriku sendiri saat itu, lalu aku memutuskan untuk solo trip ke Pantai Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Perjalanan yang cukup panjang, delapan jam perjalanan dengan menggunakan travel bus dari Kota Bandung. 

Batukaras yang sepi, hanya ada kapal-kapal nelayan yang bersandar di bahu pantai dan beberapa warung kecil yang menjajakan minuman-minuman dingin. Mungkin karena saat aku kesana bukanlah hari libur. Hanya ada aku dan warga-warga asli di sana. Anak-anak yang bermain di depan cottage tempatku menginap juga merupakan anak-anak dari pegawai cottage tersebut. Aku sempat membayangkan, bagaimana rasanya bisa tinggal di dekat pantai dan melihat keindahannya setiap hari. Heu, aku ingin ketenangan itu setiap hari.

Berdamai dengan Diri Sediri

Aku duduk di atas sebuah bangku yang terbuat dari batang pohon kelapa di pinggir pantai, tentu saja sendirian. Mencoba memahami bagaimana cara langit memeluk laut yang entah di mana ujungnya, atau sekedar menyentuh pasir yang senantiasa basah di bawah terik matahari pantai. Hal-hal kecil yang menyadarkan bahwa Tuhan sangat baik, Tuhan tidak hanya menciptakan manusia dengan segala cerita senang dan sedihnya. Tapi Tuhan juga ciptakan cerita untuk seluruh isi semesta. Manusia dan alam memang seharusya saling membantu, saling menyembuhkan, saling menyelaraskan, dan aku sedang membuat cerita baru dengan mereka saat itu.

Katanya, luka jika terkena air garam akan semakin perih. Tapi luka yang ini sepertinya harus ikut larut dengan air garam laut selatan Jawa di Pantai Batukaras. Entah bagaimana mulanya, tapi langit, laut, angin, dan seluruh elemen semesta di sana seperti merangkai segala yang patah di dalam tubuhku.

Tiga hari di Batukaras yang membangunkanku bahwa ternyata aku tidak butuh orang lain untuk mengutuhkan diriku sendiri. Aku hanya perlu berbicara dengan diriku sendiri, dibantu oleh semesta untuk merapikannya dan jadilah seorang aku yang siap dicintai sebagai manusia yang utuh.

#ElevateWomen

Ultah Ke-25, Hoshi SEVENTEEN Donasi Rp 1,27 Miliar ke Kampung Halaman
Loading
Artikel Selanjutnya
Mendaki Gunung Merbabu bersama Suami, Perkuat Diri Jalani Kehidupan Rumah Tangga
Artikel Selanjutnya
Ketika Tuhan Menjawab Doa Terindahku: Perjalanan Penuh Haru di Mekkah dan Madinah