KAPANLAGI NETWORK
MORE

Sejak Usia 11 Tahun Meghan Markle Sudah Perjuangkan Kesetaraan Gender

Rabu, 06 Desember 2017 12:30 Oleh: Monica Dian

Lebih dalam mengenal sosok Meghan Markle. Tidak hanya cantik di depan kamera, tapi juga berkharisma ketika berpidato. Tidak salah Pangeran Harry jatuh hati padanya.

 

Pangeran Harry dan Meghan Markle resmi bertunangan, we believe you heard the news quite a lot. Spontan, sebagai perempuan yang berhasil mengambil hati pangeran Inggris, Markle mendadak jadi sosok yang paling disorot. Tidak terkecuali soal aktivitasnya di masa lampau, terutama ketika ia berpidato di konferensi Perempuan PBB di tahun 2015. Video pidatonya yang inspiratif itu pun menjadi viral baru-baru ini.

Di pidatonya, perempuan berdarah Amerika-Afrika ini bercerita bagaimana ia sudah mulai concern terhadap kesetaraan gender sejak usia 11 tahun. Bermula dari sebuah iklan sabun cuci piring yang memiliki tagline “Women all over America are fighting greasy pots and pans”. Hal tersebut dijadikan lelucon oleh dua teman laki-lakinya di sekolah yang mengatakan perempuan memang ditakdirkan untuk berada di dapur. Sontak Markle marah sekaligus sedih mendengarnya, kecewa mengapa perempuan selalu diatur untuk melakukan pekerjaan rumah.

Dari situ, ia dimotivasi oleh sang ayah untuk menulis surat kepada sosok berpengaruh untuk menyampaikan aspirasinya sebagai upaya membuat perubahan. Dan ya, si kecil Markle pun kemudian menulis surat untuk First Lady Hillary Clinton, host Nick News Linda Ellerbee, dan pengacara Gloria Allred, berisi soal tagline iklan sabun cuci piring keluaran Procter & Gamble yang diresahkannya. Tidak lama, Markle mendapat surat balasan berupa dukungan dari tiga orang besar tersebut. Bahkan Nick News mengirimkan seorang crew kamera supaya Markle dapat membuat video kampanye perubahan.

Hasilnya? P&G mengubah tagline iklannya dari “Women all over America” menjadi “People all over America”, yang berarti tidak hanya perempuan yang cuci piring, tapi juga laki-laki. Mengindikasikan perempuan setara dengan laki-laki.

“Itulah saat dimana aku sadar betapa besarnya pengaruh dari apa yang aku lakukan,” terangnya. “Di usia 11 tahun, aku bisa melakukan perubahan kecil untuk sebuah kesetaraan.”

Melihat bagaimana cara perempuan kelahiran 4 Agustus 1981 ini berpidato, tidak mengherankan mengapa Pangeran Harry jatuh bertekuk lutut padanya. Selain sebagai aktris, Markle dikenal pula sebagai seorang aktivis kemanusiaan (daftarnya lumayan banyak bila ingin dicek satu persatu). Dengan kharisma saat memotivasi melalui pidatonya, sangatlah layak Markle bersanding dengan sang Duch yang dicintai oleh seluruh rakyat Inggris maupun dunia. Anyway, seiring dengan viralnya video pidato ini, mungkinkah penjualan sabun cuci piring Procter & Gamble meningkat? Besar kemungkinannya seperti itu.

Komentar Anda
Keep going