Sukses

Lifestyle

Adidas Dukung Perempuan Indonesia Jadi Ahli di Bidang Teknologi

Jakarta Di era digital, dimana semua hal bisa diakses dengan teknologi dan internet, peran engineer perlahan menjadi pondasi kuat. Mendengar kata engineer, pasti lekat dengan pekerjaan laki-laki. Padahal, nyatanya cukup banyak perempuan yang terjun ke dunia teknik. Seperti yang dikatakan Alamanda Shantika, founder Binar Academy yang pernah jadi petinggi Gojek, banyaknya engineer perempuan sekitar 10% saja. Meski jumlahnya masih sedikit dibanding laki-laki, setidaknya ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki kemampuan yang sama seperti laki-laki.

Itulah mengapa adidas tergerak untuk menginspirasi dan mendukung perempuan agar terus berkreasi tanpa peduli akan batasan gender melalui kampanye “See My Creativity, Not My Gender”. Bekerja sama dengan Andien Aisyah selaku Creator adidas Indonesia, adidas mendonasikan 150 juta rupiah untuk Binar Academy, yayasan yang menyediakan sekolah programmer gratis.

Di acara perkenalan kampanye global adidas terbaru ini di Blue Terrace, Ayana Hotel, beberapa hari lalu, Senior Brand Activation Manager adidas Indonesia Ivon Liesmana menyebutkan industri olahraga dan teknologi adalah dua bidang yang terlihat jelas banyaknya persepsi gender stereotype mengenai tingkat kemampuan perempuan. Itulah mengapa, brand sports wear ini mengkolaborasikan kampanye “See My Creativity, Not My Gender” dengan Andien dan Binar Academy untuk menginspirasi perempuan untuk terus maju melalui olahraga dan teknologi. Bersama Binar Academy, adidas ingin meningkatkan keahlian programmer perempuan yang berpotensi mengubah dunia melalui teknologi.

Sekaligus dalam rangka memperingati International Women’s Day 8 Maret ini, Andien, Alamanda, dan Ivone duduk bersama, berbagi sudut pandang menarik soal women empowerment. Andien yang karier-nya tidak bisa lepas dari peran media sosial sangat meng-encourage perempuan untuk lebih bijak menggunakan internet. Memang benar, perempuan sangat suka berbagi, tapi seharusnya bukan berbagi informasi buruk tentang perempuan lainnya. Bukankah ini justru menjatuhkan?

Alamanda yang sejak usia 14 tahun sudah berkutat dengan coding berpendapat bahwa keterbatasan perempuan pada dasarnya berawal dari diri sendiri. Sebenarnya kemampuan perempuan setara dari laki-laki. Hanya saja karena ragu (terkait dengan stigma bahwa diri ini adalah perempuan), secara tidak sadar kita justru menyembunyikan kemampuan tersebut. Namun yang tidak boleh dilupa, persepsi gender seharusnya tidak membuat perempuan jadi lebih dari laki-laki, melainkan setara sehingga tidak ada kompetisi antar gender.

Hal serupa juga diutarakan Ivon. Namun, ia menambahkan agar perempuan berhenti menyalahkan dirinya sendiri ketika menemui kegagalan. Kesalahan tidak selalu ada pada diri kita. Because at the end of the day, only us who can help ourselves. Stand on your own, after all.

Happy International Women’s Day!

 

BACA JUGA:

CEPAT DAN CHIC, ATLET LARI ANDALAN INDONESIA DI ASIAN GAMES 2018 EMILIA NOVA

What's On Fimela
Loading