KAPANLAGI NETWORK
MORE

Profile: Demna Gvasalia, Desainer di balik Melejitnya Balenciaga dan Vetements

Selasa, 20 Desember 2016 17:00 Oleh: Jessica Esther

Masih muda, pernah menjadi desainer senior di rumah mode Louis Vuitton dan Maison Martin Margiela. Dia adalah Demna Gvasalia, Creative Director terbaru Balenciaga.

Demna Gvasalia (Foto: businessoffashion.com)

Bila ada laki-laki yang paling berpengaruh dan mampu membuat geger dunia fashion dalam setahun terakhir, maka dia adalah Demna Gvasalia. Sosok yang setahun terakhir memegang Balenciaga, dan lebih dulu bersama kelompok desain kolektifnya membuat Vetements - sebuah brand independen asal Paris - menjadi brand high fashion paling revolusioner di lingkaran fashion week juga bisnis fashion global.

Who is he?

Demna Gvasalia sebelumnya pernah bekerja di rumah mode Maison Martin Margiela (MMM) dan Louis Vuitton sebagai Senior Designer. Kemudian di tahun 2014, Demna bersama beberapa fashion designer lain mendirikan sebuah brand kolektif bernama Vetements. Sejak musim panas tahun 2014, Vetements secara rutin selalu mengadakan fashion show di Paris Fashion Week.

 

Balenciaga Fall Winter 2016 (fashionisers.com)

From no one to someone

Menjabat sebagai Senior Designer di dua rumah mode terkenal, nama Demna tak langsung terdengar. Pasalnya ia bukanlah orang nomor satu di rumah mode tersebut. Namun, membawahi tim desain untuk MMM dan Louis Vuitton tentu memberi pengalaman yang berharga untuk kariernya. Terbukti setelah Vetements lahir, brand Paris tersebut tak henti-hentinya dibicarakan oleh banyak fashionista. Apalagi, desain Vetements sangat modern, tidak mainstream, yang pastinya akan menjadi angin segar bagi para penggemarnya, salah satunya Alexa Chung.

 

(foto: catalog magazine)

Mr. Capable

Alasan terpilihnya Demna Gvasalia murni berasal dari kemampuannya merealisasikan rumus fashion menjadi koleksi yang dapat membuat semua orang terkagum. Francois -Henri Pinault selaku CEO dari Kering, mengatakan “Demnna is unique approach to the profession, marked by a sociological observation of the wardrobe's essentials”. Sedangkan CEO Balenciaga, Isabelle Guichot menyebutkan bahwa Demna adalah seseorang yang “capable of reshuffling the cards”. Mengingat Kering menunjuk the unfamous, Alessandro Michele, untuk Gucci dan sukses membuat brand Italia tersebut jadi melesat jauh ke depan, mungkin hipotesa yang kuat juga melandasi terpilihnya Demna Gvasalia.

 

The trends

Terbukti, kreasi-kreasinya untuk Balenciaga dan Vetements memberi pengaruh besar di sirkulasi bisnis fashion global. Apa saja?

Bisa kita mulai dengan desainnya yang bergaya unisex. Ini terlihat sekali di Vetements. Siluet-siluet yang cukup extreme, juga terlihat di karyanya untuk Balenciaga. Pendekatan Couture yang ingin mengubah cara perempuan modern berpakaian sehari-hari (bahkan pada koleksi ready to wear), dan pada gilirannya menghasilkan perasaan yang berbeda pula bagi yang memakainya.

Image: Lyst.com

Produk-produk budaya populer yang dijadikan inspirasi, namun menginterpretasikannya dengan cara dan gaya baru. Seperti kaos DHL Vetements yang sangat populer. Coat hitam berukuran ekstra besar dengan tulisan Vetements di bagian belakang, yang juga favorit street style. Jeans dengan ujung terpotong dan pola saku belakang yang unik. Atau lengan kepanjangan yang kemudian dicontek banyak brand-brand lain, bahkan di Indonesia. Lalu ada rekonstruksi tailoring yang terlihat menjadi styling unik di Balenciaga, mempertemukan jenis fitting yang beragam (fit dan unfit). Terakhir ada tas kulit berukuran besar dengan motif garis warna warni yang mengingatkan pada tas belanja yang populer di Asia. Penggabungan elemen couture dan sex yang mendapat pendekatan every day use. Penjabaran yang sangat disukai oleh selebriti seperti Rihanna dan Kylie Jenner.

 

image: Vogue

The revolution

Balenciaga dan Vetements meninggalkan kalender fashion konvensional, dengan hanya 2 koleksi setahun. Tak ada koleksi pre fall. Demna juga membuat koleksi menswear pertama untuk Balenciaga, di mana Cristobal Balenciaga sendiri sebagai pendiri dan empunya nama brand terkenal itu tidak pernah merilis koleksi untuk laki-laki. Bahkan untuk koleksi Spring 2017 Vetements, brand independen ini berkolaborasi dengan 17 brand papan atas lainnya.Demna memesan banyak barang dari Levi's, Brioni, Manolo Blahnik, sampai Juicy Couture lalu mengolahnya lagi menjadi produk yang benar-benar baru namun dengan gaya Vetements.Langkah komersial yang mengejutkan, dan jelas menggerakkan pasar dengan sebuah energi kreatif yang begitu segar. Meski penjualan belum tentu terdongkrak. But, still, interesting.

 

 Balenciaga, menswear, spring 2017 (image: InDigital.tv)

 

Komentar Anda
Keep going