Sukses

News & Entertainment

Eksklusif, Kehidupan Baru Enji, Mantan Suami Ayu Ting Ting

Fimela.com, Jakarta Kelahiran, jodoh,  dan maut adalah misteri dari Sang Pencipta yang akan terjadi pada setiap insan. Setelah menyudahi hubungan dengan Ayu Ting Ting, kini Henry Baskoro Hendarso atau biasa dikenal dengan Enji sudah menemukan tambatan hatinya yang baru. Ia berjodoh dengan sahabat lamanya sendiri, namanya Rosmanizar.  Kini babak baru sudah dimulai oleh pasangan Enji dan Niza.

***

Pasangan Enji-Niza sudah melangsungkan pernikahan sederhana di Palembang 22 Agustus 2015. Diakui Enji, ia dan Niza memang tidak mau menggelar pesta mewah dan meriah seperti yang biasa dilakukan selebriti untuk pernikahan. Yang penting, bagi keduanya adalah kesakralan prosesi akad nikah. Karena itu, hanya keluarga dekat dan sahabat yang menghadiri acara akad nikah dan juga resepsi pernikahan mereka.

Dan ternyata jodoh memang susah diterka. Enji dan Niza yang awalnya sahabat dan kerap saling curhat satu sama lain malah berjodoh. Baik Enji maupun Niza kaget saat mendapati kenyataan hubungan mereka bisa sampai di pelaminan. Begitu juga teman, dan keluarga yang sudah mengetahui kalau mereka akrab sebagai sahabat.

Baca juga: Enji Mantan Suami Ayu Ting Ting, Menikah Lagi

 Henry Baskoro Hendarso

Usai akad dan resepsi pasangan ini ternyata belum sempat honeymoon atau berbulan madu. Bukannya mereka tak ingin, namun kesempatan untuk melakukan perjalalan khusus itu yang belum ada hingga kini. Namun, Enji yang hobi touring mengajak serta istri tercinta dalam sebuah acara touring di bilangan Bandung.  

“Untuk honeymoon emang belum kok. Tapi kalau ada waktu, dan rezekinya ada, ayo kita jalani aja. Kita juga enggak ngoyo, jalan ke luar kota aja seperti sekarang ini sudah honeymoon ya, hahaha,” begitu kelakar Enji sembari melirik istri tercinta.

 Henry Baskoro Hendarso

Seperti pasangan yang menikah lainnya, Enji-Niza berharap sekali mereka bisa segera mendapat momongan. Mereka tak belum punya target ingin anak berapa. Namun yang pasti berapa pun Allah memberikan kepercayaan kepada mereka sebagai orang tua, keduanya akan menerimanya dengan senang hati. “Niza selalu nanya mau anak berapa, aku bilang pada dia sedikasihnya saja sama Tuhan saja. Pokoknya, aku senang dikasih momongan berapa aja,” tegas Enji yang masih memendam rindu dengan anaknya Bilqis.

Melakoni babak baru kehidupannya kini, Enji terlihat sumpringah. Begitu juga sebaiknya Niza juga senang bisa berjodoh dengan sahabatnya sendiri. Kepada Ruben Silitonga dan Deki Prayoka dari Bintang.com, pasangan yang sedang berbahagia ini menceritakan kisah pertemuan, percintaan, dan pernikahan mereka saat ditemui di Bandung, Sabtu (5/9/2015). Inilah petikan selengkapnya.

Berjodoh dengan Sahabat Lama

Sekian lama tak terdengar kabarnya, ada kabar gembira dari seorang Henry Baskoro Hendarso. Ia ini sudah mengubah statusnya dari seorang duren alias duda keren menjadi seorang suami. Ia mempersunting sahabatnya sendiri yang bernama Rosmanizar atau yang biasa disapa Niza.

Anda berdua sudah menikah ya, kapan dan di mana pernikahan itu dilaksanakan?

Enji: Sebenarnya aku sudah enggak mau kayak gini karena siapa-siapa, ya sudahlah eggak apa-apa, ada beberapa poin yang ingin kami sampaikan kepada teman-teman wartawan soal status saya. Kami memang sudah menikah dan pernikahan itu berlangsung di Palembang pada  22 Agustus 2015. Kalau ditanya mengapa dilakukan di Palembang karena sudah kesepakan kedua keluarga kami. 

Niza: Keluarga Enji banyak yang di Palembang, dan keluarga aku juga. Makannya acara pernikahan digelar di sana.  

 Henry Baskoro Hendarso

Kenalin dong istrinya?

Enji: Namanya Rosmanizar, panggilannya Niza. Kita berteman sudah lama, kita sering ngobrol, curhat sebagai sahabat. Sampai akhirnya namanya jodoh siapa yang tahu, semua itu spontan, dan alhamdulillah keluarga mendukung semua. Kakaknya Niza yang tinggal di luar Indonesia, bela-belain datang. Ini suatu kebanggan dan kehormatan bagi kami.

Niza: Ya, kita memang sering cerita-cerita sebagai sahabat. Bahkan aku juga tahu kok siapa aja pacarnya Enji, hahaha.

Kabarnya pernikan kalian berkonsep sederhana, mengapa begitu?

Enji: Kita memang memutuskan menikah di Palembang dan dihadiri keluarga, sama ada beberapa temen dan sahabat yang datang. Buat kami, pernikahan itu suatu yang sakral dan tidak perlu hura-hura yang penting bagaimana kitanya untuk menjadi yang terbaik, dan Niza ini yang terbaik untuk aku.

 Henry Baskoro Hendarso

Pernikahan kalian kan sekarang sudah sampai tercium media, enggak masalah buat kalian?

Enji: Enggak ada masalah, karena kita emang awalnya sudah punya niat untuk menikah kok, dan enggak ada niat untuk menikah diam-diam. Cuma memang kita enggak gembar-gembor mau nikah, itu aja. Kalau sudah sampai terpublikasi gini, aku sebetulnya kasihan sama Niza. karena pada dasarnya Niza ngga pernah mau untuk muncul.

Niza: Kalau sampai ke media, sebenarnya itu bukan yang diharapkan. Lumayan kaget juga, tapi ya sudah enggak apa-apa, enggak salah juga kan kalau orang tahu kami menikah.

 

Enji Pengen Bertemu Anak

Kerinduan untuk bertemu Bilqis putri semata wayangnya dari pernikahan terdahulu. Namun, apa daya keadaan belum memungkinkan untuk bertemu dengan putri kecilnya yang kian lincah dan lucu. Enji hanya memendam rasa rindunya untuk bertemu dengan sang buah hati.

Niza menduga enggak, bisa menikah sama Enji?

Niza: Aku sama sekali enggak menyangka. Karena aku tahu banget Enji, dia oragnya usil. Sama aku dia suka jahil. Trus ceweknya katanya banyak, sampe aku pernah tahu dan kenalan. Jadi aku enggak ada kepikiran buat menikah sama Enji, karena kita banyak curhat aja. Enji suka cerita soal anaknya, dia pengen ketemu. Ya, mungkin banyak orang yang punya pengalaman yang sama seperti kita, semua atas nama dan izin Allah pasti terjadi.

Gimana ceritanya bisa diajak nikah sama Enji?

Niza: Awalnya kita lebih banyak bercerita tentang anaknya, lama-lama aku bilang ke Enji, "Lo kapan nikah?",  trus dia
jawab, "Ya nantilah", dan akhirnya tek tok dapat chemistry, dan kita jalan, akhirnya kita memutuskan untuk menikah.

Menjalani hubungan dengan Enji berapa lama?

Niza: (Hubungan yang serius) Berjalan satu bulan lebih, lalu kita mengambil keputusan menikah. Awalnya aku berdoa, apa iya Enji jodoh aku. Bukan kita berdua aja yang kaget, mama dan keluarga juga. Mereka tahunya aku itu  sahabatan banget dan kenal baik sama Enji, makanya mereka enggak percaya aja. Tapi justru karena kita sudah sama-sama saling tahu dan berawal dari sahabat, sehingga kita berani menikah.

 Henry Baskoro Hendarso

Gimana prosesi melamarnya?

Niza: Enji ini suka kasih kejutan. Dan di suatu malam, Enji ngajak aku dan keluargaku makan. Di situ juga ada mamanya Enji dan keluarganya, dan aku enggak kepikiran apa-apa. Terus dia langsung minta attention di depan kita semua. Dan dia
ngomong mau menikah sama aku. Aku kaget, tapi kalau memang itu niat baik dan aku ada niat ke sana juga, ya kenapa enggak? Semua kita lakukan karena ibadah.

Apa yang bikin Niza yakin nikah sama Enji?

Niza: Banyak komentar orang di luar sana yg memotivasi kita berdua. Sempet ada komentar yang engga enak, nanti kalo nikah bakal ditinggalin-lah, macem-macemlah komentarnya.  Kami berdua seperti semakin pengen membuktikan sama semua, bahwa yang mereka pikir tidak seperti yang dibayangkan.

Enji: Awalnya Niza sempat terganggu sama komentar-komentar itu, tapi saya bilang itu cobaan kita saat menikah, dan kamu (Niza) harus terima kekurangan aku dan kita hadapi bersama, ini suatu hidup yang baru.

Kalian apa sering berantem?

Niza: Aku orangnya moody, Enji juga sama. Tapi kita tahu cara mengatasinya, bener-bener saling mengisi.

Apa yang Enji suka dari Niza?

Enji: Niza yang pasti dia tidak pernah mengekang aku, dan dia orangnya sangat terbuka. Kalau dia enggak suka, dia pasti bilang.

Apa yang Niza suka dari Enji?

Niza: Enji itu sayang sekali sama keluarga, dia insya Allah menjadi bapak demi keluarga. Sejak ada Enji, aku seperti menemukan pengganti almarhum ayah.

 Henry Baskoro Hendarso

Apa saja kendala yang dihadapi jelang pernikahan kalian?

Niza: Malah kadang kita hampir tidak ada masalah berdua. Kita banyak belajar dari saudara-saudara dan keluaraga terdekat, dan itu pelajaran pribadi kita berdua.

Enji: Insya Allah dengan kejadian-kejadian  kemarin, itu jadi seperti sekolah buat aku. Jujur, sebenarnya aku tidak bisa terima, tapi mau enggak mau aku harus hadapi, agar aku bisa lebih kuat.

Sosok Niza di mata Enji seperti apa?

Enji: Kalau untuk istri, niza ini sifat keibuannya sangat tinggi, tanpa diomongin dia tahu apa yang diinginkan suaminya, dan dia bisa melihat dan mengerti. Bukan cuma aku, tapi keluarga aku juga diperhatikan.

Apa doa dan harapan kalian untuk pernikahan ini?

Enji: Aku selalu berdoa agar pasangan aku yang sekarang ini, adalah pasangan aku yang terakhir. Kita sama-sama saling support. Dan nanti ke depannya akan banyak ujian yang semakin berat, dan dari awal kita sudah sepakat, bahwa apa pun
keadaannya, kita tetap bersama.

Henry Baskoro Hendarso alias Enji sudah menapaki awal yang baru bersama Rosmanizar. Ia akan banyak belajar dari kegagalan pernikahan terdahulu dengan Ayu Ting Ting. Satu hal yang diinginkan Enji-Niza ke depan adalah segera dikarunia momongan. Semoga terwujud.

 

 

;
Loading