Sukses

News & Entertainment

Ibnu Jamil: Teror Tidak Ada Hubungannya dengan Agama Manapun!!!

Fimela.com, Jakarta Tak sekali dua kali kejadian terorisme pun kerap dikaitkan dengan agama, dan pada akhirnya agama menjadi tumbal dari kekejaman pihak yang tak berprikemanusiaan. Ibnu Jamil, presenter olahraga yang juga aktor Indonesia menghimbau atas kejadian bom di Sarinah agar tidak dikaitkan dengan agama. Ia mengaku sangat tidak setuju jika tindakan terorisme dikaitkan dengan agama manapun di muka bumi.

"Saya yakin masyarakat Indonesia sekarang makin pinter, apalagi jamannya sudah maju mudah mengakses semua berita dan mencari informasi, ayo kita buka pikiran kita, jangan pernah menjudge tindakan sadis atau teror itu adalah dari sebuah agama, itu bukan. Pasti itu orangnya yang salah," ucap Ibnu Jamil ditemui Bintang.com di kawasan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2016).

Ibnu Jamil. (Nurwahyunan/bintang.com)

 

Atas peristiwa teror yang terjadi dan kembali agama yang menjadi tumbalnya, Ibnu Jamil enggan menyalahkan hal-hal yang belum tentu benar informasinya. "Padahal dulu-dulu Bhineka Tunggal Ika itu terjaga, tenggang rasa luar biasa, dengan sekarang mungkin faktor perubahan jaman dan teknologi canggih bisa menyebabkan muncul faham baru atau apalah. Jelas kita harus waspada akan hal itu," tambahnya.

Secara tegas, Ibnu Jamil mengatakan semua agama di dunia tidak pernah mengajarkan kekerasan. Karena agama, lanjut Ibnu pasti mengajarkan kasih sayang dan saling menghormati satu sama lain.

Ibnu Jamil. (Nurwahyunan/bintang.com)

"Terorisme, saya gak percaya kalau dikaitkan agama. Sekali lagi, teror itu lebih kepada orangnya. Agama itu dimanapun di dunia gak pernah mengajarkan kekerasan, selalu sayang sama umat beragama, saling respek dengan negara lain. pasti semua agama seperti itu," jelasnya.

Lebih lanjut, mengenai tindakan teror yang dilakukan dalam cara apapun bahkan hingga melakukan bom bunuh diri itu sudah menyalahi nilai-nilai agama. "Yang salah itu orangnya dan dia menyalahartikan ilmu dalam agama, jadi salah faham munculah faham baru dan akhirnya mengaplikasikannya pun jadi salah kaprah," tandas Ibnu Jamil.

;
Loading