Sukses

News & Entertainment

Eksklusif, Bayu Skak Menantang Diri Hidupkan Animasi Indonesia

Bintang.com, Jakarta Dunia animasi Indonesia seolah tak berdaya. Banyak animator ulung dimiliki Indonesia namun berkarya di negeri lain. Perusahaan besar seperti MD Animation pun harus berjuang keras untuk mempertahankan serial animasi yang diproduksinya. Namun, harapan itu tak boleh pudar karena Indonesia masih memiliki anak muda yang semangat mengembangkan film animasi seperti Bayu SKAK.

Meskipun dikenal sebagai komedian, Bayu memiliki kemampuan membuat film animasi mengingat latar belakang pendidikannya adalah sekolah animasi. Sukses di youtube, membuatnya optimisistis untuk menghidupkan animasi Indonessia. Bayu bahkan membuat janji untuk tidak meninggalkan Indonesia.

Film dan serial animasi Indonesia mulai bermunculan beberapa tahun belakangan. Mengembangkan animasi tidak semudah yang dibayangkan. Banyak tantangan yang harus dihadapi, salah satunya budget yang tak sedikit. Selama sejarah perfilman Indonesia, membuat film animasi untuk layar lebar rasanya sulit untuk terwujud. Namun di tahun lalu akhirnya bisa terlaksana lewat film Battle of Surabaya.

Eksklusif Bayu Skak (Foto: Febio Hernanto, Digital Imaging: Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Bayu juga tak ketinggalan informasi ini. Pemilik nama lengkap Bayu Eko Muktito ini optimistis akan membesarkan animasi Indonesia. Pengalaman sukses sebagai youtubers membuat pria kelahiran 13 November ini yakin bisa membuat jalan sendiri untuk membuat film animasi. Berikut petikan wawancara Bintang.com dengan Bayu SKAK di kantor Bintang.com, Gondangdia, Jakpus, 18 November 2016.

Bagaimana asal mula nama Bayu SKAK?
SKAK itu singkatan Sekumpulan Arek Kesel. Kita dulu sekolah di SMK Animasi. Bikin animasi itu capek harus gambar dari jam 6 pagi-jam 6 sore. Capek bukannya pulang kita malah bikin video.

Lantas beramai-ramai membuat video bersama?
Inilah awalanya bikin video di youtube. Awalnya ramai-ramai. Sekarang masih sama tim SKAK. di Youtube channel aku ada satu teman SKAK.

Dari iseng jadi serius?
Dulu iseng banget, bikin video sendiri diedit sendiri di-upload sendiri. Untungnya tidak ditonton-tonton sendiri.

Eksklusif Bayu Skak (Foto: Febio Hernanto, Digital Imaging: Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Nggak buat video animasi?
Animasi aku juga bikin animasi di youtube. Animasi di Indonesia sulit bertahan. Animator Indonesia jago dan handal tapi banyak yang keluar Indonesia.

Mengapa?
Animasi disini asih dianggap remeh. Sedih ya. Nggak ada patnernya. Saya punya teman yang punya studio yang membuat karya animasi. Tapi tutup karena kehabisan modal.

Harapan untuk animasi Indonesia?
Pengin memperkuat animasi di youtube saya rasa ini solusi untuk animasi.

2

Banyak yang meremehkan animasi Indonesia?
Ya, film Battle of Surabaya, saya nonton di premiere. Orang-orang disamping saya menghina animasi ini. Karena saya paham, saya tahu mereka kerja keras banget untuk kelas Indonesia. Bangga Indonesia membuat animasi ini. Karena kebanyakan nonton dari luar animasi kita diremehkan di negeri kira sendiri.

Bagaimana animasi di TV?
Di televisi sudah banyak. Kita dijajah dari luar soal animasi. Semua tayangan di TV kita import. Apa yang populer di Jepang kita datangkan. Bukan membuat saingannya.

Mengapa terinspirasi mengembangkan animasi?
Kita nggak pikir indutri kreatif yang akan berkembang ke depan. Mau sampai kapan kekayaan alam Indonesia ini dikeruk? Bukankah akan habis? Kalau dari kreativitas nggak akan habis.

Eksklusif Bayu Skak (Foto: Febio Hernanto, Digital Imaging: Iqbal Nurfajri/Bintang.com)
Banyak animator handal Indonesia ke luar negeri?
Saya paham mengapa mereka keluar negeri. Karena di Indonesia memang animasi belum dihargai. Di Malaysia, Singapura, Amerika mereka lebih dihargai.

Bagaimana dengan Anda?
Ngapain keluar negeri kalau di Indonesia bisa.

Apa yang membuat Anda yakin?
Pengalaman di Youtube membuat saya yakin saya bisa menghidupkan animasi di Youtube. Tapi itu butuh waktu.

Eksklusif Bayu Skak (Foto: Febio Hernanto, Digital Imaging: Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Berapa penghasilan dari Youtube?
Kaget ternyata dibayar dari youtube. Rata-rata Rp 15-20 juta perbulan. Untuk mendapatkan angka itu harus kerjakeras. Ada dua juta views setiap bulan minimal.

Apakah semudah itu untuk sukses di Youtube?
Tidak, awalnya bikin aku promo di FB sekita 400 FB teman. Orang yang nonton video saya karena kesel dulu saya share terus. Akhirnya setelah mereka nonton akhirnya mereka support aku. Mereka ikut share video saya.

Kunci suksesnya?
Karena saya ngangkat bahasa Jawa. Komunitas Jawa yang mensupport saya. Membuat sesuatu yang berbeda dari daerah agar menarik perhatian penonton.

3


Masih meneruskan Youtube setelah sukses di film?
Youtube tidak akan saya tinggalkan. Saya malah lebih serius. Sekarang sudah ada tim, nggak main-main lagi.

Bedanya dengan artis Youtube apa?
Awalnya dikontrak dari televisi Jawa Timur, aku ngerasa dihargain. Kita nggak seperti Shinta Jojo, kita kreator. Kita terus-terusan membuat karya. Karena itu kita nggak berhenti ketika satu video membuat kita dikenal masyarakat.

Inspirasi video dari mana?
Dulu aku ada inspirasi itu banyak banget. Cara penyampaian saya itu Vlog, video blogging. Inspirasi aku dari Youtubers di luar. 2010 dulu nggak ada Vlog. Jadi harus berani memulai yang baru.

Eksklusif Bayu Skak (Foto: Febio Hernanto, Digital Imaging: Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Awalnya main film?
Saya tahun 2012 itu dibilang akting di Youtube itu bagus. Ditawarin main di film Marmut Merah Jambu sama Raditya dika. Satu cameo saja sudah senang.

Kesan main film?
Pertama senang. Tapi setelah main serius mikir banget. Ini bukan main-main karena kita main bersama satu grup yang besar. Harus menggembleng diri sendiri.

Pernah membayangkan akan main film?
Kalau dari kecil pengin main film ya. Tapi dari Youtube kemudian dapat tawaran buat main film itu nggak pernah dibayangkan. Film bukan hal yang baru karena berangkat dari youtube. Kalau di youtube aku monolog. Kalau di film jadi dialog, nggak satu arah tapi dua arah. Itulah susahnya. Mengubah mind side dari monolog ke dialog.

Masih fokus pada film komedi?
Kalau dituntut ke yang lain aku siap. sekaang dan kedepan masih nyaman di komedi. Orang ngelihatnya enak aja, ketawa. Tapi bikinnya nggak mudah.

Eksklusif Bayu Skak (Foto: Febio Hernanto, Digital Imaging: Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Tantangan bikin film komedi?
Nggak boleh bikin komedi hanya untuk membuat penonton ketawa. Kita bikin komedi harus dengan cerita kuat. Biar penonton tidak cuma dapat ketawa tapi mempelajari sesuatu setelah nonton filmnya.

Panutan main komedi?
Adam Sandler, filmnya kena banget. Dia selalu membuat film bertema kaluarga. Setelah film berakhir kta bisa mikir. Di awal kita ketawa, di akhir kita bisa dapat nilai keluarga.

Panutan di Indonesia?
Warkop DKI, terutama Kasino. Kasino itu inti dari Warkop DKI. Ketika Kasino meninggal bolongnya kerasa banget. Raditya Dika, dia baik banget. Dia mau mendengar dan berbagi ilmu. Dia main ke lokasi syuting Relationshit. Saat dia datang kita kayak menuntut ilmu. Dia sudah melalui berbagai langkah, jadi dia role model buat kami.

Film favorit?
Film favorti seumur hidup Forest Gump. Adegan ketika dia putus asa, patah hati, lari apapun yang dia lakukan selalu berujung kesuksesan karena dia percaya pada dirinya sendiri. Percaya pada satu hal itulah yang menuntun dia ke keuksesan.

Harapan ke depan?
Kedepan Youtubers masih jalan, karena Youtube membesarkan diri Saya. Pengin menulis film awalnya nggak percaya diri. Tapi saya rasa harus mengejar dan memulai. Sudah dituawarin nulis film, sudah kebayang nulis film. Saya kuliah animasi dan ada mata kuliah penulisan skenario. Saya rasa saya siap untuk menulis skenario.

Optimisme Bayu SKAK menjadi harapan baru untuk animasi Indonesia. Semangat anak muda untuk menghidupkan film Indonesia, juga menjadi lapangan kerja baru untuk dunia kreativitas Indonesia. 

Loading