Sukses

Entertainment

Eksklusif, Misi T-Five Kenalkan Musik ke Generasi Muda

Fimela.com, Jakarta Siapa yang tak kenal dengan T-Five, grup band RnB yang sangat populer di tahun 90-an hingga awal 2000-an. Dengan menggabungkan warna suara yang berbeda dalam diri 4 vokalisnya, mereka membuat penikmat musik tahun 90-an menjadi berwarna.

***

Bagi kalian yang tumbuh di tahun 90-an pasti sangat mengenal suara khas Paul Arnold. Paul sendiri merupakan salah satu vokalis T-Five yang sangat terkenal dengan suara tingginya. Bahkan bisa dibilang Paul merupakan salah satu faktor yang membuat band ini diingat.

Beberapa single seperti 'Kau' ataupun 'MIRC' tentunya sangat melekat di hati para penggemarnya. Apalagi lagu 'Kau' yang menjadi salah satu lagu andalan yang dibawakan Paul, Gordon dan kolega untuk membius para penggemarnya di atas panggung.

Eksklusif T-Five (Photo: Andy Masela, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Meski sudah jarang terlihat di layar kaca, T-Five masih eksis dengan mengisi berbagai acara off-air di beberapa tempat. Apalagi di event bertema 90-an dimana mereka hampir pasti tak pernah absen untuk mengembalikan atmosfer tahun 90-an yang terkenal memanjakan para penikmat musik di Indonesia.

Setelah 17 tahun berkarir di Industri musik, T-Five saat ini siap merilis album ke-5 mereka. Dalam album ini mereka akan memasukkan lagu-lagu hits di masa lalu dengan aransemen yang lebih segar. Selain itu Paul dan kawan-kawan juga mempersiapkan 2 hingga 3 lagu baru di album The Best kali ini.

Eksklusif T-Five (Photo: Andy Masela, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

"Kita sedang mempersiapkan album The Best. Ada beberapa lagu hits kita dari album dari pertama sampai keempat yang di daur ulang. Kemudian juga ada 2 atau 3 lagu baru yang bakal kita masukin. Kita juga aransemen semua lagu lama dengan musik yang masa kini,"

Dengan adanya album ini, T-Five ingin kembali mengobati rasa rindu para penggemar mereka dengan tembang lawas yang diaransemen ulang. Selain itu T-Five juga ingin memperkenalkan musik mereka kepada generasi muda yang tak pernah menikmati masa kejayaan T-Five.

Dengan adanya album baru ini, T-Five serasa ingin terlahir kembali dengan lagu-lagu lama yang dikemas dengan aransemen baru. Penasaran bagaimana mereka akan mengemas album The Best mereka? Simak petikan wawancara Dreses Putranama dan Fotografer Andy Masela bersama T-Five di Parc19 Kemang pada Minggu, 28 Februari 2016 lalu.

Gabungkan 2 unsur musik (Elektronik dan Konvensional)

Lama tak muncul di layar kaca T-Five mempersiapkan album baru yang berisi lagu hits mereka di masa lalu. Selain itu mereka juga akan memasukkan 2 hingga 3 lagu baru untuk dimasukkan ke dalam album The Best

Apa kesibukan kalian akhir-akhir ini?

Kita sedang mempersiapkan album The Best. Ada beberapa lagu hits kita dari album dari pertama sampai keempat yang di daur ulang. Kemudian juga ada 2 atau 3 lagu baru yang bakal kita masukin. Kita juga aransemen semua lagu lama dengan musik yang masa kini.

Mengapa memutuskan membuat album The Best?

Soalnya kita kan rencana tanggal 20 Juli mau ada konser T-Five, karena kita mau ngerayain 17 tahun. Dalam rangka 17 tahun itu kita buat album The Best. Karena kita juga belum pernah punya album The Best. Jadi lagu-lagu yang dulu di aransemen ulang. Musiknya juga bakal lebih kekinian.

Lagu apa saja yang bakal ada di album The Best?

Lagu 'kau' sudah pasti ada. Terus ada 'MIRC', 'Yang Terindah', 'Di Ujung Mimpi, dan lain-lain. Sebenarnya sudah ada yang kita mau, tapi masih kita obrolin lagi. Cuman kalo lagu hits di album sebelumnya pasti ada. Terus ada rencana kita buat lagu judulnya 'Seventeen' karena kan kita sudah mau 17 tahun. Itu rencananya sebagai salah satu lagu baru di album ini.

Eksklusif T-Five (Photo: Andy Masela, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Kalo diperhatkian T-Five banyak menghasilkan lagu bertema cinta, apakah memang kalian suka dengan tema cinta?

Sebenarnya nggak semua lagu T-Five tentang cinta. Memang bisa dibilang 80% punya tema cinta. Cuma kalo ditelaah lebih lanjut, misalnya di album pertama T-Five itu masukin kultur budaya Indonesia. Di album kedua mengangkat budaya Jawa Barat. Terus di album ke-3 kita angkat unsur budaya Papua. Kemudian di album ke-4 di cover album kita pake huruf sunda kuno.

Sebenarnya, genre musik seperti apa yang dibawakan T-Five?

Jadi basicnya T-Five itu kan accapela, jadi harmonisasi vokal. Dan kebetulan kalo musik RnB dan Soul butuh layer backing yang banyak. Jadi setiap lagu harus bagi suara. Di setiap lagu itu pasti ada bagi suaranya. Konsepnya rythm section sama harmonisasi vokal.

Mengapa kalian menggabungkan unsur musik digital dengan alat musik konvensional?

Konsep dua warna (musik digital dan alat musik konvensional) gitu sebenarnya sudah sering. Sebenarnya dalam segi RnB harus identik dengan 2 warna, jadi kita gabungin. selama masuk di kuping pendengar sih oke-oke aja. Tapi kami juga nggak terlalu egois dan idealis, kita juga sesuaikan dengan telinga pendengar. Musik itu kan kalo mau lebih hidup harus ada nuansa akustiknya. Jadi gitarnya live, bassnya live, drumnya live. Nggak melulu harus elektronik.

Eksklusif T-Five (Photo: Andy Masela, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Unsur-unsur musik apa saja yang kalian padukan lewat penggabungan musik elektronik dan konvensional?

Dari kapasitas formasi T-Five sendiri kan ada vokalis, ada pemain gitar, jadi setiap unsur dari kita ditonjolin. Musik elektronik itu kadang-kadang aja. Kita menyesuaikan trend. Tapi kita tetap mempertahankan musik human-nya, kan balik lagi t-five itu kan formatnya band. Jadi manusia dikombinasikan dengan musik elektronik. Karena memang T-Five itu band yang tampil dengan live dan di backup dengan musik-musik program.

Sampai kapan kalian akan mempertahankan konsep ini?

Kalo kita ngomongin RnB kan konsepnya band kan, kalo elektronik beda lagi, kami gabungin itu seperti apa yang dilakukan di musik RnB. Kita lakukan looping untuk mengejar efek suara yang nggak bisa dikejar dengan alat musik konvensional. Contohnya kalo suatu saat kita nggak ada drummer dan pemain musik lainnya, ya kita bakal looping. Cuman kalo sekarang masih bisa pake additional player ya kita jalanin seperti ini.

Apa dari awal muncul kalian sudah menggabungkan 2 konsep musik ini?

T-five itu muncul pas trend musik RnB dan hiphop lagu booming. Malahan pas awal muncul kita dulu masih pake full band. Kita jarang banget looping dan masukin musik-musik elektronik. Tapi kan musik semakin berkembang, jadi harus kita akalin dengan alat musik elektronik.

Kenalkan album baru untuk untuk anak muda

Sebagai band yang besar di tahun 90-an hingga awal 2000-an para penggemar T-Five memang bukanlah dari kalangan anak muda masa kini. Namun lewat album The Best mereka ingin menjaring para penggemar baru dan memperkenalkan musik mereka pada generasi saat ini.

Sebagai band yang besar di tahun 90-an sampai awal 2000-an bagaimana kalian menjaga eksistensi?

Kalo belakangan ini sih kan banyak event bertema back to 90s, jadi kebetulan karena kita besar di cafe, efek kangennya itu kita pergunakan. Jadi kita sering tampil di banyak event bertema back to 90's di Jakarta dan sekitarnya. Nggak mungkin ada entertainer yang selalu di puncak. Yang penting gimana caranya kita jaga eksistensi. Mungkin karena trendnya juga lagi ganti. contohnya ketika masuk musik melayu, terus ganti ke boyband dan girlband, jadi gimana caranya agar kita jalan terus.

Selain di T-Five apa kalian punya kesibukan lain?

Rata-rata kesibukan kita masih di dunia musik. Jadi kita membina talenta-talenta muda. Tapi ada jadi ada yang jadi music director, vocal coaching, produser, dan lain-lain.

Eksklusif T-Five (Photo: Andy Masela, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Seperti yang kalian bilang bahwa trend musik berubah, bagaimana tanggapan kalian tentang band yang berganti aliran musik?

Kami mainnya pakai hati. Buat teman-teman yang lain jangan takut lah. Karena makin sedikit genre musik yang kita mainkan makin banyak job juga. Karena nggak ada saingannya.

Apa kalian tertarik mengubah genre musik?

Kita suka sama semua genre musik, dan di job kita masing-masing, kita juga nggak selalu main RnB. Umpamanya kita bawain yang pop banget masih ada unsur hip-hopnya. Kita masing-masing kadang-kadang juga mainin musik apa aja. Tapi ketika kita balik ke T-Five yang tetep jadi T-Five.

Jadi kalian masih bakal konsisten dengan genre kalian selama ini?

Kalo mau T-Five jadi legenda kita nggak usah ganti genre. Kita harus konsisten. Kalo memang mau mainin genre yang lain ya kita main di luar T-Five. Tapi bukan berarti membawa T-Five kesana. Kalo kita konsisten, secara otomatis akan mempunyai karakter sendiri.

Eksklusif T-Five (Photo: Andy Masela, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Apa harapan kalian di buat T-Five di masa mendatang?

Harapan besarnya kita kan belum pernah bikin konser. Rencananya kita pengen bikin konser buat ngerayain 17 tahun T-Five, pas juga waktunya buat rilis album The Best kita. Kalo semuanya berjalan lancar, kita juga bakal akan kolaborasi dengan beberapa artis baru.

Apa yang ingin kalian sampaikan di album baru ini?

Semoga bisa menghibur fans yang kangen dan menginspirasi yang pengen bikin grup kayak kita. Dengan hadirnya album The Best ini mudah-mudahan bukan hanya fans kita yang dulu aja yang tahu. Kita juga pengen ngenalin dengan konsumen musik Indonesia yang baru biar mengenal T-Five. Dengan materi dan aransemen yang fresh, semoga mereka bisa menerima dan mengenal T-Five. Semoga juga album The Best bisa diterima di negara-negara tetangga.

Itulah tadi sekelumit kisah dari grup band T-Five. Grup ini memang unik karena selain memiliki 4 vokalis, mereka juga menggabungkan 2 unsur musik yaitu musik elektronik dan konvensional. Bahkan mereka masih tetap konsisten mempertahankan konsep tersebut. Mereka sama sekali tak tergoda untuk berpindah aliran seperti yang dilakukan beberapa band.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading