Sukses

News & Entertainment

Pentas Teater Bunga Penutup Abad Adaptasi Karya Pramoedya

Bintang.com, Jakarta Sebuah pertunjukan teater bertajuk Bunga Penutup Abad yang digagas Yayasan Titian Penerus Bangsa dan didukung DjarumFoundation akan digelar pada 25-26 Agustus 2016 di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Pementasan teater Bunga Penutup Abad mengangkat naskah dari novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa karya PramoedyaAnandaToer.

"Pertunjukan Bunga Penutup Abad ini juga bagian untuk mengenang 10 tahun wafatnya Pramoedya. Sampai saat ini, beliau adalah satu-satunya penulis Indonesia yang berkali-kali menjadi kandidat peraih nobel sastra," ucap Happy Salma yang terlibat sebagai produser dalam pementasan Bunga Penutup Abad saat menggelar jumpa pers di Dia.Loe.Gue Artspace, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2016).

 Ditemui di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (14/10/2015), Happy Salma mengaku  putrinya tidak mau mengonsumsi ASI yang dikeluarkan melalui pompa, (Andy Masela/Bintang.com)

"Saya gembira dapat mengapresisi karya penulis besar Indonesia ke dalam teater dengan pementasan 'Bunga Penutup Abad' ini. Melalui pementasan ini, kami ingin sampaikan juga kepada generasi muda ini, ini merupakan apresiasi kepada seni pertunjukan di tanah air," sambung Happy Salma yang juga berperan sebagai Nyai Ontosoroh di pementasan tersebut.

Teater Bunga Penutup Abad turut melibatkan sejumah aktor dan aktris tanah air. Mereka yang terlibat yakni Happy Salma (Nyai Ontosoroh), Reza Rahadian (Minke), Lukman Sardi (Jean Marais) dan Chelsea Islan (Annelies).

Bunga Penutup Abadi menceritakan kehidupan Nyai Ontosoroh dan Mike pasca kepergian Annelies ke Belanda. Nyai Ontosoroh mengutus pegawainya yakni Robert Jan Dapperste dan Panji Darman untuk menemani Annelies pergi. Selama bepergian, Annelies selalu mengirimkan surat kepada Nyai Ontosoroh melalui Panji Darman yang juga selalu dibacakan Minke pada Nyai Ontosoroh.

Kepergian Annelies ke Belanda lantaran gugatan anak tirinya di Pengadilan Putih Hindia Belanda. Cerita berlanjut ketika kabar Annelies meninggal di Belanda, Minke merasakan kesedihan dan pergi ke Batavia untuk sekolah Dokter. Mengenang Annelies, Minke membawa lukisan potret Annelies yang dilukis sahabatnya, Jean Marais dan memberi nama lusikan tersebut dengan nama Bunga Penutup Abadi.

Loading