Sukses

News & Entertainment

Sejak 24 April 2016, Ahmad Dhani Belum Bayar Utang

Bintang.com, Jakarta Ahmad Dhani seolah tak pernah sepi dari kabar mengejutkan. Kali ini kabar tersebut datang dari pedagang barang antik di Pasar Cikapundung, Bandung, Jawa Barat. Lelaki berkumis yang mengenakan seragam ala militer itu menyampaikan unek-uneknya terkait utang yang belum dibayar Dhani.

Lewat video singkat yang beredar di dunia maya itu, ia berusaha untuk berkomunikasi kepada Dhani untuk membicarakan utang yang belum dibayar. Padahal, transaksi tersebut telah berlangsung pada 24 April 2016.

"Mungkin sepanjang 2016 hingga bulan-bulan kemarin, Mas Ahmad Dhani sangat sibuk sehingga tidak sempat atau tidak punya waktu untuk membicarakan tentang transaksi pada bulan April 2016 tersebut," ungkap lelaki tersebut.

Ahmad Dhani (Nurwahyunan/bintang.com)

Ia menjelaskan sudah mengirimkan surat beberapa waktu lalu, kemudian dilanjutkan dengan mengirim pesan singkat (SMS) ke handphone Dhani, tapi tak mendapat respons.

"Kami sudah berusaha untuk mengirimkan surat beberapa bulan lalu, kemudian disusul dengan mengirim sms ke handphone Mas Dhani. Namun, karena kesibukan Mas Dhani dalam perjuangannya untuk Republik Indonesia ini, Mas Dhani tidak punya waktu untuk memperhatikan hal tersebut," katanya.

Ahmad Dhani (Andy Masela/bintang.com)

"Barang-barang yang Mas Dhani ambil pada bulan April, sebagian memang milik pedagang barang antik di Cikapundung, tapi sebagian lagi milik orang yang menitipkan atau titip jual dari para pemiliknya yang bukan berasal dari pasar barang antik Cikapundung. Jadi, kami saat ini mengalami kesulitan keuangan. Mohon maaf jika Mas Dhani tidak nyaman dengan adanya video ini tapi kita tidak bermaksud untuk itu. Maksud kami membuat video ini adalah sebagai usaha kami untuk berkomunikasi dengan Mas Ahmad Dhani," jelasnya lelaki tersebut yang tak bermaksud mencari sensasi atau popularitas.

Hingga berita ini diturunkan, Bintang.com belum berhasil menghubungi Ahmad Dhani terkait tanggapannya mengenai video seorang pedagang barang antik dari Pasar Cikapundung yang menagihnya utang.

Loading