Sukses

News & Entertainment

Eksklusif, Jaz Bicara Lagu Cinta dan Musik Korea

Bintang.com, Jakarta Kekuatan tema cinta dalam sebuah karya musik tidak dapat dipungkiri masih begitu mendominasi hingga saat ini. Solois pendatang baru, Jaz, pun turut ambil bagian menyuguhkan lagu-lagu romantis yang menyuarakan manisnya perasaan jatuh cinta kepada seseorang.

***

Penyanyi asal Brunei ini mengawali perjalanan kariernya dengan memperkenalkan single bertajuk Dari Mata pada Februari 2016 lalu. Perlahan namun pasti, single yang berkisah tentang cinta pada pandangan pertama tersebut berhasil menjadi sorotan pendengar musik Indonesia.

Eksklusif Jaz (Photographer: Bambang E. Ros/Bintang.com, Stylist: Indah Wulansari/Bintang.com, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Setahun berselang, Jaz tidak terlena dan cepat puas. Ia kembali meluncurkan single kedua yang diberi tajuk Kasmaran. Masih dibalut nuansa cinta, single yang dirilis pada Maret 2017 itu mencurahkan bagaimana proses pendekatan dengan yang terkasih.

Namun di balik itu, Jaz menyimpan sisi lain yang menarik untuk disimak. Kepada Bintang.com, Jaz mengungkapkan kekagumannya kepada musik Korea dengan sentuhan RnB di dalamnya.

"Kalau kita pikirin lagi, musik itu luas sebenarnya, kita harus mendengarkan semua genre musik. Kalau misalnya Jaz nggak bisa terpatok pada satu genre, Jaz lebih mendengarkan apa yang baru dari luar sana, orang Perancis itu RnB gimana, Dean ini gimana, kenapa sampai mendengarkan karena penasaran awalnya, masih RnB tapi Korea, menarik," ungkap Jaz di kantor Bintang.com, beberapa waktu lalu.

Eksklusif Jaz (Photographer: Bambang E. Ros/Bintang.com, Stylist: Indah Wulansari/Bintang.com, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Selain berbicara tentang rasa sukanya pada musik Korea, Jaz juga akan berbagi kisah tentang single terbaru, Kasmaran serta tantangan yang dihadapi ketika penggarapan. Single ini juga membawa sederet memori dan kejutan untuknya.

Penasaran seperti apa cerita-cerita lainnya dari Jaz soal musik, mimpi-mimpinya, persiapan album, hingga kiatnya untuk tetap bertahan di dunia musik? Simak wawancara eksklusif Bintang.com bersama Jaz lewat rangkuman berikut ini.

Manisnya Kasmaran dan Mimpi-mimpi

Single Kasmaran yang dibalut nada dan lirik yang romantis ternyata memberi kesan tersendiri bagi Jaz. Ia pun mengaku sempat kesulitan membawakan single ini.

Bagaimana kisah di balik single Kasmaran?

Jadi sebenarnya dari single Dari Mata dan single kedua itu Kasmaran. Milih-milih juga buat single kedua, mau bawain lagu Jaz atau lagu orang. Ini kali pertama Jaz menyanyikan lagu orang. Penulisnya ada Panji Sakti dan Bowo.

Single Kasmaran tentang apa?

Kisah Kasmaran dan Dari Mata nggak jauh beda. Kalau Kasmaran lebih ke orang yang sudah pendekatan tapi sok nggak tahu, menyembunyikan perasaan mereka dibawa pop ballad jadi Jaz mencoba menyanyikan dengan cara Jaz sendiri. Out of the box sih sebenarnya, Jaz harus menyanyi di luar genre Jaz.

Eksklusif Jaz (Photographer: Bambang E. Ros/Bintang.com, Stylist: Indah Wulansari/Bintang.com, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Kenapa mau membawakan lagu yang diciptakan oleh orang lain?

Karena Jaz sempat mendengarkan lagu ini beberapa kali dan memang Jaz suka banget, jadi kita duduk dan ngobrol bareng. Lagu ini banyak yang direvisi dari musiknya totally diubah dari aslinya.

Apa tantangan membawakan single Kasmaran?

Jaz pertama kali bawain lagu orang dan itu susah banget, lebih gampang nyanyi lagu sendiri karena message sama tentang cinta tapi gimana Jaz harus mendeliver dengan cara Jaz sendiri. Jadi tantangan dari rekaman buat Kasmaran ini yang pertama kali gagal karena Jaz nggak fit dan akhirnya ulang lagi.

Apakah video klip dan single Kasmaran memiliki konsep yang sama?

Dibuat sama, karena di Kasmaran ini banyak pengalaman baru yang Jaz pelajari. Contohnya menyanyi lagu di luar genre, lagu orang, dan video klip. Sebenarnya ini adalah pertama kali Jaz bikin video klip.

Eksklusif Jaz (Photographer: Bambang E. Ros/Bintang.com, Stylist: Indah Wulansari/Bintang.com, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Setelah single Kasmaran, apa keinginan di musik yang belum terwujud?

Buat sekarang, album tentunya, punya konser sendiri, di mana di situ ada banyak orang tapi albumnya harus matang dulu.

Bagaimana persiapan untuk album?

Penggarapan sudah setahun ini tapi cuma kita cari yang lebih baik lagi. Contohnya Jaz pengen konsisten ada 10 lagu dalam satu album. Ada 6 original atau beberapa, selebihnya kolaborasi sama penulis-penulis Indonesia, banyak penulis di Indonesia yang hebat banget.

Kenapa ingin kolaborasi dengan penulis Indonesia?

Jaz sudah terinspirasi dari dulu itu sudah suka, Jaz di Brunei juga emang suka sama musik-musik Indonesia seperti band misalnya Sheila on 7, memang influence di Indonesia.

Have Fun Bermusik ala Jaz

Menjalani sesuatu yang dicintai yakni bermusik membuat Jaz ingin terus berkarya. Terlebih, ia berusaha untuk konsisten menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Hal ini tentunya juga dibarengi dengan mendengarkan berbagai genre musik termasuk musik Korea.

Bagaimana memaknai karier bermusik dari awal hingga kini?

Sebenarnya sih have fun aja kalau misalnya kita melakukan sesuatu yang kita suka, tanpa harus memikirkan naik atau laku nggak nya. Yang penting kita niat aja buat sekarang di industri musik Indonesia menurut seorang Jaz, yang paling penting enak atau easy listening dan lebih dewasa itu yang orang suka, nggak usah dijadikan beban banget.

Apa perubahan drastis yang dirasakan dari awal hingga kini?

Jaz nggak terlalu merasakan perubahan drastis karena Jaz di sini sudah lumayan lama di Indonesia dan itu juga proses, menemui fase lagi benar-benar nggak ada job, ada job. Jaz bersyukur aja, senang banget karena satu penghargaan bagi Jaz juga. Buat sekarang Jaz merasa, orang sudah dengar lagu dan merasa dihargai.

Sukses sebagai pendatang baru, pernah merasakan hal yang tidak pernah dirasakan sebelumnya?

Pernah, seperti kalau "gue nggak laku laku? lagunya nggak hits lagi?" Tapi itu normal sih, manusiawi. Yang penting sebenarnya nggak usah ada pemikiran seperti itu, yang penting kita bikin lagi karena di musik itu kita perlu sesuatu yang baru dan jangan cepat puas.

Eksklusif Jaz (Photographer: Bambang E. Ros/Bintang.com, Stylist: Indah Wulansari/Bintang.com, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Bagaimana cara menyikapinya?

Lebih semangat lagi bikin lagu karena kadang-kadang sendiri bikin satu lagu orang udah suka, yaudah santai dulu. Sebenarnya nggak boleh, apa lagi nih yang baru dan harus produktif sih. Konsisten itu buat bertahan di dunia musik, cuma konsisten itu nggak semua bisa jaga.

Musik seperti apa yang Jaz dengarkan?

Kalau Jaz sendiri itu dari dulu emang suka musik tapi cuma spesifik musik genre yang Jaz suka itu nggak ada. Jaz itu lebih mendengarkan apa aja yang menempel di kuping yang orang suka, yang bikin orang sing-along.

Siapa musisi yang paling disukai?

Jaz dengerin semua, Bruno Mars, Korea juga misalnya Zion.T, Dean, atau ada yang buat referensi juga. Tapi kalau the most favorite, Bruno Mars.

 

Eksklusif Jaz (Photographer: Bambang E. Ros/Bintang.com, Stylist: Indah Wulansari/Bintang.com, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Menulis lagu itu apakah suatu keharusan?

Bukan tuntutan emang sudah pekerjaan Jaz juga bikin lagu, ikut mood juga sih kadang-kadang, meski pun harus buat. Yang paling penting dalam menulis lagu itu mengalir aja sebenarnya, inspirasi itu bisa datang di mana pun dan kapan pun.

Bagaimana metode penulisan lagu ala Jaz?

Kalau buat Jaz, tema dulu. Kenapa tema, karena mungkin lebih gampang buat seseorang misalnya putus cinta, yang kedua melodi kalau misalnya melodi itu sudah nempel di kuping selama 3 kali itu udah bener, ke reff dan juga lirik.

Harapan karier Jaz ke depannya?

Mudah-mudahan Jaz bisa bikin album dan diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Jaz memang lekat dengan lagu-lagu cinta yang romantis. Kendati demikian, ia tidak membatasi diri untuk mendengarkan musik dengan genre tertentu. Begitu pula dengan menulis lagu, Jaz berusaha mengalir karena baginya inspirasi dapat datang di mana pun dan kapan pun. Sukses selalu, Jaz.

Loading