Sukses

News & Entertainment

5 Alasan dan Harapan Produser Buat Film Hujan Bulan Juni

Fimela.com, Jakarta Salah satu film Indonesia yang banyak ditunggu adalah Hujan Bulan Juni yang diadaptasi dari buku berjudul sama karya sastrawan senior, Sapardi Djoko Damono.

Film ini dibintangi aktris cantik Velove Vexia, Adipati Dolken, Baim Wong, Jajang C Noer, Koutaro Kakimoto (putra aktor pemeran Ksatria Baja Hitam), Surya Saputra dan lain-lainnya. Film produksi Sinema Imaji dan Starvision ini akan dirilis pada 2 November 2017 mendatang.

Preskon film Hujan Bulan Juni (Nurwahyunan/bintang.com)

Penulis novel Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Darmono mengaku kaget ketika novel yang ditulisnya ingin digarap visualisasinya dalam layar lebar. Ia mengaku sama sekali tak terbesit dalam benaknya apa yang dituangkannya ke dalam puisi lalu menjadi novel dan kini menjadi sebuah film layar lebar.

Pada awalnya, Sapardi sempat menolak terlibat dalam produksi film garapan Reni Nurcahyo Hestu Saputra. Ia tak ingin mengkungkung kebebasan sang sutradara dalam berimajinasi ketika novelnya diangkat ke layar lebar. Sapardi memang sudah hadir mewarnai dunia sastra Tanah Air dengan salah satu puisinya yang sangat ikonik yaitu ‘Hujan Bulan Juni’.

Saat kemudian disetujui untuk diproduksi, ini jadi tantangan besar bagi Chand Parwez selaku produser Starvision dalam mengangkat film Hujan Bulan Juni. Berikut ini ada lima alasan sekaligus harapan Chand Parwez memutuskan untu membuat film Hujan Bulan Juni.

1. Novel dan Skenario Cerdas

BTS film Hujan Bulan Juni (Doc: Sinema Imaji dan Starvision)

Buku yang menarik belum tentu bakal jadi film yang bagus dan menarik. Faktor skenario ternyata juga sangat berpengaruh. “Ternyata novel dan skenarionya sangat cerdas. Kami bersyukur bisa menyelesaikan film dari novel Sapardi Djoko Damono," kata Parwez.

2. Ceritanya Menarik

Hujan Bulan Juni (YouTube/ Starvision Plus)

Merasa cerita yang diangkat sangat menarik, Chand Parwez kemudian menghubungi sang sutradara, Hestu Saputra untuk menggarap cerita tersebut ke dalam sebuah visualisasi."Saya braindstorming ke Hestu. Brandstorming itu makin PD, persiapan sudah matang dan bagaimana mencari pemeran sebagai roh dari film ini, agar bisa hidup," terang Parwez.

3. Pemain dan Soundtrack

Aktor asal Jepang mencoba peruntungan di Tanah Air. Koutaro Kakimoto pemuda asal Jepang yang merupakan anak pemeran Ksatria Baja Hitam, Tetsuo Kurata. Koutaro terlibat dalam film Hujan Bulan Juni. (Nurwahyunan/Bintang.com)

Bukan hanya cerita, film Hujan Bulan Juni juga diyakini bakalan sukses apalagi diperkuat oleh para pemain yang mumpuni. Lalu ada alunan soundtrack yang sangat memikat.

"Saya senang karena Velove Vexia dan Adipati Dolken bersedia main jadi pemeran utama. Ini karya istimewa yang dilengkapi dua lagu yg indah dari Monita, dan lagu Hujan Bulan Juni dari Ghaitsa Kenang," jelas Chand Parwez.

4. Lintas Generasi

Preskon film Hujan Bulan Juni (Nurwahyunan/bintang.com)

Menurut Chand Parwezm Hujan Bulan Juni akan menjadi film lintas generasi, terutama remaja agar tidak di php-in atau ‘digantung’ cintanya. “Film ini bukan hanya tentang remaja, tapi orang dewasa bisa menikmati dimana cinta berada di ruang kedap suara yang romantis," jelas Chand Parwez.

5. Jadi Inspirasi

Preskon film Hujan Bulan Juni (Nurwahyunan/bintang.com)

Ada harapan khusus dari Chand Parwez untuk film Hujan Bulan Juni. Ia berharap, film yang akan dirilis pada 2 November 2017 ini bisa membawa inspirasi kepada para penontonnya, terutama remaja agara bisa lebih optimis dan kreatif..

Loading