Sukses

Entertainment

Eksklusif Samuel Rizal, Janjikan Kejutan di Eiffel I’m in Love 2

Fimela.com, Jakarta Saat dirils pada 2003 lalu, Eiffel I’m in Love termasuk film Indonesia terlaris saat itu. Film yang meraih 3 juta lebih penonton ini ikut melejitkan dua pemeran utamanya, Shandy Aulia dan Samuel Rizal. Sejak bermain di film yang disutradarai almarhum Nasry Cheppy itu karier keduanya semakin berkibar dan masih tetap eksis sampai saat ini.

***

Kini setelah 15 tahun, Shandy dan Samuel kembali dipertemukan lewat Eiffel I’m in Love 2 yang jadi kelanjutan atau sekuel dari film pertamanya. Dibuatnya film sekuel ini mungkin mengingatkan kita pada Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2) yang jadi kelanjutan dari AADC dalam rentang waktu 14 tahun.

Hampir seperti AADC, para pemain utama Eiffel I’m in Love 2 sebagian besar juga bermain di film pertamanya. Karena itu, pas diajak kembali memerankan karakter Adit di Eiffel I’m in Love, Samuel Rizal atau akrab disapa Sammy langsung menerima tawaran tersebut. 

“Film pertamanya kan sukses, nah sekarang gue ditawarin lagi memerankan Adit di Eiffel I’m in Love 2 bareng Shandy. Rasanya gue nggak bisa nolak tawaran di film ini,” terang Sammy saat berkunjung ke redaksi Bintang.com di Gondangdia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Eiffel I’m in Love memang berjasa besar bagi pria kelahiran Jakarta, 26 November 1980 ini. Dengan badan yang tegap dan atletis serta gaya yang cool, membuat Sammy pernah jadi idola remaja. Sebelum terjun ke dunia hiburan, Sammy adalah atlet bola basket profesional.

Selain Eiffel I’m in Love, Samuel Rizal juga membintangi sejumlah film seperti Tusuk Jelangkung, Apa Artinya Cinta, My Idiot Brother dan masih banyak lagi. Selain di Eiffel I’m in Love, Samuel Rizal dan Shandy juga sempat dipasangkan lagi di Apa Artinya Cinta. Namun hasilnya tidak sesukses Eiffel I’m in Love.

Tak hanya di layar lebar, Samuel Rizal juga beberapa kali tampil di sinetron, seperti Anugerah, Berkah, Pashmina Aisha, Catatan Hari Seorang Istri dan 7 Manusia Harimau. Bermain di Eiffel I’m in Love 2 yang kali ini disutradarai Rizal Mantovani tentu meninggalkan kesan serta tantangan tersendiri bagi Samuel Rizal.

Lalu apa saja perasaan dan kesan yang dialami Sammy saat ditawarin bermain di Eiffel I’m in Love 2? Apakah ada kesulitan dalam membangun chesmisty lagi dengan Shandy, lalu apa saja yang membuat film kedua ini berbeda dari film pertamanya? Simak hasil wawancara dengan Samuel Rizal berikut ini. 

Samuel Rizal dan Adit di Eiffel I'm in Love 2

Film Eiffel I’m in Love 2 bisa dibilang jadi ajang reuni bagi para pemain yang juga terlibat di film pertamanya. Tentunya bukan sekedar reuni, para pemain seperti Shandy Aulia dan Samuel Rizal ingin memberikan yang terbaik di proyek terbaru mereka ini.

Seperti apa karakter yang kamu mainkan di Eiffel I’m i n Love 2?

Peran gue tentunya masih jadi Adit, belum berubah hahaha. Karakternya nggak jauh beda dari waktu di film pertamanya, tapi tentunya ada perubahan dan sesuai dengan kehidupan yang dijalani Adit. Seperti orang kebanyakan sih, pastinya bakal lebih dewasa tapi ada karakter dalam dirinya yang masih sama seperti dulu.

Setelah hampir 18 tahun baru ada sekuel Eiffel I’m in Love, apa komennya?

Eiffel I’m in Love 2 ini setahu gue sudah jadi wacana untuk dibuat dari sekitar tiga sampai empat tahun lalu. Rencananya memang sudah lama, tapi tertunda terus. Ya mungkin karena terkendala sama banyak proyek jadi baru diputusin bakal ada Eiffel I’m in Love 2 di pertengahan tahun 2016. Itu pun baru bisa syuting di tahun kemarin dan akhirnya tayang di tahun ini.

Kamu langsung terima tawaran jadi Adit lagi?

Iya pastinya gue ditawarin jadi pemeran Adit lagi. Pas ditawarin kayak gitu, ya gue nggak mungkin nolak.. Makanya langsung gue terima tawaran main di Eiffel I’m in Love 2, ya udah let’s do it!.

Apa yang bikin kamu yakin menerima tawaran di Eiffel I’m in Love 2?

Waktu sekuelnya sudah pasti mau dibuat, pertimbangan utama gue simpel aja. Karena yang pertama jadi box office dan PH-nya juga sama, Soraya Intercine Films, jadi gue udah percaya banget sama mereka. Karena gue percaya sama PH-nya kalo mereka mau bikin sekuel pasti sudah disiapkan dengan matang dan penuh perhitungan.

Ada beban bermain di sekuel Eiffel I’m in Love?

Kalau gue malah nggak merasa beban atau tegang, tapi justru excited malah senang. Karena kalau Soraya Intercine Films bikin film layar lebar, mereka pasti bikin yang proper dan bagus.

Perubahan apa saja dari diri Adit di Eiffel I’m in Love 2?

Seperti gue bilang tadi, tiap manusia pasti ada perubahannya. Begitu juga dengan Adit. Selama lebih dari satu dekade pasti bakalan ada perubahan dalam dirinya dan bisa sedikit tapi bisa juga banyak. Sifat jutek dan cueknya masih ada terutama sama Tita. Mereka sering berantem, marahan terus balikan lagi. Karakter Tita juga masih ada kesamaan kayak film pertamanya, tapi itu diimplementasikan belasan tahun kemudian.

Lalu bagaimana kelanjutan hubungan Adit dan Tita?

Gue cuma bisa bilang mereka masih suka marahan terus balikan. Sifat mereka juga ada sedikit perubahan. Berubahnya gimana dan kelanjutan hubungan mereka seperti apa, gue belum bisa cerita sekarang karena nanti bakal ada surprise. Jadi nonton aja nanti di bioskop, hehehe.

Kalau lokasi syuting apa bakal lebih banyak di Paris?

Nah kalau lokasi syuting Eiffel yang pertama kan sekitar 75 persen di Indonesia, di Paris cuma 25 persen. Kalo di Eiffel I’m in Love 2 lokasi syutingnya malah lebih banyak di Paris. 

Gimana membangun chemistry lagi dengan Shandy Aulia?

Gue sama Shandy kan udah temenan sejak film Eiffel yang pertama. Setelah itu kita jadi temenan dan teman kita banyak yang sama, malahan kita satu gereja juga. Peran di Eiffel 2 ini tetap menantang tapi bukan hal yang susah dan nggak yang dari nol sama sekali. Yah kita tinggal matengin aja karena kita udah sering ketemu.

Ada persiapan khusus sebelum syuting?

Persiapan khusus, pastinya nonton Eiffel yang pertama. Jujur aja gue nonton berkali-kali sampai gue bosen. Tapi titik kebosanan itu yang jadiin akting gue makin matang, karena dari kejenuhan itu kita temukan titik kematangan, seperti halnya kalau latihan basket.

Ada kesulitan selama syuting?

Proses syuting berjalan cukup lancar. Kendalanya paling di masalah cuaca dan kendala teknis sedikit. Nggak ada hambatan serius, karena kita kan kerjasama dengan produser di sana (Paris) juga karena sudah diatur semua dengan baik. Mereka di sana memang profesional banget.

Selain syuting, kamu sempat jalan-jalan di Paris?

Kalo sudah syuting gue selalu pulang dan tidur. Jadi selama syuting di sana gue nggak pernah jalan-jalan. Tiap syuting selesai dan biasanya sampai malam, gue langsung balik ke hotel dan tidur. Apalagi kalo besok paginya ada syuting, ya gue mendingan istirahat dari pada jalan-jalan biar tetep fit pas syuting lagi. 

Naluri Sutradara Samuel Rizal

Ada banyak pengalaman dan pelajaran yang didapat Samuel Rizal saat bermain di Eiffel I'm in Love. Dua hal itu sepertinya membuat Sammy mampu bertahan dan masih eksis di dunia entertainment. 

Kabarnya ada pengalaman unik sama Tommy Kurniawan waktu di Paris?

Iya jadi gue kan sekamar sama Tommy selama syuting di Paris. Sebenarnya biasa aja sih, cuma kita memang dua pribadi yang berbeda. Yang satu terstruktur dan yang satu berantakan, tapi gue kan nggak mungkin negur Tommy kalo dia berantakan, wah malah jadi berantem dan nggak syuting. Jadi karena gue nggak betah lihat baju berantakan, ya udah gue ikut cuciin aja sama baju-baju gue.

Jadi chemistry sama Tommy Kurniawan makin oke?

Yah gitu aja sih, soal chemistry ya biasa aja karena gue juga udah lama temenan sama Tommy, ya jadi lebih cair aja.

Apa yang menarik dari Eiffel I’m in Love 2?

Di Eiffel yang pertama filmnya terkesan ringan tapi ternyata ada banyak kejutannya, begitu juga di Eiffel 2. Tapi dibalik keringanannya ada unsur kejutan juga, ya surprise itu tadi, treatment-nya kurang lebih sama. Gue nggak bisa breakdown ceritanya, orang kan mikirnya paling drama remaja biasa, paling si Adit sama Tita berantem lagi terus baikan lagi, nah itu ternyata lebih dari itu.

Bagaimana dengan faktor sutradara?

Buat pengarahan sutradara, gue terima kasih banget sama almarhum bang Cheppy, waktu itu kan gue masih baru tapi dikasi cukup kebebasan sama beliau tapi dia tahu banget dimana gue miss-nya dimana gue mesti benerin, pokoknya gue dikasih arahan yang baik dan bener.

Kalau dengan Rizal Mantovani?

Nah kalo di Eiffel I’m in Love 2 udah enak banget, gue udah hampir dilepas sama bang Rizal, karena gue udah tahu mana yang baik buat gue, Adit seperti apa, ya penggalian karakternya udah beda banget. Malahan gue kasih masukan adegan dan ternyata diterima sama sutradara.

Ada proyek apa lagi selain Eiffel I’m in Love 2?

Film selanjutnya, awal tahun ini gue syutng film Target, sama Raditya Dika, ini action-komedi. Gue harus gali lagi perannya dan harus lebih banyak referensi. Gue harus baca skenario lebih dalem lagi karena ini komedi situasional, ya harus kita implementasikan peran kita karena itu tugas gue sebagai aktor.

Apa yang menarik dari dunia akting?

Yang menarik dari dunia akting, kita bisa eksplor peran yang di luar karakter kita sehari-hari. Walaupun di peran Adit misalnya, ada unsur Sammy nya, tapi kan bisa mengeksplor karakter yang lain.

Apa rencana di masa depan?

Rencana, gue pengin dan suka nge-direct. Kalo ngelihat VTR gue suka ngeliat kayaknya ada yang kurang nih, gue juga suka melihat orang lain, yah mungkin udah ada rasa sendiri walaupun masih ala-ala, hahaha.  

Film seperti yang ingin dibuat oleh seorang Samuel Rizal?

Kalo dikasih kepercayaan, gue pengin bikin film Sammy-action, tentang kehidupan gue tapi ada action nya dikit di film itu, ya terserah gue dong kan gue yang bikin, hahaha.

Harapan buat Eiffel I’m in Love 2?

Harapannya, mudah-mudahan Eiffel I’m in Love 2 bisa jadi box office lagi seperti film pertamanya. Bukan karena gue yang main tapi karena ini kerja tim yang gue rasa solid. Walaupun kita tahu di dunia film ada faktor X, bisa sukses atau nggak, ya siapa sih yang nggak mau filmnya sukses.

Saat dirilis pada 2003, Eiffel I’m in Love yang diadaptasi dari novel laris berjudul sama tanpa disangka berhasil meraih sukses besar. Film ini juga membuat dua pemain utamanya, Shandy Aulia dan Samuel Rizal meroket pamornya di dunia hiburan. Sebagai salah seorang pemain, Sammy tentu berharap Eiffel I’m in Love yang bakal dirilis pada 14 Februari besok bisa mengulangi keberhasilan film pertamanya. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading