Sukses

News & Entertainment

Editor Says: Ketika Media Sosial Menjadi Meja Penghakiman Tanpa Ampun

Fimela.com, Jakarta Media sosial merupakan salah satu produk kemajuan teknologi era digital. Ragam dari media sosial pun saat ini mampu menembus banyak segmen usia dan profesi. Dengan media sosial, seseorang dapat melakukan pertukaran informasi hingga memamerkan gaya hidup.

Yang belakangan tengah menjadi tren adalah mengumbar masalah kehidupan pribadi di ranah media sosial. Sebut saja kasus perselingkuhan yang tengah marak terjadi belakangan ini. Istri sah yang tak terima melihat perselingkuhan suaminya dengan wanita lain pun meluapkan amarahnya di depan publik.

Sebenarnya sah-sah saja hal tersebut dilakukan. Apalagi, ketika emosi seseorang sedang memuncak biasanya ia sulit mengontrolnya. Hal itu pula yang membenarkan mereka untuk segera 'mempermalukan' rivalnya di depan publik.

Mengunggah video pelabrakan kepada wanita yang dinilai telah merebut suaminya adalah hal yang wajar untuk sebagaian orang. Pasalnya, dengan demikian, mereka menganggap hal tersebut dapat memberikan efek jera, sekaligus memberikan sanksi sosial kepada sang wanita yang tega merebut suaminya.

Media sosial pun mendadak menjadi meja penghakiman tanpa ampun. Ya, tak sedikit dari para pengguna media sosial yang ikut terpancing emosi ketika melihat video tersebut. Hujatan dan cacian pun menyerbu aktor yang tertuduh dalam video tersebut.

Efek dari video viral

Ketika seseorang meluapkan amarahnya hingga mempermalukan orang yang dibencinya di media sosial mungkin akan membawa kepuasan tersendiri dalam benaknya. Apalagi ketika video yang ia buat menjadi viral dan mendapat banyak dukungan dari warganet.

Di sini mungkin akan ada banyak pihak yang tersakiti. Wanita yang melabrak tentu tak terima begitu saja suaminya direbut. Hatinya begitu hancur mengetahui pengkhianatan dalam rumah tangganya. Pasca pelabrakan, ia pun harus menghadapi kenyataan hubungannya dengan sang suami yang mungkin akan merenggang atau kembali hangat.

"Perselingkuhan adalah dosa terbesar dalam sebuah hubungan" - Anonim.

Di sisi lain, wanita yang dilabrak juga akan mendapatkan efek yang besar dari videonya yang viral. Selain malu dan hujatan yang bertubi-tubi, ia mungkin akan mendapatkan sanksi dari lingkungan sosial seperti tempat kerja. Bisa saja ia dipecat karena perilakunya demikian. Wajar? Memang, namun apa jadinya jika dia menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga?

Dalam sebuah perselingkuhan, tak melulu pihak wanita yang harus disalahkan. Justru ada peran lelaki, dalam hal ini suami, yang juga tak kalah penting. "Tak ada kucing yang menolak diberi ikan,". Begitulah ungkapan yang mungkin akan mewakili seorang pria yang mendapat kesempatan berselingkuh.

Namun, jika seorang wanita yang memiliki hati nurani tentu tak akan tega menyakiti hati wanita lainnya. Apalagi merebut kebahagiaan orang lain. Jangan membukakan pintu untuk sesuatu yang kamu tahu tak seharusnya disambut.

Bijak gunakan media sosial

Keberadaan media sosial sudah semestinya disikapi dengan bijak. Dengan mengunggah video perselingkuhan itu artinya kamu sedang membuka aib keluarga dan suamimu di depan umum. Bukankah membuka aib pasangan adalah hal yang dilarang dalam agama?

Tak perlu satu Indonesia tahu akan perangai buruk suamimu dan selingkuhannya. Karena bagaimana pun, kamu masih berstatus sebagai istrinya dengan segala kewajiban yang harus kamu patuhi, termasuk menutupi aib suami.

Melabrak boleh saja, namun alangkah bijaknya jika tidak terlalu mengumbarnya di depan publik, apalagi media sosial. Semua tentu bisa diselesaikan dengan kepala dingin tanpa harus melibatkan warganet yang sebetulnya tak perlu tahu urusanmu, kan?

Semoga kita lebih bisa lebih bisa mengontrol emosi, serta bijak dalam menghadapi masalah dan menggunakan media sosial, ya!

 

Regina Novanda,

Editor Celeb Bintang.com

;
Loading