Sukses

Entertainment

7 Fakta Kematian dan Kremasi Sridevi, Penuh Haru hingga Ricuh

Fimela.com, Jakarta Kabar kepergian Sridevi mengejutkan banyak orang. Sridevi meninggal secara mendadak setelah ditemukan tenggelam di bak mandi kamar hotel di Dubai, tempatnya mengindap pada Sabtu (24/2/2018) malam.

Duka tak hanya dirasakan oleh pihak keluarga, tapi juga rekan -rekan serta penggemar Sridevi. Tak heran, ika ribuan orang mengantarkan Sridevi ke tempat perisntirahatannya yang terakhir, sebelum akhirnya dikremasi.

Proses kematian dan kremasi jenazah Sridevi sendiri tidak lepas dari beberapa hal yang menarik. Fakta-fakta ini akan menjadi kenangan dari seorang Sridevi yang legendaris dan tak akan terlupa.

1. Tak Sengaja Tenggelam

Ketika pertama kali kabar Sridevi meninggal beredar, sempat disebutkan bahwa penyebabnya adalah karena serangan jantung. Keluarga pun sempat mempercayai hal ini, meski mereka menyebut bahwa tidak ada riwayat sakit jantung yang pernah diderita oleh sang aktris.

"Kami benar-benar syok. Dia tidak pernah mengalami sakit jantung sebelumnya," ujar Sanjay Kapoor, adik ipar Sridevi dari pihak suami, Minggu, (25/2).

Namun setelah pihak Kepolisian Dubai melakukan autopsi, ditemukan fakta bahwa ternyata sang aktris meninggal karena tak sengaja tenggelam di dalam bathub kamar mandi hotelnya. Ia tak sadarkan diri sebelum akhirnya tenggelam di bak mandi dan meninggal dunia pada Sabtu, (24/2) pukul 11 malam waktu Dubai.

Sridevi meninggal dunia beberapa hari setelah menghadiri acara pernikahan kerabatnya di Dubai. Ketika keluarganya pulang ke Mumbai, Sridevi memilih untuk memperpanjang kunjungan karena ingin berjumpa dengan kerabat perempuannya di kota itu.

2. Bagaikan Putri Tidur

Setelah diautopsi, jenazah Sridevi diurus oleh seorang pria India yang tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab. Pria bernama Ashraf Thamarassery itu merawat jenazah sang aktris dengan tata cara Hindu, yaitu dimandikan dan kemudian ditutup dengan kain putih. Menurut Ashraf, wajah Sridevi nampak amat tenang dalam kematiannya.

"Ia sangat cantik, seperti Puteri Tidur. Setelah autopsi, ia dibungkus dengan tiga lapis kain katun putih, kemudian disemayamkan di peti kayu biasa dan dibawa ke Mumbai," ujar Ashraf seperti dilansir dari Financial Express, Rabu (28/2).

Ritual pemakaman Hindu India memang mirip dengan umat Islam. Jenazah ditutup kain putih yang terdiri dari beberapa lapis, yang membungkus tubuh sampai ke bagian kepala dan rambut.

3. Memakai Sari Favorit

Pada momen terakhirnya, Sridevi dipakaikan baju sari kanjevaraam merah yang selalu jadi favoritnya. Sari dari kawasan India Selatan ini selalu menjadi kesukaan sang aktris, dan keluarga pun mendandaninya dengan sari itu, lengkap dengan perhiasan emas di lehernya.

Wajah Sridevi pun dirias bak seorang pengantin, membuatnya nampak benar-benar seperti Puteri Tidur. Keluarga ingin agar kepergian Sridevi dikenang dengan indah oleh semua orang. Dan ia didandani dengan riasan yang selalu ia kenakan semasa hidupnya.

4. Diselimuti Bendera Tri Warna

Dengan statusnya sebagai penerima penghargaan Padma Shri tingkat keempat dari Pemerintah India, jenazah Sridevi diperlakukan seperti pahlawan. Tubuhnya diselimuti dengan bendera India yang dikenal masyarakat setempat dengan nama Tri Warna.

Bendera ini menutupi jenazah Sridevi mulai dari proses persemayaman jenazahnya sampai kremasi. Selain bendera, mendiang Sridevi juga mendapatkan penghormatan militer berupa tembakan salvo sebelum proses kremasi dilaksanakan.

5. Bunga Serba Putih

Pada hari persemayaman jenazah dan kremasi, semua bunga yang menghiasi prosesi ini berwarna putih. Ini adalah permintaan dari keluarga, karena Sridevi amat menyukai bunga yang berwarna putih.

Itulah mengapa semua bunga yang ada di tempat persemayamannya sampai di mobil yang mengantarkan peti jenazahnya menuju tempat kremasi, semuanya berwarna putih. Bunga-bunga itu dirangkai dengan cantik, membuat proses pengantaran jenazah dari tempat persemayaman menuju lokasi kremasi jadi nampak megah.

6. Sempat Ricuh

Sedikit kericuhan sempat terjadi ketika jenazah Sridevi tiba di Mumbai. Ratusan fans yang menunggu di depan rumah sang aktris menolak untuk pergi meski sudah dihalau oleh polisi. Mereka bertahan di depan rumah sang aktris dan membuat kawasan di sekitarnya penuh dengan lautan manusia.

Keributan kedua berlangsung ketika Sonam Kapoor hendak masuk ke dalam lokasi kremasi. Keponakan Sridevi ini bersitegang dengan kerumunan orang yang ada di dekat mobilnya. Tidak diketahui secara pasti mengapa Sonam sampai sangat emosi. Namun polisi dan keluarga langsung menenangkan situasi dan memberikan jalan kepada Sonam untuk masuk ke dalam lokasi kremasi Sridevi.

7. Keluarga Berterima Kasih Kepada Polisi

Proses pengantaran jenazah Sridevi dari persemayaman menuju tempat kremasi dibanjiri lautan manusia. Bahkan ribuan orang sudah menunggu jenazah Sridevi sebelum mendiang sang aktris tiba di Mumbai dan membuat keributan dengan polisi.

Ketika akhirnya waktu pengantaran tiba, keluarga menumpang sebuah truk yang sudah dihias dengan bunga putih di seluruh sisinya. Selama perjalanan ini pun, para fans bisa memberikan penghormatan terakhirnya kepada sang aktris.

Untuk mengamankan acara, polisi mengerahkan ratusan personel di sepanjang jalur pengantaran jenazah. Dengan kerjasama yang baik antar personel, mobil jenazah dan keluarga yang menuju lokasi kremasi bisa berangkat dengan tenang.

Anil Kapoor, adik ipar Sridevi pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak kepolisian yang sudah membantu. Aktor ternama ini menyampaikan rasa syukurnya lewat Twitter kepada semua polisi yang terjun ke lapangan hari itu.

"Kami sedang berduka. Aku sangat berterima kasih kepada semua sahabat dan fans yang sudah membuat lingkaran perlindungan untuk kami, sehingga kami bisa berduka dengan tenang. Dan aku sangat berterima kasih, khususnya kepada Polisi Mumbai yang sudah berada di sisi kami selama perjalanan berlangsung dan memastikan kami mendapatkan tempat dan privasi yang kami butuhkan untuk melakukan hal yang semestinya. Terima kasih untuk semua doa dan pengertian kalian," tulis Anil.

 

Sumber: Kapanlagi.com 

Penulis: Wulan Noviarina

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading