Sukses

Entertainment

Konflik dengan Tsania Marwa, Atalarik Syah: Saya Ingin Berdamai

Fimela.com, Jakarta Konflik Atalarik Syah dengan Tsania Marwa belum juga berakhir. Meskipun, kasus perceraian mereka secara resmi telah diputuskan pihak pengadilan agama. Masalah hukum di antara mereka sampai saat ini belum tuntas.

Yang terakhir, Tsania Marwa melaporkan Atalarik Syach ke Bareskrim Polri atas dugaan menghalang-halangi pertemuan dengan anak.

Setelah saling serang, Atalarik Syach perlahan mulai melunak. Ditemui jelang keberangkatan umrah di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (8/4/2018), Atalarik Syach mengungkapkan keinginannya untuk berdamai.

"Saya ingin berdamai. Yang banyak orang tidak mengerti adalah ini kan permasalahan rumah tangga, berumah tangga itu ibadah, itu kita ingat akhirat. Jangan hanya dilihat dari hukum dunia saja, kembali lagi ke hukum akhirat. Makanya saya lebih banyak diam," ungkap Atalarik Syah.

"Saya ingin mengajak berdamai. Anak-anak tetap berada di satu keputusan, satu aturan. Saya ingin dia berdamai untuk itu, biar anak-anak enggak bingung, maksudnya biar ini cepat clear, damai dan diterima keadaan ini," tutur Atalarik Syah.

 

Izinkan Bertemu Anak

Sebagai bukti, Atalarik Syah memberikan izin kepada Tsania Marwa untuk bertemu anak-anaknya selama ia beribadah umrah.

"Silakan datang ke rumah lihat anak-anak. Untuk sementara ini, saya inginkan dia datang seorang diri. Karena ini masalah kami berdua, dan anak-anak. Saya enggak mau ada orang ketiga yang mencampuri," tegas Atalarik Syah.

Perceraian Atalarik Syah-Tsania Marwa

Atalarik Syah menikah dengan Tsania Marwa pada 10 Februari 2012. Namun, dalam perjalanan Tsania melayangkan gugatan cerai kepada Atalarik ke Pengadilan Agama Cibinong, 14 Maret 2017.

Mereka resmi bercerai sejak Pengadilan Agama Cibinong mengabulkan gugatan Tsania pada 15 Agustus 2017. Dari pernikahan itu, mereka dikarunia dua orang anak.

 

Sumber: Liputan6.com

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading