Sukses

News & Entertainment

Road Trip ke Bandung Ditemani si Mini

Next

road1John yang kami maksud adalah Mini Cooper JCW (John Cooper Works).  Mobil compact dengan desain sporty rilisan BMW yang menemani, dan mengantar, kami ke Bandung. Perkiraan awal bahwa kami bisa berangkat lebih pagi (karena acara yang harus kami hadiri dimulai cukup awal) molor satu jam karena salah satu anggota tim yang berangkat terlambat bangun. This was where we took advantage of trying one of the car’s best feature. Speed.

Dalam pemakaian normal memang sisi kecepatan nggak begitu terasa, tapi JCW adalah tipe dari Mini Cooper yang bisa digunakan untuk drag race. So we speed in style. Melaju ke Bandung, berusaha untuk hadir tepat waktu di undangan. Mini Cooper JCW dilengkapi dengan enam rotasi gigi dan twin turbo machine. Bisa bayangkan betapa cepatnya? Knalpot bergaya sport dengan lapisan stainless steel menambah gahar suara mesin. Coba mainkan gasnya, buka sedikit jendela depan, dengarkan raungan mesinnya yang gahar namun khas.

Seperti yang sudah kami duga, kami tetap terlambat. Kurang lebih tiga puluh menit. But its okay. I think we were fashionably late. Pihak keamanan masih mengizinkan kami masuk ke dalam ball room di mana acara sedang berlangsung. Setelah mencoba beberapa wahana di Kawasan Terpadu Trans Studio kami masih memiliki waktu beberapa jam sebelum kembali ke Jakarta (apparently, all good hotels were booked, dan kami sama sekali tidak memiliki reservasi). Apa yang bisa dilakukan di Bandung selama kurang lebih lima jam? Banyak.

Next

 

road2We started by taking John to shower. Membersihkan debu-debu yang menempel selama perjalanan Jakarta ke Bandung. Udara dan matahari sedang cukup ramah di Bandung. Rasanya lucu juga membiarkan atap mobil ini terbuka selama perjalanan. Well, kami tidak ada keluhan. Mini Cooper JCW dipenuhi dengan tombol-tombol fungsional yang sangat membantu dalam menikmati semua feature di dalamnya. Atap yang merah kontras sekali dengan total look hitam yang ditonjolkan seri sport ini. benar-benar menarik perhatian siapapun yang melihatnya.

First stop? Mengunjungi salah satu butik yang sedang hype di Bandung. Terletak di Jalan Sumatra berdirilah Est Fashion Gallery. One stop shopping place yang menyediakan pilihan fashion untuk laki-laki, perempuan sampai anak-anak. Aksesori, wewangian, stationary, shower appliances, dan masih banyak lagi. Kami suka konsep tempat ini. Desainnya modern, chic, dan penuh warna. Displaynya juga menyenangkan. Betah sekali berbelanja di sana. What we got? A killer ring, sepasang chinos, dan sebuah tas.  Ingin minuman yang dingin atau mencari makanan ringan untuk mengganjal perut? Kamu bisa mampir di sebelahnya, ada restoran/bar Sola Luna which looked like a beer drinking place. Mari menjemput John yang pasti sudah selesai mandi.

Puas berbelanja dan kendaraan yang kami bawa juga sudah terlihat bersih kembali, kami memutuskan untuk berkeliling sejenak. Menikmati audio unit dari Harman/Kardon dengan tampilan sleek di dalam Mini Cooper JCW. Tampilan digital dengan automatic radio frequency search, pemutaran file lagu digital yang handy, bahkan dari kemudi. Kamu juga bisa mengsinkronisasikan data-data mp3 di iPhone kamu ke media player Mini Cooper JCW, atau mengkoneksikannya dengan piranti blue tooth.

Next

 

tokyoSetelah mengunjungi Jalan Braga yang terkenal sebagai Malioboro nya Bandung, kami menuju daerah Progo.  Mencoba beberapa menu makanan Jepang di sebuah restoran yang chic sekali bernama Tokyo Connection. Bergaya eropa, restoran yang kabarnya sedang banyak dibicarakan ini menghadirkan pilihan-pilihan makanan Jepang dengan harga yang sangat terjangkau.  Bisa dilihat dengan keramaian di tempat itu saat kami datang. Bukan hanya karena saat itu hari Sabtu tapi memang tatanan outdoor seatings dan bahkan interiornya membuat begitu betah. Perjalanan kuliner kami tutup dengan sebuah tiramisu lembut nan manis dari Tokyo Connection.

Setelah memeriksa kondisi tekanan angin dan memastikan bahwa kelengkapan kami semua ada di mobil kami bersiap pulang. Traffic ke arah Bandung semakin ramai kala malam. Sekali lagi, kami optimalkan fungsi Mini Cooper JCW sebagai sebuah mobil sport. Well, sebuah kecelakaan di kilometer 41 menghambat langkah kami. Hambatan itu terasa hingga kilometer 56. Dipandu oleh TomTom, aplikasi GPS terbaru yang menggantikan Google Maps di iPhone kami mencoba mencari rute lain. Hanya untuk keluar dari deretan kendaraan yang tidak bergerak itu.

Setelah satu jam lebih, memasuki Karawang, Cibitung, kami kembali masuk jalan tol dalam kota menuju Jakarta. Traffic looked clear.  Thanks to TomTom. Kami, dan Mini Cooper JCW dipandu dengan presisi kembali menuju Jakarta. A tiring day? Indeed. But we had fun with John!

;
Loading