Sukses

News & Entertainment

Padang Pasir, Pohon Palem, dan Vintage Feel di Yeyo

yDi saat semua eatery atau lounge atau bar baru bermunculan sepakat menyukai interior industrial, tidak demikian dengan Yeyo yang teletak di Jalan Senopati ini.  Apa yang terlihat di luar tidak seperti yang kami temukan di dalam. Although we love the exterior, too.

Tangga masuk yang unik akan membawa kita ke lantai satu, area restoran.  Pilihan furniture dari rotan, dan sofa panjang dengan cover vintage melengkapi deretan ubin. So vintage.  What we love more? Beberapa pohon palem di dalam ruangan, tertata di beberapa sudut. Kalau Fimelova pernah mengunjungi, atau melihat foto-foto Hotel Indonesia di era 1970an rasanya akan merasakan mood ini juga.

Persis setelah tangga masuk ke area restoran di lantai satu ada bar kecil yang sama vintage nya. Belum lagi lukisan potret Freddy Mercury di atas wastafel. You won’t miss it. Order some cocktails and stand under Freddy’s painting. Feels awesome.

y1Need a more lounge-ish feeling? Naik saja ke lantai dua. Interior yang benar-benar berbeda, namun tetap dengan kerangka kayu. Bak akuarium lantai dua ini benar-benar diset untuk younger visitors. Bila di lantai satu Fimelova seakan terbius oleh nuansa biru dan hijau – lebih mature, maka di lantai dua ini suasananya lebih orange, lebih funky. “Paling pas memang naik ke atas saat sore menjelang malam,” jelas Gita dari pihak Yeyo yang kami temui beberapa hari lalu. Oh, there’s another bar on the corner.

What to eat? Selections of European dish and selected Wagyu steak are available for your craving. Meski menu nasi goreng tetap ada. The prices are friendly too. One last bite, kenapa namanya Yeyo? “Itu bahasa slang dari daerah Timur Tengah, well, artinya sih sesuatu yang membuat ketagihan,” jelas Gita. The place definitely looks addictive to us. Yeyo akan melakukan soft opening selama tiga bulan ke depan, they might even have friendlier price for you.

y2

 

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Tips Membersihkan Rumah Usai Banjir Jakarta Surut