Sukses

News & Entertainment

Festival Sosial Media 2012, Kolaborasi Warga Dunia Maya Indonesia

Next

socmed1

Bertempat di gelanggang renang Senayan, Social Media Festival 2012 diadakan. Selama tiga hari penuh, komunitas-komunitas yang biasanya kita temukan di lini masa atau penggiat Facebook hadir secara nyata. Dalam booth-booth yang mereka dirikan, setiap identitas virtual memperkenalkan diri mereka dan apa yang mereka giatkan.

Menarik sebenarnya memperlihatkan bagaimana penduduk-penduduk dunia maya ini akhirnya muncul secara fisik dan berbagi cerita tentang kegiatan mereka. Menarik karena, dimulai secara virtual komunitas-komunitas, identitas-identitas ini mampu bergerak secara nyata, menggerakan mosi, menyuarakan mosi, memberikan impact nyata ke lingkungan sekitar mereka.

Beberapa identitas virtual yang kami temukan saat berkunjung di Social Media Festival 2012 sudah cukup dikenal banyak orang dan sempat kami paparkan juga di FIMELA.com, beberapa cukup baru – namun memiliki visi, misi dan kegiatan yang nggak kalah seru Fimelova.

Kami melihat booth-booth milik Kaskus yang lumayan banyak. Kami menemukan Indonesia Berkebun @IDberkebun lengkap dengan pot-pot tanaman hijau mereka. Komunitas Earth Hour, Komunitas Diet Kantong Plastik @idDKP, Change.org yang membuat petisi-petisi online, hingga Dapurmasak.com yang berniat untuk menjadikan orang-orang muda pergi ke dapur. Ada kurang lebih 107 'komunitas' online yang mengikuti Social Media Festival 2012 ini.

Next

socmed2

 

Acara yang digawangi oleh dailysocial.net, salingsilang.com, dan kaskus.co.id ini juga menghadirkan pembicara-pembicara serta panggung hiburan di salah sudut. Beberapa penampil yang juga aktif di dunia maya turut hadir. Membuat ajang yang baru diadakan sebanyak dua kali ini semakin dipertimbangkan. Media-media sosial yang ada telah menjadi sarana bagi banyak pekerja kreatif, pelaku industri, hingga aktivis-aktivis dunia maya untuk aktif berinteraksi sesuai kepentingan mereka masing-masing. Khusus untuk pelaku industri, tidak dipungkiri lagi, keberadaan brand mereka di dunia memperkuat impact yang mereka perlukan dalam menjalin lebih banyak lagi pelanggan.

Tiga tahun terakhir memang cukup dirasakan perkembangan signifikan dalam atmosfir sosial media di Indonesia. Bermunculan sekian banyak pergerakan, komunitas, dan entah apalagi yang masing-masing memiliki visi dan misi sendiri. Dinamika ini perlu dipantau, mengingat dampak positif dan negatif yang juga sering ditemukan di dunia virtual. Kita tidak bisa menutup mata dari banyaknya akun-akun di twitter yang pemiliknya tidak jelas, namun berkoar-koar menebar kebencian dan memancing permusuhan. Ini juga harus diperhatikan. Belum lagi masalah trend. Begitu banyaknya startup company yang bermunculan dan memiliki misi positif, tidak ada yang tahu sampai kapan mereka akan bertahan. Masih ingat tentunya dengan hysteria media sosial platform buatan negeri sendiri yaitu Koprol yang akhirnya gulung tikar. Kabar terakhir, pihak Yahoo sudah memutuskan kontrak dengan Koprol dan niat pengembang awal untuk membuat Koprol versi baru pun tidak jelas hingga saat ini. Ini adalah dinamika yang dimaksud.

Misi-misi positif, semangat berkomunitas ini harus terus dijaga. Karena bagaimanapun ini mengingatkan kita budaya gotong royong yang kita miliki sebagai bangsa. Kita senang berkumpul, berdiskusi, berbincang, untuk kemajuan bersama. Banyaknya identitas virtual yang muncul sebenarnya adalah ‘perpindahan’ dari gotong royong itu sendiri yang menemukan ‘ruang’ baru untuk berkumpul dan bersuara. Jangan hanya menjadi trend sesaat, yang hanya butuh dua tahun untuk menghilang. Tinggal kenangan dari sebuah ide dan semangat positif.

;
Loading