Sukses

News & Entertainment

Yang Terbaru dari David Bayu: Tentang Cinta, Penampilan & Album Naif

Next

daveb

Saya nggak berusaha mengubah citra

Kami bertemu dengan David pekan lalu di kawasan SCBD pada sebuah acara. It's always excited to witness his presence, actually. Melihat David di atas panggung, menggila bersama kelompok musik Naif rasanya cukup biasa. Jadi, saat ia hadir di tengah-tengah kami, bukan untuk bernyanyi, itu cukup luar biasa.

Jauh dari kesan anak Band, apalagi anak motor, David yang sekarang (sebenarnya sejak beberapa tahun lalu), lebih perlente. Rambut yang tertata rapi, bahkan terlihat terawat dan mengilap (menurut kami). Don't let us start on his body, too. David yang sekarang lebih bersih, nampak lebih tegap, dengan beberapa bagian tubuh menunjukkan hasil kerja keras di pusat kebugaran. Wajahnya segar, sebuah kacamata Ray Ban (yang juga meng-endorse) dirinya menggantung stylish di hidung.

"Sekarang penggemar yang laki-laki juga banyak," kelakarnya di sesi bincang-bincang siang itu. Yang berbeda, barangkali, dari sosok David di atas panggung dan off stage adalah kadar 'eksplosif' yang nggak kelihatan. Ia malah terlihat agak sungkan berada di antara orang banyak dan berbicara lepas. He is a true comedian on stage, as a singer. As a public speaker, not so much.

Saat kami tanya apakah rasanya berhasil 'reinventing' diri sendiri, David menjawab "Saya nggak merasa mengubah citra atau sosok saya, sih. Semua berjalan dengan normal. Saya nyaman dengan diri saya yang sekarang. Semua vibe positif ini begitu saya nikmati. Rasanya, hidup memang harusnya begitu," jelasnya.

Beberapa tahun lalu, saat Naif sepertinya sempat vakum beberapa lama, kemunculan David dalam sosok yang menggendut buat sebagian orang makin menggemaskan. Tapi, buat orangnya sendiri ternyata tidak. "Ada gym murah dekat rumah. Jadi saya kesitu, latihan. Ternyata, saya sangat menikmatinya," jelas David sambil kemudian menunjukkan sebuah foto hasil editan yang sempat ia share ke media sosial. Dua foto bersanding dalam satu frame. Satu menunjukkan sosoknya dengan rambut berantakan, sepertinya tahun-tahun awal Naif dikenal publik. Satu foto lagi menunjukkan dirinya yang sekarang, dengan jambul khasnya itu. Beberapa hal nampak berbeda. Tapi gampang mengetahui bahwa itu David.

"Wajah yang bersih dan segar seperti ini hasil nge-gym juga sepertinya. Saya percaya saat kita berolahraga dan berkeringat, banyak racun yang keluar. Logikanya, harusnya saya terlihat lebih segar kan?" kami menyetujui pernyataan satu ini.  Mendadak kami teringat dengan sosok laki-laki metroseksual dengan wajah hasil perawatan dokter kulit langganan. David sama sekali nggak terlihat seperti itu. Well, ia juga sama sekali nggak keberatan diberi label 'metroseksual' tadi.

Next

 

davebb

Saya mencintai hidup yang positif seperti sekarang

David has been quitting smoking for years, and also drinking too. We salute him for that. "Tapi, ya begitu, kadang ada pengecualian yang terpaksa sekali harus saya buat..." jelasnya singkat tentang event-event di mana ia harus datangi, dan ternyata ada minuman beralkohol tersaji. Banyak yang bilang, alkohol nggak jauh dari rokok. Jadi, memang susah untuk menghentikan kebiasaan dua itu bila sudah terlalu lama terbiasa.

"Saya senang sekali dengan diri saya yang sekarang, harus saya akui. Hidup saya lebih positif. Ternyata menyenangkan juga punya hidup yang konstan dalam alur yang baik. Tenang," paparnya kemudian dengan sumringah. Aura positif ini juga, yang menurutnya, akan terdengar di album terbaru Naif. "Kami akan mulai rekaman dalam waktu dekat, dan secara pribadi saya ingin album Naif lebih ceria, back to basic - seperti apa yang dulu kami lakukan di tahun-tahun awal. Galau itu sudah terlalu overrated tahun lalu. Saatnya meninggalkan itu semua." Kami setuju sekali.

"Rasanya mewakili brand ini saja adalah bagian dari positivity yang saya bilang tadi," jelas David lagi. Semua kembali di tahun-tahun saat  lagu "Piknik 72" milik Naif diputar di semua radio seantero Nusantara, dan membuat mereka semakin terkenal. "Ayah saya pernah bilang, coba tulis lagi lagu yang ada lirik 'vespa' nya, siapa tahu saya ditunjuk jadi bintang iklannya. Memang butuh lama sampai kejadian, tapi saat akhirnya Vespa membuka perwakilan mereka di Indonesia (tahun 2006), impian Ayah saya sepertinya jadi kenyataan," papar David sambil tersenyum.

 

Next

adiwiyono

Saya baru saja merasakan disentuh ‘cinta yang suci’

Lalu, apa rasanya merasakan dan mengalami 'Divine Love'? kami baru mendengar kisah ini dari David. "Mungkin ini memang juga bagian dari vibe positif tadi," sela David. Apa yang terjadi?

"Saya sedang menjemput anak dari sekolah, dan tiba-tiba saja saya merasa sedang disentuh, atau mungkin dirasuki sesuatu. Seluruh tubuh rasanya bergetar, dan tiba-tiba saja saya menangis. Beneran. Aneh, kan? tapi ya itu, it feels very happy, and relieving. Saat saya tanya ke seorang teman, dia bilang itu 'Divine Love.' Feels like nothing could go wrong, dan semua akan baik-baik saja. Bahwa semua sudah lengkap dan dipenuhi... Perasaan seperti itu nggak tergambarkan," David bercerita panjang lebar.

"Kamu juga akan mengalaminya, you will, one day..." tegas David sambil meyakinkan kami.

Selain album baru yang akan segera dikerjakan, apalagi yang baru? Saat ini David sedang mempersiapkan brand fashion untuk laki-laki yang diberi nama 'Union Well.' Tentunya, langkah David ini semacam masalah waktu saja. "Dari dulu saya memang senang fashion item yang aneh-aneh. Tahun ini mudah-mudahan bisa segera diperkenalkan ke publik." David sempat menunjukkan pada kami logo fashion brand-nya itu. Seekor kuda terbang yang diprint ke atas bahan tee shirt dengan efek stamp. Terlihat begitu vintage. Melihat perkembangan pasar fashion laki-laki tiga tahun terakhir, it's sort of catching up the trend.

He does sound very positif, juga tenang, saat berbicara dari dekat. Apakah dari bincang-bincang ini terbayang sosok David yang 'meledak-ledak' di panggung? Apapun itu. Mengalami 'Divine Love,' memiliki dua proyek yang  segera diungkap ke publik, dan jadi brand ambassador untuk sebuah kendaraan terkenal, there's no reason for him to opt for negativity, isn't it?

Photo courtesy of adiwiyono.com

Loading
Artikel Selanjutnya
9 Tips Kencan Bagi Perempuan Lajang di Usia 30an
Artikel Selanjutnya
Bagi yang Sudah Punya Pasangan, Jangan Katakan 5 Hal Ini pada Seorang Single