Sukses

News & Entertainment

Nuansa Tenang & Teduh ala Solo di Ampera Jakarta

Next

solo1

Waroeng Solo yang terletak di jalan Madrasah, Ampera ini bak mesin waktu bagi siapapun yang mengunjunginya. Lokasinya persis di pinggir jalan, dalam sebuah komplek luas yang didominasi oleh nuansa Jawa. Bahkan langkah kaki pertama di atas paving conblock kawasan parkirannya yang lapang itu kita semacam diingatkan bahwa waktu akan berjalan lambat.

Alihkan pandangan ke sisi kanan. Sebuah pohon besar rindang, dengan lonceng angin menggantung di salah satu percabangannya seakan jadi sandaran bagi Waroeng Solo yang ingin kami kenalkan bagi Fimelova. The place has been here for a while, tapi sosoknya seperti tersembunyi. Menanti untuk ditemukan. Barangkali, mereka yang melewati jalan ini setiap hari pun nggak sadar bahwa ada restoran ala Jawa yang seteduh itu di sana.

Next

 

solo2

Kami berkunjung ke sana Sabtu pekan lalu. Disambut lonceng angin tadi dan beberapa kursi dengan payung taman khas di halaman depan. Pernah ke Yogyakarta atau Solo? (Seperti nama restorannya sendiri. Istilah restoran saja nggak pas untuk dipasangkan ke tempat ini. Apalagi Warung) Nah, perasaannya sama seperti saat melihat dominasi bangunan tua yang akan kita temukan di dua kota wisata tadi.

Konstruksi bangunan yang terlihat begitu tua. Rangka-rangka kayu bak sudah lama tersiram hujan. Genteng-genteng semerah bata membuat nuansa vintage semakin dalam. Langit-langit yang tinggi. Jendela-jendela lebar dengan bingkai kayu kasa dengan rustic impression yang kental. Lukisan-lukisan dan foto-foto tua menyebar di setiap sisi ruangan. Seperti dimiliki sebuah keluarga Jawa jaman dahulu yang ditinggalkan, diubah menjadi tempat makan, namun setiap detailnya dibiarkan begitu saja. Seperti aslinya.

Next

 

solo3

Pilih sudut favorit untuk sekedar bekerja, dan tenggelam dalam pikiran. Atau menikmati sajian tradisional seperti nasi Liwet, semur ceker, nasi mangut, mie jawa, atau nasi opor. Ditemani dengan keripik tempe dan susu jahe. Harganya? tidak akan membuat dahi berkerut. Siapkan Rp 50.000,- dijamin kenyang dan bahagia. Meja-meja panjang akan mengakomodir pertemuan dan bincang-bincang bersama teman dekat di sore hari. Saat hari semakin petang, bila beruntung akan dihibur sepasang pemusik dengan bas betot dan ukulele-nya. Semakin malas beranjak dari sini. Kenyang makan? kadang-kadang ada latihan membatik yang juga bisa Fimelova coba.

Melangkah keluar dari Waroeng Solo, Fimelova bisa menemukan sebuah function hall dan guest house yang juga kental dengan nuansa Jawa tempo dulu. Bosan dengan semua interior dan dekorasi modern, ingin melangkah ke lubang cacing lalu terlempar ke masa lalu? coba datangi tempat ini. Kalau ingat, dan Fimelova adalah jenis orang yang cukup teliti, coba perhatikan beberapa kaki meja makan yang terbuat dari mesin jahit tua itu.

Loading