Sukses

News & Entertainment

Satu Malam Bersama Andien dan Kuliner Sarat Anggur

Next

Andien

Bertempat di Social House, Grand Indonesia, kami menutup hari kerja yang panjang bersama “One Fine Day.” Sebuah acara yang digagas Social House yang sudah terkenal dengan nuansa hangout-nya yang chill. Hari itu, tepatnya 4 April 2013, Soho (begitu tempat ini biasa disingkat oleh pengunjung setianya), ditutup untuk acara khusus tersebut.

Sangat layak disebut satu hari yang istimewa. Karena para tamu, dan kami, berkesempatan untuk merasakan 4-course dinner yang dipersiapkan oleh Chef Jeremy Strode dari Sydney. Nggak hanya itu penampilan dua penyanyi soulful dari dua negara siap menghibur pengunjung di sepanjang acara.

Chef Jeremy Strode mengaku bahwa kedatangannya saat itu adalah yang pertama ke Jakarta. Ia cukup terkejut melihat budaya makan di Indonesia. Menurut pengakuannya, di Sydney banyak sekali restoran, tapi yang makan sedikit. Agak mengejutkan juga buat kami. Chef Jeremy, yang istrinya juga adalah seorang pastry chef, mengatakan ia sudah pasti akan datang lagi bila diundang.

Sambil kami dihibur oleh penampilan Atilia. Penyanyi perempuan bertubuh mungil ini mengingatkan kami pada sosok Sheila Madjid yang juga berasal dari Malaysia. Yap, Atilia yang malam itu mengenakan gaun turquoise yang mewah berasal dari negeri seberang. Atilia tampil membawakan lagu-lagu bernuansa jazz, pop dengan suaranya yang juga husky, sensual – menemani set makanan yang kemudian datang satu persatu.

Menu pertama, cured Tasmanian salmon, pickled fennel and cucumber salad. Salmon Tasmania yang empuk, gurih cenderung asin. Melesap sepadan dengan ‘acar’ yang segar di sampingnya. Segelas Sangria menemani kami mengolah salmon ke dalam pencernaan.

One fine day at Social House

 

Next

 

One fine day at Social House

Menu kedua, grilled Australian black angus striploin steak, baby spinach puree, shallots. Hadir dalam potongan yang humble, namun ternyata cukup mengambil porsi dalam lambung. Poleskan tiap potongan steak ke spinach puree yang tasty. Can’t wait for the next dish.

Wagyu 9+ oyster blade braised in red wine, roast pumpkin, mushrooms, star anise. Sebelum menu satu ini hadir di meja kami, chef Jeremy melakukan demo singkat bagaimana mempersiapkan hidangan yang direndam dalam red wine dua hari dua mala mini. Yap, bisa bayangkan sensasi yang diberikan tiap kunyahan dagingnya, kan? Sensasi kari yang kental, daging yang mendekati proses masak rawon lokal. Serat daging menjadi begitu lembut, lewat sedikit dari empuk. Pasti karena rendaman red wine tadi. Belum lagi harus melewati proses masaknya kemudian.

Lalu seorang waiter menghampiri kami, memegang sebotol Altos Del Plata. Sebotol red wine, untuk melanjutkan makan, membawa sensasi tadi ke tingkat yang lebih lanjut. Atilia di panggung sudah siap mundur, setelah tampil dua sesi membawakan lagu-lagu yang membuat suasana semakin hangat. Or, was it the wine?

Saatnya Andien tampil. Sulit dipercaya bahwa banyak yang sudah berubah dari penyanyi berperawakan mungil ini. Dia sudah dewasa, musikalitasnya sudah matang, begitu juga penampilan fisiknya. Mengenakan gaun bordir, or was it lace, berwarna gading berpotongan rendah dan swept side do yang manis, Andien mengambil alih panggung. Not a big stage, tapi bahasa tubuhnya menguasai setiap irama musik. Ia bahkan sempat bergoyang sensual di sebelah violis yang menurut kami juga tampan itu.

Datanglah menu terakhir malam itu. Honey tart and peanut butter ice-cream. Menu yang ternyata adalah olahan dari istri chef Jeremy sendiri. Dessert kesukaan anak-anaknya, aku Jeremy. Sensasi kacang yang kental, bertemu dengan tart rasa madu yang dalam. If you love sweets, ini untuk kamu.

Malam itu, tim Fimela datang bertiga. Kebetulan, orang-orang yang berulang tahun bulan April ini. Kami sempat berfoto bersama. Dan kenangan malam itu bukan lagi One Fine Day, but it was a One Fine Evening untuk kami bertiga. Dan kenangan wagyu dalam rendaman red wine itu menemani nyenyaknya tidur kami malam itu. It was damn fine.

;
Loading