Sukses

News & Entertainment

Setahun Dipimpin Jokowi, Bagaimanakah Nasib Warga Jakarta?

Next

Joko Widodo, Ahok

Tidak terasa sudah setahun Jakarta dipimpin oleh Gubernurnya, Joko Widodo.  Memimpin 10 juta lebih manusia di Ibukota tentu bukan tugas mudah. Terlebih dengan semua masalah sosial, yang menjadi ‘warisan’ pemerintahan terdahulu. Banyak mendapat apresiasi positif bahkan sebelum menjabat sebagai Gubernur, apa saja pencapaian Jokowi dan pemerintahnnya selama setahun menjabat? Bila kamu berdomisili Jakarta, apakah kamu sudah ikut merasakan perubahan-perubahan signifikan, Fimelova?

Dua masalah utama Jakarta sudah pasti adalah kemacetan dan banjir. Dengan menormalisasi beberapa waduk (Pluit dan Ria Rio), pemerintahan Jokowi mengembalikan fungsi waduk seperti sedia kala. Langkah ini dianggap mampu mengurangi potensi banjir. Dua puluh hektar lebih wilayah Waduk Ria Rio akan diubah menjadi wilayah hijau, panggung terbuka serta hotel. Sementara normalisasi Waduk Pluit sebagai jantung penampungan air di Jakarta Utara, baru akan rampung tahun depan. Ratusan kepala keluarga sudah dipindahkan dari hunian sementara mereka, yang sempat jadi penyebab banjir.

Sebelumnya, Jokowi dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama (dikenal dengan panggilan populernya, Ahok) juga merelokasi banyak pedagang kaki lima dan kawasan Tanah Abang dan memindahkan mereka ke ruko blok G. Dibersihkannya wilayah Tanah Abang dianggap banyak pihak sudah mengurangi kemacetan dengan cukup signifikan di kawasan itu. Dengan 1500 lebih pedagang kaki lima siap menempati blok G, bayangkan potensi kemacetan yang mungkin terjadi bila mereka masih berdagang bebas di pinggir jalan.

Langkah lain untuk mengatasi kemacetan yang siap dijalankan adalah menaikkan tarif parkir dan jalan berbayar. Sudah pasti membuat kita pikir-pikir untuk menggunakan kendaraan pribadi, yang memang sudah kelewat banyak jumlahnya di Jakarta.

Meski mendapat banyak tantangan, gebrakan Jokowi dan Ahok berikutnya tetap berjalan. Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat diarahkan bagi warga kurang mampu, untuk menikmati layanan kesehatan dan pendidikan secara cuma-cuma.

Di masa jabatan Jokowi – Ahok juga ada gebrakan birokrasi. Pelelangan jabatan memberi kesempatan bagi siapapun yang merasa kompeten, untuk bisa memegang  posisi Camat dan Lurah. Kabarnya, Jokowi juga akan melakukan lelang untuk posisi Kepala Sekolah akhir tahun ini.

Next

 

Sejak pemerintahan Jokowi pulalah, warga Jakarta bisa menikmati lebih banyak festival dan acara kebudayaan yang digelar gratis, di tempat-tempat umum. Bukan hanya itu, baru di era Jokowi, kami menyaksikan sebuah pentas musikal skala besar bisa terjadi di lingkup Monumen Nasional (baca liputan kami tentang pementasan kolosal ‘Ariah’ di ulang tahun Jakarta sebelumnya di sini).

Gebrakan lain yang menurut kami akan berdampak bagus adalah larangan beredarnya topeng monyet, mulai tahun depan. Hiburan keliling yang sekarang memang agak susah dicap sebagai hiburan. Semakin banyak pihak yang mengkhawatirkan bentuk ‘hiburan’ seperti ini, karena dianggap mengeksploitasi hewan, dalam hal ini monyet.

Dengan sisa masa jabatan yang masih sangat panjang, tentu masih banyak lagi yang akan dilakukan Jokowi dan wakilnya Ahok, untuk memperbaiki tingkat kelayakan hidup dan kesejahteraan warga Jakarta. Terlepas dari pendekatan populis yang dilakukan Jokowi  (melakukan ‘blusukan’ untuk mengawasi jalannya pembangunan dari dekat),  masih banyak pihak yang menganggap Jokowi lalai.

Tertangkapnya seorang  Lurah beberapa waktu lalu karena korupsi, dianggap sebagai kegagalan dari program ini. Bahkan Ahok juga kabarnya kecewa karena pejabat hasil lelang tertangkap korupsi. Namun, Jokowi masih ingin melanjutkan program ini karena menurutnya perilaku korupsi disebabkan oleh mental dan akhlak yang memang susah dipantau.  Tidak hanya itu, isu negatif juga mengerubungi pembagian dana Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat. Pungutan liar membayangi distribusi dana kedua program tersebut. Bahkan dana yang begitu besar dianggap sebagian pihak berindikasi korupsi. Korupsi memang menjadi momok besar bagi kemajuan, bukan hanya skala Jakarta tapi juga Nasional.

Setahun menjabat, berhembus kencang kabar Jokowi akan menjadi kandidat RI 1 oleh partai pendukungnya. Namun, sebagian warga berharap Jokowi menghabiskan masa jabatannya sebagai Gubernur Jakarta karena masih banyak permasalahan yang harus beliau bereskan di Ibukota.  Terlepas dari puas dan tidaknya masing-masing dari kita akan setahun masa jabatan Jokowi (dan wakilnya, Ahok), tapi kerja keras keduanya setahun terakhir cukup membuat kita antusias akan nasib Jakarta yang lebih nyaman untuk ditinggali.

Loading
Artikel Selanjutnya
Serasinya Jokowi dan Iriana Tampil Menggunakan Pakaian Adat
Artikel Selanjutnya
Jaket Presiden Joko Widodo yang Tebarkan Semangat Nasionalisme