Sukses

News & Entertainment

Hari Buruh Resmi Jadi Hari Libur, Meski Cuma Sehari Ayo Istirahat

labor day

Pemerintah akhirnya merealisasikan 1 Mei menjadi libur Nasional terbaru, dalam rangka hari buruh, mulai tahun 2014 ini. Keputusan yang disambut meriah oleh banyak pihak. Hal yang sangat baru bagi Indonesia. Di mana tahun-tahun sebelumnya, hari buruh yang kerap jatuh di hari kerja selalu dipenuhi dengan demonstrasi, kemacetan, dan isu-isu keamanan lainnya.

Saya masih ingat 2 tahun lalu, bertugas meliput demo hari buruh yang berlangsung di bundaran Hotel Indonesia. Sekitar tengah hari, puluhan bus yang diisi oleh buruh dari banyak wilayah di luar Jakarta membuat lalu lintas macet. Bus-bus itu malah sengaja berhenti di jalan, di mana semua penumpangnya kemudian keluar dan berhamburan menuju kawasan Monumen Selamat Datang. Saya dan seorang teman harus naik ojek menuju pusat demo karena kendaraan roda empat tak ada yang bisa sampai ke sana.

Para demonstran duduk di tengah jalan, menyampaikan orasi dari atas mobil truk, atau menari-nari untuk jadi pusat perhatian. Hari buruh adalah hari mereka. Saat mereka merasa itu adalah momen paling tepat untuk menyampaikan pendapat mereka.

Tahun ini, beberapa aspirasi yang akan disampaikan para demonstran di hari buruh, antara lain kenaikan upah minimum tahun 2015 sebesar 30%, revisi komponen Kebutuhan Kehidupan Layak, tolak penangguhan upah minimum, pemberlakuan jaminan pensiun bagi wajib buruh, audit program BPJS kesehatan, penghapusan outsourcing, dan penyediaan transportasi publik dan perumahan murah untuk buruh.
Berapa banyak dari kita yang merasa berstatus sebagai buruh? Buat saya, selama kita masih bekerja untuk orang lain, sudah sepantasnya kita disebut buruh. Sayangnya, terminologi buruh yang digunakan hingga saat ini lebih condong pada para pekerja di kategori buruh kasar (buruh pabrik). Merujuk pada kata ‘labor day’ yang artinya hari buruh tadi, ‘labor’ adalah tenaga kerja. Jadi, ‘labor day’ adalah harinya golongan tenaga kerja.
Turun ke jalan adalah pilihan.
Di samping cuti tahunan, libur tanggal merah maka saya sebenarnya bekerja sepanjang tahun. Sebagai jurnalis, bisa menemukan hari libur sangat istimewa. Karena berita terus bergulir, peristiwa terus terjadi. Harus ada yang memberitakannya. Tidak sama seperti pekerjaan lainnya, sebenarnya jurnalis pun terus bekerja di akhir pekan. Mata dan telinga terus memantau berita.
Jadi besok, saya akan gunakan hak istimewa sebagai pekerja (buruh) untuk beritistirahat. Meski hanya sehari. Saya sudah bekerja sepanjang tahun, jadi libur besok adalah salah satu hadiah terbesar tahun ini dari pemerintah untuk para tenaga kerja seperti saya. Namun, turun ke jalan, bisa selalu jadi pilihan.
;
Loading