Sukses

News & Entertainment

Rayakan HUT Jakarta: Nonton Teater Abang None ke Parade di Bundaran HI

HUT jakarta, 2014

HUT jakarta, 2014

Setiap tahun, perayaan ulang tahun Jakarta jadi agenda wajib yang dinantikan warga Ibukota Negara ini. Banyak rangkaian acara untuk diikuti dan dinikmati. Mulai dari Jakarta Fair, festival budaya yang tersebar di tiap penjuru Jakarta, program maraton belanja hingga tengah malam (dalam hal ini termasuk Jakarta Great Sale), sampai karnaval di jalan protokol.

Bila kondisi badan fit, kamu mungkin bisa mengikuti puncak perayaan HUT Jakarta yang biasanya berlangsung 2 hari 2 malam tanpa henti. Seperti yang terjadi beberapa tahun terakhir. Car Free Day berlangsung di malam sebelum perayaan HUT. Berimbas pada pengalihan jalur transportasi. Di mana jalan-jalan protokol, seperti Sudirman-Thamrin dipenuhi dengan warga yang menikmati panggung-panggung hiburan.

Selesai di situ? Nggak. Di hari H sendiri, yaitu 22 Juni, Sudirman-Thamrin kembali jadi jalur karnaval, yang diikuti instansi-instansi pemerintah dan kelompok-kelompok masyarakat. Panggung hiburan juga muncul di kawasan Monas yang jadi puncak acara.

FIMELA.com pun tidak mau ketinggalan merayakan HUT Jakarta tahun ini. Sebagai anak rantau di Jakarta, HUT Jakarta justru lebih berkesan pribadi (buat saya). Kota tempat pendatang seperti saya mengadu nasib (menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil  DKI Jakarta, setiap tahun penduduk Jakarta bertambah setidaknya 40.000 jiwa), punya lingkaran sosial yang benar-benar berbeda dengan kampung halaman dan tempat belajar bertahan hidup yang sebenar-benarnya. Bukan hanya untuk saya, tapi juga banyak orang lain.

Saya mampir ke Galeri Indonesia Kaya, di Grand Indonesia, di mana kelompok teater Abang None Jakarta mempertunjukkan sebuah musikal mini yang temanya pas sekali dengan saya, lagi-lagi sebagai pendatang. Plot-nya sederhana. Perantau dari Jawa, yang mencoba mengadu nasib di Jakarta. Tapi, belum apa-apa dia sudah jadi korban hipnotis. Sesuatu yang sangat dipahami siapapun di kota ini.

Musikal mini bertajuk “Lenggak Lenggok Jakarta” itu diproduseri oleh aktris Maudy Koesnadi, dan ikut dibintangi pemenang piala Citra, Prisia Nasution. Cukup menghibur. Meski mereka tampil di panggung yang sangat kecil. Untuk catatan, teater Abang None Jakarta sudah sering menggelar pertunjukan seperti ini.

Dari sana, saya pindah ke kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Jalur menuju landmark Jakarta ini sempat ditutup dan arus lalu lintas dialihkan ke arah Tanah Abang. Terbayang macet parah jadinya. Di sana saya bergabung dengan ribuan warga lain, yang menantikan kelompok parade lewat.

Parade karnaval yang dibintangi banyak mobil-mobil hias, kelompok-kelompok penari, kelompok-kelompok hobi, dan banyak lagi. Keseruan yang hanya bisa dirasakan setahun sekali. Bahkan tidak saat pergantian tahun. Nampak turis mancanegara berbaur dengan warga, mengabadikan momen seru ini. Terasa sekali suasana ‘festivity’ dan kebersamaan. Sampai jumpa di ulang tahunmu berikutnya, Jakarta. Mudah-mudahan dalam keadaan yang lebih baik, untuk kita semua.

HUT jakarta, 2014

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Tips Membersihkan Rumah Usai Banjir Jakarta Surut