Sukses

News & Entertainment

Il dan Al, Jagoan Ustaz Wijayanto di Aksi Asia 2018

Bintang.com, Jakarta Ajang pencarian bakat dai dan juga daiah muda dalam kontes Akademi Sahur Asia atau Aksi Asia 2018, makin mengerucut. Dari 25 peserta yang berasal dari lima Negara, kini menyisakan tujuh pendakwah yakni IlAl (Indonesia), Nabilla Zainuri (Indonesia), Aiman Sufyan (Malaysia), Adilla Putri (Indonesia), Syed Iqmal (Malaysia), Fadhli Al-Fasiy (Indonesia), dan Nik Farhan (Malaysia).

Ustaz Wijayanto selaku komentator dalam ajang tersebut mengatakan semakin hari, para peserta semakin tampil baik sehingga bisa menyulitkan dewan juri untuk memberi penilaian. Namun begitu, Aksi Asia adalah sebuah kompetisi dimana ada yang menang dan ada yang harus tersingkir.

Atas nama pribadi, ia berharap pendakwah kembar asal Garut IlAl bisa menjadi juara di Aksi Asia 2018. “Bukannya tidak merespon yang dari luar negeri yah. Tapi, Il Al ini menurut saya secara umum layak menjadi juara karena punya paket yang kuat ini juga berdasar off air, bagaimana videonya viral di sosmed, bahkan telepon langsung IlAl menjadi andalan,” kata Ustaz Wijayanto di studio Indosiar, Jakarta Barat.

Semenatra itu, menjadi unggulan salah satu komentator, tidak membuat Il Al besar kepala. Saudara kembar kelahiran 5 Oktober 18 tahun lalu itu mengucap syukur.

“Alhamdulillah Il Al bersyukur dan akan tetap mempertahanka dan meningkatakan karena yang susah itu mempertahankan dan meningkatkan,” kata Il Al dalam ajang Aksi Asia 2018.

2 dari 2 halaman

Juara Dua Aksi Indosiar 2015

Il dan Al merupakan nama panggung bagi pendakwah yang memiliki nama asli Ilyasa Wijaya Kusuma dan juga Alyasa Wijaya Kusuma. Nama tersebut diambil dari nama pendek mereka berdua yaitu IL dan AL jika digabungkan akan menjadi IlAl. Gaya ceramah yang lucu ditambah dengan kekompakan dari mereka mampu menarik hati seluruh pemirsa di studio maupun di rumah tak terkecuali juga 5 juri Aksi Asia.

“IlAl belajar berdakwah dari Pondok Pesantren Darussalam, Garut. Di Pondok itu ada kegiatan namanya muhadaroh setiap minggu jadi dilaksanakan tiga kali. Bahasa inggris, bahasa arab dan Indonesia,” kata Al saat ditanya kemampuan berdakwahnya berasal dari siapa.

Sejak tamat SD, IlAl memperoleh kemampuan berdakwah di Pondok pesantren tersebut. Pada 2015 lalu, ILAL yang awalnya berdakwah sendiri-sendiri, bergabung dan mengikuti ajang Aksi Indosiar. Mereka kala itu meraih juara dua. “Kelas 3 SMP, digabung jadi ILAL dan masuk Aksi Indosiar 2015. Saat itu dapat juara dua,” kata Al yang kini sudah kelas 3 SMA.

Artikel Selanjutnya
Komentator: Juri Bakal Semakin Sulit Menilai Peserta Aksi Asia 2018