Sukses

News & Entertainment

4 Alasan Buat Nonton Film A Man Called Ahok

Fimela.com, Jakarta Film A Man Called Ahok mulai tayang di bioskop 8 November 2018. seperti judulnya, film ini mengisahkan cerita dari kehidupan Ahok kecil di Gantong, kepulauan Belitung Timur sekitar 1976 sampai beliau menjabat Bupati Belitung Timur 2005.

Putrama Tuta selaku sutradara mengatakan jika film yang diangkat dari buku karya Rudi Valinka itu memang bergenre drama keluarga. Maka dari itu, hampir sepanjang film menggambarkan bagaimana sosok Ahok dibangun dari keluarga pengusaha tambang di kawasan Belitung.

"Dari awal saya mau fokus ke hubungan Ahok dan ayahnya. Ini cerita soal ayah Ahok mendidik, itu saja," tutur Putrama Tuta beberapa waktu lalu.

 

Daniel Mananta kini baru saja menyelesaikan film terbarunya A Man Called Ahok. Dalam film garapan Putrama Tuta,Daniel berperan sebagai sosok inspiratif di Indonesia, Basuki Tjahaja Purnama atau lebuh dikenal Ahok.

Beberapa nama lain yang terlibat didalamnya antara lain Eriska Rein, Denny Sumargo, Donny Damara, Edward Akbar, Jill Gladys, dan beberapa nama lainnya. Penasaran? Berikut 4 alasan buat nonton film A Man Called Ahok.

 

2 dari 5 halaman

1. Mengenal Ahok

Daniel mengungkapkan ada 5 nilai yang ada didalam diri Ahok yang ia ketahui setelah bermain film biospik tersebut. "Menurut saya ada 5. Pertama paling penting adalah dia takut sama Tuhan dan selalu berserah pada Tuhan. Kedua, compassion. Kenapa banyak orang yang jatuh cinta sama pak Ahok karena pak Ahok mempunyai compassion (kasih sayang). Bisa dilihat dari dia blusukan, dia tulus seakan menyayangi. Ketiga integritas. Keempat disiplin dan kelima keberanian untuk vokal (mewakili kebenaran)," tuturnya.

3 dari 5 halaman

2. Daniel Mirip Ahok

Sebagai Ahok, Daniel terkejut karena dianggap mirip bahkan hingga suara juga mirip suara asli Ahok. Diakui Daniel, dirinya memang sempat mengalami masalah dengan pita suara saat syuting.

"Ga telalu lama niruin. Gue dulu ada masalah pita suara. Sempet pas Indonesian Idol 2012 suara ilang. Karena pita suara ternyata ada nodul, kaya tumor jinak. Harus operasi. Terus suara gue ke karakter ahok itu bisa kek gitu lagi. Gue lumayan kaget. Gue jg merasa mirip. Mudah-mudahan penonton juga lihatnya mirip banget," papar Daniel Mananta.

 

4 dari 5 halaman

3. Inspiratif

Diakui Daniel, dirinya bersyukur saat ditawari film dan berperan sebagai Ahok. Bagaimana tidak, Ahok sendiri merupakan salah satu figur yang sangat dihormatinya.

"Jadi mungkin saya bersyukur produser dan sutradara memberikan kesempatan menjadi figur yang saya hormati. Melalui film ini kita mengharapkan banget akan muncul leader-leader baru di Indonesia yang memiliki nilai-nilai yang dibawakan oleh pak Ahok," kata Daniel Mananta.

 

5 dari 5 halaman

4. Bikin Terharu

Ditemui saat press screening film karya Putrama Tuta itu, pria 37 tahun itu mengaku hampir menangis melihat jalan cerita yang mengedepankan drama keluarga tersebut. "Drama yang diceritakan luar biasa sekali, menyentuh emosi. Saat di scene meja makan, terus flashback inget ayahnya, itu saya beneran tahan nangis," ungkap Daniel Mananta.

Memang, meski menceritakan tentang mantan Gubernur DKI Jakarta itu, film A Man Called Ahok juga menggambarkan bagaimana keluarga membentuk kepribadian seorang Ahok. Daniel Mananta pun mengaku terharu dengan penggalan cerita masa lalu Ahok saat dididik cukup keras oleh orangtuanya.

"Jujur saya semakin yakin kalau film ini bukan hanya tentang Ahok, tapi juga sosok Kim Nam, ayah Ahok. Jadi memang kita cuma pinjam cerita pak Ahok dan kita jadikan ini film drama keluarga," terangnya.

Artikel Selanjutnya
A Man Called Ahok jadi film tersulit Jill Gladys
Artikel Selanjutnya
Eksklusif Denny Sumargo, dari basket ke akting dan jadi ayah Ahok