Sukses

Entertainment

Eksklusif Chef Marinka, Passion yang Berbuah 'Duta' Kuliner Nusantara

Fimela.com, Jakarta Mungkin masih sedikit orang yang mengenal sosok bernama Maria Irene Susanto. Namun jika kemudian nama Chef Marinka yang disebut, tentu langsung akan mengarah ke seorang celebrity chef cantik yang sudah sering tampil di depan televisi.

Ya, Chef Marinka memang memiliki jalan yang cukup unik untuk menembus industri hiburan di tanah air. Jika kebanyakan orang meretas jalan lewat dunia sinetron atau film, wanita 38 tahun itu menjadi selebriti saat sudah berpredikat sebagai chef profesional.

Sejak kecil, wanita kelahiran Jakarta, 22 Maret 1980 itu memang sedikit berbeda dari kebanyakan anak-anak seusianya. Jika sebagian besar anak perempuan menyebut pramugari atau dokter sebagai cita-cita mereka, ia justru mengaku sudah bercita-cita menjadi seorang chef profesional sejak masih kecil.

Dan, tak sekedar bercita-cita, ia pun merealisasikannya dengan menempuh khusus memasak di negeri Kanguru, Australia. "(Jadi chef) Karena saya nggak suka sesuatu yang biasa. Dan itu kan kesukaan kita, jadi harus ngikutin aja, bukan berdasarkan kita harus menyenangkan orang lain. Jadi basicly sesuai standard hidup saya sendiri, bukan standard-nya orang-orang," kata Chef Marinka secara khusus pada Fimela.com di Mars Kitchen, restoran makanan sehat miliknya di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Kesempatan untuk bertemu langsung dan berbincang secara eksklusif pun tak disia-siakan untuk mengorek lebih dalam tentang passion-nya menjadi seorang chef profesional. Ia bercerita, masih memiliki yang ingin digapai sebagai seorang juru masak.

Tak hanya itu, kepada Fimela.com, Chef Marinka pun memberikan pandangannya terhadap kata cantik dan seksi, dua kata yang selalu melekat dengan dirinya sebagai seorang publik figur. Baginya, cantik dan seksi seperti halnya sebuah masakan. Apa yang dilihat secara visual belum tentu mewakili cita rasa nikmat yang sesuai dengan harapan.

Bangga Kenalkan Kuliner Nusantara

Menjadi seorang chef memang merupakan passion yang terwujud dari seorang Chef Marinka. Sampai akhirnya berpredikat sebagai celebrity Chef pun disyukurinya. Namun yang lebih dari itu, kombinasi passion dan hobi traveling membuat Chef Marinka bangga bisa menjadi 'duta' kuliner nusantara ke kancah internasional.

***

Chef Marinka, mungkin bisa diceritain awal mula jadi chef profesional seperti apa?

Awalnya itu aku memang udah passionate tentang masak-masakan sebetulnya pada saat kuliah. Abis itu karen bertahun-tahun masak untuk diri sendiri dan temen-temen akhirnya aku sekolah di Le Cordon Bleu di Sydney. Jadi itu memang institusi untuk cuisine masakan Perancis. Waktu di Sydney juga aku sempet magang di restoran untuk beberapa lama. Abis dari situ pulang ke Jakarta, sempet bikin restoran, sempet ngajar masak sana sini. Lalu ada beberapa tawaran TV untuk local tv di Jakarta, itu 2007. Dari situ langsung banyak tawaran-tawaran lain.

Jadi chef bisa dibilang profesi yang nggak populer di Indonesia, kamu emang cita-cita atau seperti apa?

Karena saya nggak suka sesuatu yang biasa. Dan itu (masak) kan kesukaan kita, jadi harus ngikutin aja, bukan berdasarkan kita harus menyenangkan orang lain. Jadi basicly sesuai standard hidup saya sendiri, bukan standard-nya orang-orang.

Apa suka dukanya jadi seorang chef profesional?

Dukanya itu lebih ke dunia food and beverage itu kan lumayan continues, jadi nggak ada namanya hari libur, orang lagi liburan kita malah kerja biasanya. Plus dunia entertainment kan juga nggak ada break sama sekali. Sukanya itu seru sih bisa berbagi sama orang-orang tentang apa yang kita udah tau. Terus aku suka kalau kemaren itu bisa dapat prestasi, contohnya itu aku seneng banget bisa jadi 'duta' untuk Indonesia untuk memperkenalkan makanan Indonesia di luar negeri, itu buat saya salah satu yang menyenangkan.

Dari chef menjadi celebrity chef, gimana rasanya?

Pertama emang sebetulnya jadi seorang chef itu aku udah seneng sendiri sih, maksudnya nggak usah jadi selebriti pun itu emang udah passion aku. Jadi selebriti pasti banyak plusnya lah, bisa banyak traveling juga. Jadi bisa dibilang kerjanya itu menyenangkan, karena bisa kerja sambil traveling, bisa ke luar negeri, dan salah satu kepuasannya selain memperkenalkan masakan Indonesia juga, walaupun saya tidak suka hidup dengan standard sosial, tapi I like make people happy. Kayak aku masak dan orang seneng sama masakannya itu kayak seneng, ada kepuasannya tersendiri.

Tadi nyebut seneng jadi 'duta' masakan Indonesia ke mancanegara. Sepengetahuan kamu, mana masakan Indonesia yang paling populer di luar negeri?

Ya udah jelas rendang ya. Rendang itu udah paling terkenal. Terus sate juga terkenal. Nasi goreng. Itu sih 3 yg paling terkenal yg semua orang tuh tau.

Kalau masakan Indonesia yang paling unik yang pernah kamu masak atau makan, itu apa?

Aku pernah nyobain cacing laut dari Papua. Jadi kayak kari, tapi cacing lautnya diasap gitu. Itu yang paling lumayan unik.

Kamu nyangka nggak profesi kamu sebagai chef ternyata bisa bikin kamu terkenal seperti sekarang?

Nggak sih. Kalau ada yang nanya, ini semua udah jalan Tuhan. Nggak kepikiran sampe situ karena cita-citanya beda. Emang ada faktor kita bekerja keras tentunya, abis itu emang kalau suka sama pekerjaan, tiap hari ya kayak nggak kerja, kayak this is my playground.

Kalau diminta pilih, lebih mau jadi chef atau selebriti dengan banyak sinetron atau project film?

Aku dari dulu suka dunia art, makanya dulu aku ngambilnya desain, mau jadi pelukis. Dan sekarang sejujurnya lagi menekuni bartending. Kalau sinetron tidak, definitely tidak. Kalo film off course, karena itu ada seninya juga, tapi tergantung film apa juga sih.

Sudah bisa mencapai cita-cita jadi chef, lalu apa yang kamu cita-citakan sebagai seorang chef?

Banyak banget. Kayaknya aku pengen banget nyoba, traveling tuh buat aku salah satu, bukan cuma hobi, tapi wajib. Tiap dua bulan sekali harus keluar untuk eksplore gitu. Aku banyak pengen nyobain beberapa masakan yang dari luar, contohnya dari Amerika Selatan itu buat aku menarik banget. Dari Afrika juga menarik, jadi aku mau traveling itu.

Kalau yang mau kamu capai sebagai selebritis?

Aku pengen banget someday aku punya talkshow yang membicarakan tentang hal-hal yang penting dan bisa menolong dan mempengaruhi banyak orang. Belum bikin buku, itu salah satu project yang harusnya tahun depan terlaksana.

Marinka: Wanita Cantik Itu Seperti Makanan

Tak hanya predikat celebrity chef, Chef Marinka pun harus 'rela' mendapat predikat tambahan lantaran penampilannya. Ya, ia kerap disebut sexy chef. Lalu, bagaimana tanggapannya?

***

Masih tampak segar di usia 38 tahun, apa rahasianya?

Nggak tau ya, kalau itu kayaknya genetik. Aku yang jelas nggak ngerokok, nggak yang aneh-aneh, jarang keluar juga, kalau ada waktu lebih banyak spent time di rumah. Yang bikin (tetap segar) menjaga keseharian sih, misalnya selama liburan makannya udah banyak nih, abis itu ada dietnya. Tapi dietnya lebih ke kurangin makanan yang terlalu diproses. Jadi kayak snack-snack yang instan banget itu jangan. Makan lemak nggak apa-apa tapi lemaknya yang bagus kayak alpukat, atau olive oil. Jadi kalau bisa seminim mungkin makan makanan yang tidak diproses.

Suka ke salon?

Saya bukan tipe cewek yang rutin ke salon. Jadi kalau nggak yang harus-harus banget ya nggak ke salon. Terus nggak begitu suka facial atau apapun yang (badannya) dipegang-pegang gitu, itu males. Mungkin yang pasti cuci muka sebelum tidur itu harus. Jadi tidur dalam keadaan bersih karena itu ngebantu biar kulitnya nggak jerawatan. Olahraga jarang juga, makan standard aja, mungkin happy kali ya didalamnya dan berjiwa muda juga. Kayak orang ngomong apa jangan dengerin, kita hidup berdasarkan standard kita sendiri. Hidup positif, membangun lingkungan kayak temen-temen yang baik, itu kayaknya ngebantu banget deh, jadi senengnya dari dalam.

Ngejaga pola makan?

Aku itu suka makan. Tapi ada saatnya aku pengen makan makanan sehat, ada saatnya pengen makanan yang kayak nasi uduk kek, atau kentang goreng. Aku nggak pernah klaim kalau aku chef sehat, jadi hidup aku balance.

Kalau aku mau makan sehat, aku punya Mars kitchen, ini project memang semacem baby project yang terinspirasi dari papahku yang dulu sakit tapi suka makan makanan enak, jadi ini salah satunya. Kalau aku dibilang suka makanan sehat, kadang nggak juga. Dan yang aku pelajari kalau orang makan makanan sehat tapi nggak enak, pasti abis itu jajan dan itu malah tambah nggak sehat lagi. Makanya diusahakan untuk Mars Kitchen ini motonya makanan sehat tapi nggak berasa kayak makanan sehat.

Dapat predikat hot chef, gimana komentarnya?

Dulu sih terganggu banget ya, karena kalau mau bilang seksi ya seksi aja, jangan pake chef menurut aku, itu norak. Tapi sekarang sih semakin mature aku semakin nggak mikirin omongan orang sih, terserah lah mau ngomong apa.

Menurut kamu, bagian tubuhmu yang paling seksi itu apa?

Otak saya yang paling seksi, hahaha. Tapi bener, menurut aku seksi itu bukan dari fisik. Banyak yang menurut aku orang itu cakep banget tapi kayak nggak ada sex appeal. Menurut aku sex appeal itu lebih ke pembawaan diri, tingkah laku, sama fikiran. Ada orang yang biasa aja tapi sex appeal-nya itu, boom gitu.

Definisi hot dan seksi menurut kamu itu apa?

Kalo seksi itu menurut aku berubah-ubah. Dulu menurut aku pas masih muda seksi itu misterius, pendiam. Tapi setelah difikir-fikir nggak juga. Yang ngebuat orang seksi itu adalah, dia itu mahal. Dalam arti kata nggak murahan, itu menurut aku seksi. Sekarang ada kategori baru, menurut aku seksi itu kalau dia bisa punya humor yang bagus, yang keren, tapi dicampur juga harus presentable, smart.

Ada stigma perempuan cantik dan seksi itu yang bentuk tubuhnya sempurna. Rambut panjang, kulit putih, hidung mancung, kamu setuju nggak?

Cantik itu bisa berbagai bentuk, berbagai warna, dan berbagai size. Itu kayaknya doktrin kuno dari barat yang harusnya sesuai dengan apa posturnya mereka. Hidung mancung, kulit putih, no. I think orang cantik kulitnya bisa item banget atau bisa pendek, agak gempal bisa juga cantik. Mau cantik banget tapi nggak percaya diri atau dalamnya kurang asik itu mungkin juga lama-lama nggak cantik sih.

Seksi dan cantik itu kayak makanan, kalau presentable dari awal pasti menarik mata kan. Cuma kalau kita rasain makanannya nggak enak udah pasti put off banget, males banget. Jadi orang juga gitu, kalau kita tau personality-nya nggak bagus kek, atau bau, atau apa, itu langsung menurun lah tingkat keseksiannya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading