Sukses

News & Entertainment

3 Kesulitan yang Dihadapi Rafael Smash Saat Main Drama Radio

Fimela.com, Jakarta Rafael Landry Tanubrata (32) atau dikenal sebagai Rafael Smash menceritakan pengalaman perdananya dalam sebuah drama radio atau podcast di serial Bridezilla.

Serial podcast Bridezilla sendiri bakal hadir di JOOX sebanyak 30 episode. Program yang disutradarai Angga W. Sasongko dan Angga Kharisma ini bakal mengudara selama bulan Ramadan.

Bridezilla ini sendiri menceritakan tentang Dara (Jessica Mila), seorang pemilik Wedding Organizer yang terobsesi untuk memenangkan Wedding Organizer of The Year, dengan ambisinya untuk mensponsori influencer media sosial yang ternyata mengubah bisnisnya menjadi bangkrut.

 

Roda berputar ketika ia mendapatkan kesempatan untuk menghidupkan kembali bisnisnya dengan menciptakan pernikahannya sendiri untuk menjadi Wedding of the Year.

“Iya sebenarnya ini pengalaman pertama saya untuk mengisi podcast,” ujar Rafael Smash saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019).

 

 

1. Tak Ada Lawan Main

Pelantun I Heart You itu mengaku banyak sekali tantangan saat bermain di podcast. Berikut 3 kesulitan yang dihadapi Rafael Smash saat main drama radio Bridezilla. Pasalnya, selama pengambilan vokal, dirinya tidak dihadapkan pada lawan mainnya.

Tak hanya itu saja, pria 32 tahun itu juga harus berimajinasi sendiri untuk bisa mendapatkan chemistry, ketika membawakan perannya dalam podcast tersebut.

“Nah itu dia, makanya imajinasinya memang harus bermain, kan biasanya kalo untuk berakting di film atau sinetron itu memang di support sama set nya yang memang seperti itu, terus dengan lawan maen, kalo ini kan memang kita harus bener-bener cuma membayangkan aja,” jelas Rafael Smash.

 

2. Tak Seperti Syuting

Sebelum rekaman, awalnya Rafael mengira bahwa tawaran bermain podcast ini hampir sama dengan syuting film atau sinetron yang sering ia jalani. Namun nyatanya tak sesuai dengan apa yang dibayangkannya.

“Awalnya sih aku mikirnya wah ini bakal lebih gampang dari syuting filmnya, paling cuma take suara aja, udah gitu gak ada proses reading, tapi ternyata ketika aku di take suaranya, wah gila malah lebih susah, jadi banyak diulangnya, dibilang berat ya karena ini pengalaman baru jadi ya cukup berat,” katanya.

 

3. Tambah Wawasan

Meskipun sempat kesulitan, namun Rafael mengaku sangat senang bisa berkontribusi pada podcast tersebut. Lantaran dengan begitu, dirinya bisa mendapatkan wawasan baru.

“Nah pas ditawarin podcast untuk prekuel nya, aku pikir ya ini pengalaman baru juga, dan ternyata memang seru sih untuk didalaminya,” tutur Rafael.

Loading