Sukses

News & Entertainment

Sejarah Lagu Indonesia Raya, Harmoni Kemerdekaan Bangsa

Fimela.com, Jakarta Musik menjadi sesuatu yang penting dan membawa dampak besar, bahkan dalam kehidupan bernegara. Satu di antaranya adalah Indonesia Raya, lagu kebangsaan yang jadi kebanggaan seluruh masyarakatnya.

Indonesia Raya membuktikan betapa karya anak bangsa bisa membawa perubahan besar. Lagu ciptaan W.R Supratman tersebut jadi tonggak kemerdekaan Indonesia untuk lepas dari belenggu imperialisme.

Setiap negara memiliki National Anthem atau lagu kebangsaan sebagai identitas diri yang dituangkan dalam lagu. Indonesia pun bangga dengan lagu Indonesia Raya yang terus berkumandang di berbagai momen.

Mengutip dari situs laguindonesiaraya.id, lagu tersebut memiliki sejarah penting dalam penyusunannya. Tersiar secara masif dari satu jiwa ke jiwa lainnya, lagu ini menyiratkan nuansa persatuan, semangat untuk berdaulat dan kecintaan terhadap negeri.

"Lagu yang diciptakan W.R. Supratman untuk menggambarkan semangat dan cita-cita kaum pergerakan kebangsaan itu menerbitkan kegelisahan di mata kolonialisme. Melodinya disiulkan dari bibir ke bibir kaum terjajah hingga membentuk imajinasi bersama yang menghimpun mereka semua sebagai suatu bangsa. Di situ nampak bagaimana musik bisa punya andil dalam kelahiran sebuah bangsa dan merawat jiwanya menghadapi segala rintangan penjajahan," tulis Hilmar Farid selaku Direktur Jenderal Kebudayaan.

Pertama Berkumandang

Naskah lirik Indonesia Raya pertama muncul dalam terbitan dalam surat kabar Sin Po. Tak lama kemudian di tahun 1928 lagu tersebut dikumandangkan dalam Kongres Pemuda II dengan instrumen biola.  

Sempat dilarang oleh Hindia Belanda, para pemuda tetap lantang menyanyikan lagu itu dengan mengucapkan "Mulia, Mulia!" (bukan "Merdeka, Merdeka!") pada bagian refrain. 

Lagu Indonesia Raya versi aslinya terdiri dari tiga stanza, dan sejak beberapa tahun lalu mulai kembali diupayakan untuk dinyanyikan lengkap. "Dengan menghadirkan Indonesia Raya versi tiga stanza yang selama ini cenderung terlupakan kepada seluruh warga bangsa, Direktorat Jenderal Kebudayaan mau membuka akses seluas-luasnya pada salah satu sumber imajinasi kebangsaan kita."

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini:

Loading