Sukses

News & Entertainment

Film Pretty Boys Tembus 500 Ribu Penonton, Desta: Biasa Aja

Fimela.com, Jakarta Sebuah pencapaian yang terbilang memuaskan diraih oleh film bergenre komedi, Pretty Boys. Sejak tayang pada 19 September 2019 lalu, saat ini film yang disutradarai oleh Tompi itu sukses meraih lebih dari 500 ribu penonton. Angka tersebut pun akan terus bertambah, pasalnya Pretty Boys masih mendapat banyak layar bioskop di tanah air.

Guna merayakan pencapaian tersebut, seluruh pihak yang terlibat baik itu pemain, produser, sampai sutradara menggelar syukuran pada Senin (31/9/2019) petang. Dalam kesempatan tersebut, Desta, pemain sekaligus produser mengungkapkan perasaannya.

Ayah tiga anak itu menuturkan, pencapaian film yang diproduksi oleh Anami Films dan The Pretty Boys Pictures tersebut bukan lah suatu hal yang di luar ekspektasi. Pasalnya, saat awal pembuatan, ia dan tim sama sekali tak mengincar jumlah penonton yang banyak.

"Biasa aja (dapat lebih dari 500 ribu penonton), karena dari awal kami tak mengincar penonton. Pokoknya kami syukuran untuk memanjatkan syukur ke Allah SWT. Penonton adalah bonus dan kami tak menyangka aja sambutannya baik," ujar Desta di Ecology, Kemang, Jakarta Selatan.

 

Sesuai Prediksi Tompi

Berbeda dengan Desta, musisi Tompi yang bertindak sebagai sutradara malah menganggap pencapaian 500 ribu penonton dari Pretty Boys sesuai dengan prediksinya. Pasalnya, ia menilai jalan cerita yang ditawarkan cukup menarik dan mampu memberikan sesuatu yang berbeda di tengah persaingan film-film yang tayang bersamaan.

"Mereka memang nggak ada target. Dari awal Desta dan Vincent pas gua tanya berapa, mereka nggak pernah ngomong angka. Dari gua pribadi, sejak awal gua bikin ya harus ada target,bdan targetnya minimal 500 ribu penonton," papar Tompi.

Akting Natural

Lebih lanjut, Tompi pun berujar, salah satu kunci kesuksesan Pretty Boys merebut hati penikmat film tanah air adalah cerita yang relate dengan keseharian. Para pemain yang terlibat pun mampu menunjukkan kualitasnya dengan bermain secara natural mengikuti jalan cerita yang dibuat seperti kehidupan sehari-hari.

"Film ini cinematography-nya menampilkan yang baru, baik dari segi komposisi, warna, dan approach-nya. Hal lain yang menjadi nilai jual, pemain yang sangat mengalir. Bahkan abang-abang sekedar lewat tuh dengan timing dan peran yang tepat, nggak ada yang kebetulan sih di film ini. Semua kami coba lakukan senatural mungkin. Dialognya kayak ngalir kayak biasa aja," pungkas Tompi.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Loading