Sukses

News & Entertainment

Selamat Jalan Galih, Si Pekerja Keras yang Tangguh

Fimela.com, Jakarta “Innallilahi wainnalillahi rajiun, telah meninggal dunia Galih Poetra Marcomm KLY sabtu malam 21.12. Saat ini almarhum disemayamkan di Taman Meruya Ilir, Jalan Intan 2 Blok F13 No. 14, Jakarta Barat. Akan dikebumikan setelah shalat Dzuhur di TPU Duri Kepa.

Semoga Galih Alm. Khusnul khotimah ”

Pesan singkat ini muncul di grup WA kantor di Minggu pagi 24 November 2019. Perasaan bercampur aduk langsung berkecamuk, rasanya sungguh tak percaya, rekan kerja, teman, sahabat kami itu telah tiada.

Baru saja kami bekerja sama mengerjakan beberapa event Fimela bersama, dan yang terakhir adalah event tahunan FIMELA FEST 2019.

Selama ini saya hanya mengenal Galih sebagai sosok yang suka becanda, tak jarang ia menggoda rekan kerjanya. Sesekali saya juga mendengar ia sedang berbicara keras dan berdebat soal pekerjaan.

Awalnya saya tak pernah merasa menjadi salah satu teman dekat Galih. Tapi beruntung, beberapa bulan sebelum kepergiannya, saya punya kesempatan untuk lebih dekat dengan Galih.

Saya jadi sadar, bahwa keisengannya selama ini hanya sebuah usaha untuk menjadi lebih dekat dengan semua orang. Dia memang tak pernah pilih-pilih teman, semua orang di lantai 4 rasanya pasti pernah ia sapa.

Suara kerasnya saat berdebat pun bukan karena dia kasar. Itu adalah caranya mempertahankan argumentasinya yang seringkali disalahartikan sebagai bentuk keras kepala. Namun setelah saya menanyakan lebih dalam, jawaban Galih sederhana, “Kita itu satu tim, harusnya nggak saling menyalahkan. Gue nggak mau orang nyalahin tim gue lagi,”.

 

Ceria namun tertutup

Penyesalan saya hanya satu, tak sempat mengenal kebaikan Galih lebih lama lagi. Namun berkerjasama dengannya selama beberapa bulan saja sudah membuat saya kagum akan dedikasinya.

Tak pernah sekalipun ia menyalahkan teman satu timnya, saat sesuatu berjalan tak semestinya. Walau seletih apapun, dia siap membantu siapapun yang membutuhkan. Masih kental di ingatan saya, saat Galih terpaksa kembali ke venue acara FIMELA FEST di malam hari hanya karena saya lalai mengerjakan apa yang seharusnya saya kerjakan. Padahal saat itu, ia sudah sampai di rumah.

Galih yang saya kenal, hanyalah Galih Poetra, tim marcomm, selebihnya saya tak pernah tahu apapun tentangnya. Ia tak pernah bercerita kehidupan pribadinya. Hanya profesionalitas yang ia tampilkan saat berada di kantor.

Tulang punggung keluarga

Sisi lain Galih baru saya ketahui, saat berada di rumahnya, di hari pemakamannya. Galih seorang yatim, tulang punggung keluarga, yang menghidupi ibu dan adiknya. Galih yang selalu mengesampingkan kebutuhan dan kebahagiaan pribadi demi kebahagiaan keluarganya.

Betapa ironisnya saat kita merasa sudah sangat mengenal seseorang, namun sesungguhnya tak satupun hal penting dari diri Galih yang saya tahu. Semua hal yang Galih sembunyikan di balik senyumnya, candanya dan kerja kerasnya di kantor.

Saat ini mungkin puja-puji untuk Galih tak lagi penting, karena ia sudah beristirahat dengan tenang. Namun dengan tulisan ini, saya dan semua rekan di FIMELA bisa mengenang Galih Poetra, seorang teman dan sahabat terbaik kami. Seorang pekerja keras yang tangguh dan selalu berbuat yang terbaik bagi tim dan perusahaan.

Selamat jalan Galih…you will be missed, always.

;
Loading