Sukses

News & Entertainment

Ari Wibowo Minta Maaf pada Keluarga Dokter yang Meninggal karena Virus Corona

Fimela.com, Jakarta Terkait melebarnya kasus penularan virus Corona di Indonesia, banyak pula info hoax yang beredar. Hal ini pula yang menjadi perhatian masyarakat termask Ari Wibowo yang sebelumnya ikut menyebarkan hoax.

"Koreksi HOAX postingan ku sebelumnya! Share:Menuntut Lockdown Bermodal Hoax Dokter Wafat Karena Tangani Pasien Corona. Beberapa hari ini berseliweran gambar dokter yang meninggal dunia. Salah satunya adalah dokter Hadio Ali, SpS, Jakarta Selatan," ujarnya di laman ariwibowo_official, baru-baru ini.

"Dari berbagai sumber, saya pernah membaca kalau ada 3 atau 4 dokter meninggal dunia karena menangani pasien positif Covid19. Dokter Hadio Ali ini salah satunya. Hari ini, entah bagaimana ceritanya, cerita almarhum dokter Hadio Ali kembali mencuat," ujarnya.

Kisah Menyedihkan

Dalam cerita yang disebar, terdapat gambar yang mengharukan, juga narasi yang menyedihkan. Bahwa ada pertemuan terakhir antara sang dokter dengan anak-anaknya yang masih kecil.

"Narasinya menyedihkan. Gambar yang dibagikan juga sangat menyentuh. Ada gambar lelaki sedang berdiri di pagar rumah, pakai masker, dan dua anak duduk di teras rumah. Ceritanya, itu adalah pertemuan terakhir almarhum dokter Hadio Ali dengan anak-anaknya," tuturnya.

Dalam tulisan tersebut, Ari menyatakan bahwa sebenarnya narasi ini bagus dan bisa menjadi pelajaran agar kita betul-betul menjaga diri dari orang lain, sekalipun sangat merindukannya.

"Masalahnya, itu bukan foto dokter Ali. Itu adalah foto dokter di Malaysia yang dibagikan oleh sepupunya. Dokter tersebut sedang ditugaskan untuk menangani Covid19, jadi tak mau ambil resiko mendekati anak-anaknya. Selain itu, anak almarhum semuanya perempuan. Lalu bandingkan dengan foto yang beredar," lanjutnya.

Bukan Tangani Pasien

Kemudian, dalam tulisan tersebut Ari menambahkan bahwa narasi yang menyertai, menyebutkan bahwa almarhum dokter Hadio Ali ini terpapar karena corona saat menangani pasien. Padahal almarhum terpapar corona saat di Singapura.

"Lebih dari itu, almarhum memiliki penyakit bawaan, paru-paru. Sehingga corona yang datang menghampirinya itu memperparah dan membuatnya tak tertolong," imbuhnya.

Dari iniformasi tersebut, Ari mengatakan bahwa dokter tersebut bukan karena menangani pasien Covid-19. "Dari kasus ini, kita akhirnya paham bahwa almarhum meninggal bukan karena terpapar saat menangani pasien. Selain itu, beliau meninggal juga karena ada penyakit bawaan," ucapnya.

Minta Maaf

Karena sebelumnya sudah menyebar informasi yang salah, maka Ari Wibowo pun melakukan konfirmasi dan juga meminta maaf kepada keluarga dokter tersebut. Ia mengaku hanya bermaksud baik kala menyebarkan info sebelumnya.

"Saya (Ari Wibowo) MOHON MAAF kepada keluarga almarhum atas kesalahan tersebut. Tujuanku baik, menyadarkan orang-orang yang masih asik jalan-jalan dan anggap enteng pengorbanan para pekerja medis yang mati-matian berusaha menyelamatkan kami semua," ucapnya.

"Mereka menjauhkan diri dari keluarga mereka demi kita, guys. Tolong hargai pengorbanan mereka. Caranya. STAY THE FUCK HOME, buat kamu YG TDK PERLU keluar rumah! Buat mayoritas yg sudah sadar, terima kasih sebanyak-banyaknya. GBU ALL...," tandas Ari Wibowo.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
6 Hari Sebagai Pasien Positif Virus Corona, Andrea Dian: Tolong Dibaca Ya!
Artikel Selanjutnya
Cerita Rossa Garap Mini Album OST Masih Cinta Terbaik Bersama Bakat Baru