Sukses

Entertainment

Film Kemarin, Gambaran Metamorfosis Band Seventeen dari Rekan Kerja Menjadi Keluarga

Fimela.com, Jakarta Layar bioskop di Indonesia sudah mulai membuka tirainya pasca 'mati suri' sejak awal masa pandemi di Maret 2020 silam. Seperti anak-anak yang menemukan kembali taman bermain, film-film produksi dalam negeri pun langsung menghampiri. Salah satunya film berjudul Kemarin.

Film tersebut diproduksi oleh Mahakarya Pictures dan mendapat jadwal penayangan mulai 3 Desember 2020. Berbeda dengan film lain pada umumnya, Kemarin mengusung konsep dokumenter berbalut drama yang mengisahkan tentang awal perjalanan karier grup band Seventeen sampai 'dipaksa bubar' oleh bencana Tsunami di Desember 2018 silam.

Banyak yang beranggapan, film Kemarin akan dibumbui oleh banyak dramatisasi kejadian tsunami yang merenggut nyawa personelnya. Ternyata, cerita film gubahan Upie Guava itu jauh lebih luas, yaitu tentang metamorfosis band Seventeen dari rekan kerja menjadi sebuah keluarga.

Ceritanya sendiri dimulai dari awal grup band Seventeen terbentuk di medio tahun 1990an. Di part awal, penonton diajak untuk menyelami suka duka formasi awal Seventeen membesarkan grup yang berasal dari Yogyakarta tersebut.

Beberapa narasumber kompeten seperti Doni, mantan vokalis dan Yudhi yang pernah menjadi gitaris menjadi narator yang membuka imajinasi penonton atas jatuh bangun perjuangan Seventeen sebagai grup sampai eksis di industri musik Indonesia. Dalam part lain, Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventeen mengambil porsinya untuk bercerita tentang grup tersebut.

Mulai Haru

Suasana haru mulai muncul ketika Ifan Seventeen menceritakan saat-saat grup bandnya berada di puncak kesuksesan. Mereka yang terlihat kompak di atas panggung nyatanya menjadi pribadi yang berbeda ketika berada di belakang layar. Egoisme personel yang mulai meninggi memantik permasalahan diantara mereka. 

Sampai pada suatu titik balik, kekeluargaan diantara mereka malah semakin kental, tak hanya antar personel melainkan juga dengan kru yang berada dibalik kesuksesan mereka. Ifan pun bersaksi pernah menolak kontrak besar dari label rekaman hanya karena harus melepas manajemennya yang lama, orang-orang yang saat itu sudah dianggap sebagai keluarga besar Seventeen.

Momen Tragis

Senyum Ifan sebagai narator yang bangga akan sikap kekeluargaan dari Seventeen pun perlahan berganti dengan tangis saat part kejadian tsunami mulai dibahas. Tak hanya Ifan, kru yang selamat, sampai anggota keluarga yang ditinggalkan pun bergantian meratapi kejadian nahas tersebut.

Rekaman detik-detik sebelum tsunami terjadi ketika Seventeen berada di atas panggung juga tak luput untuk diperlihatkan. Sedikit dramatisasi pun dibuat untuk menggambarkan kengerian yang dirasakan Ifan dan kru yang selamat saat harus terombang-ambing beberapa waktu di tengah lautan.

Sarat Makna

Dengan alur maju mundur yang disajikan, film Kemarin meski sebuah karya dokumenter tetap mampu menggugah imajinasi penonton terhadap seluruh cerita yang pernah dialami grup band Seventeen. Film itu juga kuat akan pesan positif tentang makna kekeluargaan yang penuh cinta dan kasih sayang.

Untuk sebuah cerita, film Kemarin memang mengambil langkah berbeda seperti film pada umumnya yang happy ending. Perjalanan Seventeen selama hampir 20 tahun menghiasi belantika musik tanah air harus ditutup dengan kejadian tragis yang merenggut nyawa para personelnya. Sebuah kejadian yang tentunya melukai banyak orang termasuk fans, manajemen, dan Ifan Seventeen sebagai satu-satunya personel yang tersisa.

Saksikan Video Pilihan Berikut

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading