Sukses

Parenting

Cari Tahu Nutrisi yang Terbukti Klinis Baik untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan Si Kecil

Fimela.com, Jakarta Urusan daya tahan tubuh keluarga, khususnya anak-anak, kini jadi prioritas setiap Mama. Apalagi di tengah situasi seperti sekarang ini, berbagai informasi soal menjaga daya tahan tubuh anak pun beredar luas. Mama pun harus pintar menyaring informasi yang tepat agar bisa mendapatkan informasi yang akurat.

Beberapa waktu yang lalu pun sempat beredar sebuah video di media sosial yang berisi kekhawatiran Mama tentang cara memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil. Hal ini kemudian mendapatkan reaksi atau tanggapan dari dr. Arlita Putri, Sp.A yang menjelaskan keraguan tersebut lewat sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

Jadi, seperti apa sih fakta tentang nutrisi terbaik untuk anak? Simak penjelasan selengkapnya di sini, yuk!

Mengenal Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Banyak orangtua yang menyangka perawatan si kecil dimulai saat dilahirkan. Ternyata, 1000 hari pertama kehidupannya justru diawali dari pembuahan hingga anak berusia 2 tahun.

Periode emas inilah yang nantinya akan menentukan tumbuh kembang anak yang optimal hingga dewasa. Selain membutuhkan stimulasi yang tepat, dukungan daya tahan tubuh yang kuat juga penting untuk mengoptimalkan pertumbuhannya dan perkembangan kecerdasan di kemudian hari.

Asupan Nutrisi yang Tepat untuk Kesehatan Saluran Pencernaan

Tahukah Mama jika kesehatan saluran cerna memiliki pengaruh besar pada daya tahan tubuh anak-anak? Sistem pencernaan yang sehat menjamin penyerapan nutrisi yang optimal, sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga dan maksimal melindungi tubuh dari beragam penyakit.

Agar kesehatan sistem pencernaan terjaga, berikan asupan makanan atau minuman dengan kandungan nutrisi yang mampu mengoptimalkan kerja bakteri baik di dalam usus. Dokter Arlita menyarankan kombinasi probiotik dan prebiotik.

“Probiotik merupakan bakteri baik yang berfungsi membentuk antibodi atau sistem imun. Sedangkan prebiotik adalah makanan bakteri baik yang akan mengoptimalkan sistem kerja bakteri baik dan mendukung kolonisasinya,” jelas dokter spesialis anak tersebut.

ASI Penuhi Kebutuhan Probiotik dan Prebiotik

Sebenarnya, tak sulit untuk memenuhi kebutuhan probiotik dan prebiotik, yaitu dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. “ASI mengandung komponen esensial berisi probiotik dan prebiotik, yang jika bergabung bersinergi membentuk synbiotic yang memberi manfaat terbaik bagi kesehatan saluran cerna dan meningkatkan sistem imun tubuh si kecil.”, jelas dr. Arlita.

Sayangnya, tak semua anak beruntung mendapatkan nutrisi terbaik berupa ASI. Hal ini bisa dipicu oleh kondisi Mama seperti produksi ASI yang rendah atau harus mengonsumsi obat-obatan tertentu, maupun kondisi si kecil yang tak bisa menerima ASI. Dokter Arlita memberi jawaban agar Mama jangan berkecil hati untuk terus dukung tumbuh kembang anak dengan memberikan nutrisi synbiotic, yang merupakan kombinasi dari prebiotik dan probiotik.

“Sebuah penelitian menyebutkan jika susu pertumbuhan yang diberi tambahan prebiotik FOS:GOS 1:9 dan Omega 3 & 6 mampu memperkuat imunitas dan menurunkan risiko infeksi pada si kecil. Kandungan Omega 3 dan 6 sendiri pun berperan penting dalam menunjang kemampuan berpikir si Kecil,” jelas dr. Arlita.

 

Menurut penelitian JULIUS SN1, kombinasi prebiotik scGOS (galakto oligosakarida), IcFOS (frukto oligosakarida) dan probiotik Bidifobacterium breve inilah yang dianggap paling mendekati kandungan ASI. Selain membantu memelihara bakteri baik dalam saluran pencernaan, synbiotic juga telah terbukti secara klinis mampu meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak.

Jadi sekarang Mama sudah tidak perlu khawatir dan cemas lagi dalam memberikan nutrisi untuk si kecil. Sesuai dengan penjelasan expert, Mama bisa melengkapi nutrisi untuk si kecil dengan memberikan semua makanan dan minuman yang mengandung semua nutrisi yang diperlukan anak. Temukan informasi lebih lengkap tentang synbiotic dengan mengunjungi Immunity Educational Page atau klik di sini.

Tetap semangat dan jaga kesehatan buat Mama dan keluarga ya! (eth)

;
Loading
Artikel Selanjutnya
5 Tips Pakar Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Usia 5-12 Tahun
Artikel Selanjutnya
Membiasakan Anak Lakukan Ini di Rumah, Bantu Ia Sukses di Masa Depan