Suasana Haru Warnai Pemakaman Penyanyi January Christy

Sutikno diperbarui 16 Sep 2016, 19:35 WIB
Sejak lama penyanyi pemalu yang banyak prestasi, January Christy menderita sakit. Bahkan, beberapa kali almarhum harus dilarikan ke rumah sakit. (Adrian Putra/Bintang.com)
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, penyanyi kelahiran Bandung 17 Januari 1958 itu menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sejak 12 Juli silam hingga akhir hayatnya. (Adrian Putra/Bintang.com)
Berdasarkan penuturan dari adik almarhum, Riza Wiradisuria, pelantun tembang Melayang itu sejak lama mengindap penyakit paru-paru. Bahkan, beberapa kali keluar masuk rumah sakit. (Adrian Putra/Bintang.com)
Suasana haru mewarnai pemakaman penyanyi era 80an itu di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan siang. Tiba di pemakaman sekitar pukul 13.50 WIB. (Adrian Putra/Bintang.com)
Selain kerabat yang turut mengantarkan ke peristirahatan terakhir beberapa rekan seperti Jenny Rachman dan Connie Constantia juga hadir diantara para pelayat. Ikut mendoakan di peristirahatan terakhirnya. (Adrian Putra/Bintang.com)
Dari pengamatan dilapangan, suasana haru dan isak tangis dari keluarga mewarnai pemakaman pemilik nama lahir Krestini Anggraini. Legenda jazz Tanah Air itu tidak memiliki anak dari pernikahannya. (Adrian Putra/Bintang.com)
Berdasarkan Bens Leo, January Christy memiliki segudang prestasi bertaraf internasional. Bahkan sempat dinobatkan sebagai Penyanyi Jazz Terbaik pada tahun 1987. (Adrian Putra/Bintang.com)