Belum Cukup di Bareskrim, Eko Patrio Datangi Dewan Pers

Sutikno diperbarui 23 Des 2016, 18:35 WIB
Sebelumnya, Eko Patrio telah mengadukan tujuh situs online tersebut ke polisi. Kedatangannya sekaligus mengklarifikasi atas berita yang disebarkan oleh situs tersebut. (Galih W. Satria/Bintang.com)
"Saya datang semata-mata sebagai korban kejahatan cyber, korban dari media abal-abal. Saat saya klarifikasi di Bareskrim itu, tidak serta merta selesai," ujar Eko Patrio, di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (21/12). (Galih W. Satria/Bintang.com)
Kedatangannya guna mengetahui apakah tujuh situs tersebut merupakan anggota Dewan Pers atau bukan. Demi meminta pernyataan Dewan Pers. (Galih W. Satria/Bintang.com)
"Jika iya bisa disikapi oleh Dewan Pers. Tapi jika bukan, maka disikapi oleh kepolisian. Intinya 7 media online itu benar-benar salah," lanjut Eko. (Galih W. Satria/Bintang.com)
Eko berharap kejadian ini tidak kembali terulang. Suami Viona itu juga menyerahkan sepenuhnya kasusnya pada polisi. (Galih W. Satria/Bintang.com)
Seperti diketahui, oleh tujuh situs tersebut, Eko Patrio disebut memberi pernyataan bahwa teror bom adalah upaya pengalihan isu kasus Ahok. Padahal, Eko tidak pernah diwawancara. (Galih W. Satria/Bintang.com)
Bahkan, akibat berita tersebut, membuat ibu Eko Patrio hingga menanggis-nangis. Eko juga harus mendatangi ke keluarganya demi menjelaskan kejadiannya. (Galih W. Satria/Bintang.com)