Citra Kirana Banyak Belajar dari Teater

Sutikno diperbarui 16 Jan 2017, 18:35 WIB
Dalam pementasan tersebut, Citra Kirana tidak hanya berperan, tapi juga tapi juga sebagai pemimpin dan humasnya. Bukan pekerjaan mudah, untuk mengurus segala sesuatu terkait teater tersebut. (Adrian Putra/Bintang.com)
Citra Kirana saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu mengaku banyak belajar dari pementasan tersebut. Meski merasakan ribetnya mengurus segala sesuatunya. (Adrian Putra/Bintang.com)
"Pusing banget, karena kita mandiri dan produksi sendiri. Aku juga salah satu humasnya kan, jadi aku harus ketemu sponsor, latihan juga. Belum lagi syuting. Tapi aku banyak belajar," ujar Citra Kirana. (Adrian Putra/Bintang.com)
Pementasan teater Kampung Duku dalam tajuk Lysistrara ini mengisahkan kaum perempuan yang membawa semangat feminisme ditengah ancaman perang Athena dan Sparta. (Adrian Putra/Bintang.com)
Teater Kampung Duku dibentuk untuk mengisi break syuting Tukang Bubur Naik Haji. Sekitar empat bulan persiapan yang didominasi oleh para pemain sinetron tersebut. (Adrian Putra/Bintang.com)
"Kadang di lokasi kita tunggu take, iseng. Terus sutradara tawari, coba yuk buat teater, terus kita latihan. Akhirnya malah kejadian, ada jadwal gedung kosong, kita book," ujarnya. (Adrian Putra/Bintang.com)
Citra Kirana berharap, lewat pementasan yang akan digelar ke berbagai kota itu bisa membawa semangat kesetaraan kaum perempuan. Tidak hanya urusan dapur, kasur dan sumur. (Adrian Putra/Bintang.com)