Anak Yana Zein Obati Kerinduan Lewat Sambungan Telepon

Rizky Mulyani diperbarui 07 Feb 2017, 12:56 WIB
Kedua putri Yana mengaku sudah merasakan kerinduan meskipun baru beberapa hari ditinggal sang mami ke Cina. Tak pernah lama berpisah dengan Yana, dua gadis ini mengobati kerinduannya lewat telepon. (Deki Prayoga/Bintang.com)
Komunikasi yang intens ternyata bisa mengobati rasa rindunya, walaupun hanya sedikit. Aurelia, putri sulung Yana mengatakan sering kali ia bersama sang adik ingin memeluk tubuh ibunya. (Deki Prayoga/Bintang.com)
"Kangen banget ingin meluk mama, ingin dekat-dekat sama mama. Sedih banget. Kalau lagi kangen aku paling peluk guling atau telepon. Biasanya telepon sih. Setiap hari kita pasti komunikasi," ucap Aurelia Callista, Senin (6/2). (Deki Prayoga/Bintang.com)
Meskipun harus menahan kerinduannya, kedua gadis remaja ini rela menunggu kedatangan sang ibu yang kabarnya akan menetap di Cina selama tiga bulan. Mereka akan menunggu kedatangan Yana dalam kondisi sehat. (Deki Prayoga/Bintang.com)
Aurelia mengaku sangat berat ketika melepas kepergian ibunya ke Cina. Mengaku tak pernah lama berpisah dengan sang ibu, namun mereka tetap tegar menghadapi semuanya demi kesembuhan mami tercinta. (Deki Prayoga/Bintang.com)
Kerinduan ternyata tak hanya dirasakan Aurelia dan Alika, Yana Zein juga nampaknya terserang rindu pada kedua buah hatinya. Menurut penuturan sang anak, Yana obati kerinduan dengan pakai selimut anak-anaknya. (Deki Prayoga/Bintang.com)
"Dia curhat kangen kita, kangen ingin meluk, dekat-dekat sama kita. Paling mami meluk selimut aku dan Alika. Mami kan bawa selimut kita, jadi kalau kangen biasanya pakai selimut kita dua-duanya," tutur Aurelia Callista. (Deki Prayoga/Bintang.com)