Lola Amaria Menunggu Manta Hingga Dua Hari di Laut

Sutikno diperbarui 27 Feb 2017, 07:35 WIB
Dua tahun Lola Amaria memikirkan keindahan alam Labuan Bajo. Sebelum akhirnya ia ketemu dengan Titin Wattimena yang menulis skenario pada film sebelumnya berjudul, Minggu Pagi di Victoria Park (2010). (Nurwahyunan/Bintang.com)
Butuh banyak perjuangan untuk menjadikan lebih menarik dalam film Labuan Hati. Setidaknya, ia harus menunggu dua hari dan menyelam hingga delapan kali demi menunggu kehadiran Manta Point. (Nurwahyunan/Bintang.com)
Kehadiran spesies langka ikan pari yang sangat penting untuk pengambilan gambarnya. Apalagi spesies ikan pari, Manta Ray itu susah untuk diprediksi kemunculannya. (Nurwahyunan/Bintang.com)
"Film ini memang menangkap momen. Manta ini cantik banget. Di film ini peran dia penting jadi harus dapat, mau nggak mau," ujar Lola Amaria di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (24/2). (Nurwahyunan/Bintang.com)
Dengan sabar, para pemeran dan kru menanti kedatangan ikan pari yang memiliki nama lokal cawang kalung, plampangan, atau pari kerbau itu. (Nurwahyunan/Bintang.com)
"Kita dapat setelah dua hari dan delapan kali menyelam. Jangan sekali, kalau sekali nggak dapat. Harus sabar. Adanya di Indonesia. Kalau di Bali aja susah," lanjut Lola Amaria. (Nurwahyunan/Bintang.com)
Labuan Hati yang akan dirilis pada 6 April 2017 itu dibintangi oleh tiga perempuan, Nadine Chandrawinata, Kelly Tandiono, dan Ully Triani. Selain itu juga ada Ramon Y Tungka. (Nurwahyunan/Bintang.com)