5 Tips Aman Buat Para Cewek yang Suka Traveling Sendirian

Asnida Riani diperbarui 05 Apr 2017, 18:26 WIB

Fimela.com, Jakarta 'Cewek itu nggak boleh pergi sendirian! Bahaya!' kamu mungkin adalah satu dari sekian banyak cewek yang sudah akrab dengan lontaran semacam itu. Bukan tak menghargai kekhawatiran orang lain, terlebih mereka yang terkasih, namun sekiranya ungkapan tersebut tak membuatmu urung pergi.

Traveling bersama keluarga, teman atau kekasih memang mengasyikan. Namun, semua itu tak akan menghantarkan sensasi seperti yang ditawarkan solo travel. Dari banyak tulisan perjalanan, tahun ini bahkan digadang-gadang sebagai waktu terbaik untuk mulai membudayakan solo travel, tak terkecuali untuk para pelancong cewek.

Ingat saja, risiko memang selalu ada di tiap perjalanan. Dalam kasus solo travel ini mungkin tingkat dan jenis bahayanya yang berbeda. Tak perlu khawatir, apalagi sampai membatalkan perjalanan, solo travel bisa tetap dilakukan dengan catatan kamu punya bekal sejumlah trik dan tips. Berikut beberapa di antaranya, menurut Bintang.com.

Jangan mengundang kejahatan. Kamu memang turis, tapi jangan terlihat begitu gamblang, apalagi sampai mengundang kejahatan. Jangan mengalungkan kamera, terlebih bila pasar dan tempat-tempat ramai lain jadi tujuan kunjunganmu. Bawa tas kamera yang letaknya bisa tetap diperhatikan.

Lalu, jangan buka peta di tempat umum. Tindakan yang sangat mencerminkan kamu adalah turis ini, telebih di negara-negara macam Uzbekistan, sudah pasti menarik perhatian. Iya kalau yang tertarik membantu adalah orang baik, namun bagaimana kalau penjahat? Sudah terbayang betapa berbahaya?

Berpakaian sewajarnya juga bisa jadi cara lain untuk tak mengundang kejahatan. Jangan mengenakan perhiasan berlebih atau mengenakan barang yang sangat sangat sangat jelas terlihat mahal. Dengan begini, kamu lebih bisa membaur dengan sekitar dan mungkin tak diperhatikan mereka yang berniat jahat.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Jangan Takut Solo Travel, Girls!

Jangan panik apabila tersesat. Jelajah tempat baru memang sering kali membingungkan. Karenanya, tak sedikit pelancong yang berkisah tentang ia yang tersesat di sebuah kota asing. Hal pertama yang mesti dilakukan jika hal ini menimpamu adalah jangan panik. Atur napas sedemikian rupa supaya tetap tenang.

Kembali ke jalan yang sudah dilewati jadi trik paling sederhana untuk terlepas dari sasar-menyasar ini. Kalau masih bingung, jangan ragu bertanya pada warga sekitar. Pilih orang yang menurutmu bisa dipercaya. Namun bila ingin lebih aman, kamu bisa tak menanyakan alamat yang dituju, tapi kantor polisi setempat.

Dari sana, kamu bisa bertanya kepada pihak berwajib soal jalan menuju tempat tujuanmu. Jika ingin membuka peta, usahakan mengaksesnya lewat ponsel dan tak membukanya di sembarang tempat. Tersesat itu biasa, siapa tahu malah membawamu ke pengalaman tak terduga.

Bawa alat pelindung sederhana. Tak perlu senjata yang sampai membuatmu malah mendapat masalah di destinasi tujuan. Sebelum pergi, lakukan riset tentang alat pelindung apa yang boleh dibawa sipil di tempat itu. Mungkin terkesan sedikit repot, namun bila taruhannya adalah keamanan, maka sudah semestinya dilakukan.

Kalau kamu kesulitan menemukan alat pelindung, pakai saja dari barang-barang bawaanmu, payung misalnya. Selain menghindari diri dari panas maupun hujan, barang ini tentu bisa jadi alat pemukul yang lumayan mujarab, bukan?

Hanya untuk berjaga-jaga sih, tapi membawa alat yang sekiranya bisa menghindarkanmu dari bahaya tentu membuat penjelajahan jadi lebih terasa aman. Namun demikian, jangan juga keberadaan barang-barang ini malah merepotkanmu selama berada di destinasi traveling.

3 dari 3 halaman

Dengan Sedikit Trik, Solo Travel Bisa Dilakoni dengan Aman

Beritahu informasi penting pada orang yang kamu percaya. Tinggalkan nama dan alamat lengkap hotel, hostel atau guesthouse tempatmu mengingap pada satu-dua orang yang dipercaya, entah itu keluarga, teman, suami atau pacar.

Jangan sampai mereka tak tahu jejakmu yang tengah solo travel. Memberi kabar secara berkala, termasuk soal nomor penerbangan dan beritahu itinerary yang sudah disusun pada mereka. Jadi, setidaknya ada orang yang punya gambaran soal kamu sedang melakukan apa, di mana dan kapan.

Jadi kalau ada hal-hal yang tak dinginkan, mereka tahu harus menghubungi siapa dan di mana. Dengan begini, penanganannya pun jadi lebih cepat dan tepat. Lagipula, solo travel bukan berarti harus putus hubungan dengan orang-orang terkasih, bukan?

Riset, riset dan riset. Siapa bilang traveling itu hanya soal senang-senang? Sebelum akhirnya pergi, kamu harus melakukan sejumlah persiapan, termasuk riset. Soal apa? Semua hal penting tentang destinasi yang hendak disambangi.

Tempat mana yang aman dan tidak, juga semestinya bawa apa dan tidak. Dengan mengetahuinya, sangat mungkin kamu menghindari titik-titik di mana kejahatan kerap terjadi, serta memilih kawasan penginapan yang aman dan bersahabat.

Informasi ini bisa didapat di manapun, entah dengan berselancar di dunia maya atau bertanya pada mereka yang sudah lebih dulu solo travel ke tempat tersebut. Dengan persiapan dan eksekusi yang tepat, bukan mustahil solo travel dilakukan. Jadi, tempat mana yang sekiranya akan jadi destinasi solo travel pertamamu?